Ponpes Wali Barokah Kota Kediri Semarakkan HUT RI ke-81 Gelar Lomba Rakyat dan Parade Kemerdekaan

Selasa, 18 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

KEDIRI — Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus mengimplementasikan 29 Karakter Luhur, ribuan santriwan dan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah LDII Kota Kediri mengikuti kegiatan pesta lomba rakyat di halaman ponpes, Selasa (18/8/2026).

Rangkaian acara diawali secara khidmat dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya bersama seluruh peserta dan undangan. Kemeriahan berlanjut melalui sajian parade kemerdekaan yang memukau dan berhasil memanjakan para penonton yang hadir.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disbudparpora) yang hadir mewakili Pemerintah Kota Kediri, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, tokoh agama, serta seluruh santri Ponpes Wali Barokah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua Ponpes Wali Barokah, Drs. KH. Sunarto, M.Si., menyampaikan bahwa ada 15 ragam perlombaan tradisional yang digelar—seperti balap karung, tarik tambang, hingga gobak sodor—merupakan sarana mengenang olahraga masa kecil sekaligus membangun karakter kebersamaan santri.

 

“Perlombaan dengan nuansa tradisional seperti balap karung, tarik tambang, dan gobak sodor itu merupakan olahraga saya ketika masih kecil dulu. Yang belum saya lihat sejak menjabat di sini yaitu lomba egrang (jangkungan -red). Mungkin di kesempatan berikutnya bisa dipertimbangkan, karena itu olahraga yang luar biasa,” ujar KH. Sunarto dalam sambutannya.

 

Untuk diketahui, Egrang (atau jangkungan) adalah permainan sekaligus perlombaan tradisional yang menggunakan sepasang bambu atau kayu panjang yang diberi tempat berpijak. Peserta berdiri di atas pijakan tersebut dan berjalan atau berlari menuju garis akhir tanpa boleh terjatuh.

 

KH. Sunarto menambahkan, seluruh rangkaian peringatan kemerdekaan ini dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu mendatang, yang akan ditutup dengan acara puncak Panggung Gembira.

 

“Saya tidak menduga kreativitas para santri dalam mengekspresikan seni dari berbagai daerah itu sangat luar biasa. Insyaallah nanti saat Panggung Gembira, jika berkenan mohon hadir kembali. Kami akan suguhkan acara yang lebih meriah dengan nuansa pernak-pernik lampu hias hingga tampilan videotron,” imbuhnya.

 

Sementara itu, Kepala Disbudparpora Kota Kediri Bambang Priambodo SH., MM., menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para santri yang antusias mengikuti berbagai perlombaan dan permainan ketangkasan.

 

“Saya mengapresiasi anak-anakku santriwan dan santriwati semuanya yang hari ini mengikuti berbagai macam perlombaan dan permainan ketangkasan dalam rangka memperingati kemerdekaan Republik Indonesia. Jaga stamina, jangan kendor, junjung sportivitas, raih hadiahnya, dan tentunya semoga membawa berkah serta barokah untuk kita semua,” ujar Bambang.

 

Bambang juga menyampaikan terima kasih secara khusus kepada Ketua Ponpes Wali Barokah atas partisipasi aktif ratusan santri dalam aksi pengibaran bendera raksasa di Gunung Klotok beberapa waktu lalu. Menurutnya, hal tersebut merupakan wujud nyata semangat kebangsaan tanpa memandang latar belakang.

 

“Kami menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya. Kemarin dalam rangka pengibaran bendera raksasa di Kota Kediri, ratusan santri Wali Barokah ikut memerahkan suasana dengan mengusung bendera Merah Putih yang kini terpasang di atas Gunung Klotok. Ini adalah bentuk kebersamaan kita tanpa membedakan mana santri atau bukan, karena kita sama-sama warga Indonesia yang bersatu untuk mempertahankan NKRI,” tegasnya.

 

Ia juga mengaku bangga melihat energi positif para santri yang datang dari berbagai pelosok Nusantara dan menyatu di Ponpes Wali Barokah.

 

“Melihat semangat anak-anak di sini, rasa capek saya langsung hilang. Luar biasa melihat anak-anakku yang datang dari berbagai pulau bertumpah ruah dan berkumpul jadi satu di Pondok Pesantren Wali Barokah ini,” tambah Bambang.

Melalui kegiatan ini, Ponpes Wali Barokah dan Pemerintah Kota Kediri berharap nilai-nilai nasionalisme dan 29 Karakter Luhur terus tertanam kuat dalam diri para santri sebagai generasi penerus bangsa.(BG17/Red)

Berita Terkait

Hari ke-102, Program Sedekah Setiap Hari Detikzone.id di Sumenep Terus Menebar Manfaat
PKDI Cup II 2026 Masuk Grand Final, Ketua PKDI Sumenep H. Ubaid Abdul Hayat Ajak Masyarakat Ramaikan Stadion Gelora Bangkalan
PKDI Sumenep Apresiasi Eksistensi RRI di Usia 81 Tahun
Klarifikasi Ponpes Ash-Sholihah Sleman Terkait Kasus Dugaan Asusila: Tegaskan NH Menantu, Bukan Pengasuh
Bagikan Informasi Terbaru Terkait Kebijakan Pangan Indonesia, Menko Pangan dan Mbak Wali Hadiri Pengajian Maulid Nabi di Ponpes Al-Amien
Genap 101 Hari, Program Sedekah Setiap Hari Detikzone.id Ditandai Santunan dan Maulid Nabi di Musola Umat
Maulid Nabi di SDN Padangdangan I Sumenep: Ketika Sekolah, Orang Tua dan Masyarakat Duduk Bersama Meneladani Rasulullah
Genap 100 Hari, Detikzone.id Konsisten Jalankan Program Berbagi Setiap Hari

Berita Terkait

Jumat, 11 September 2026 - 21:14 WIB

Hari ke-102, Program Sedekah Setiap Hari Detikzone.id di Sumenep Terus Menebar Manfaat

Jumat, 11 September 2026 - 18:11 WIB

PKDI Cup II 2026 Masuk Grand Final, Ketua PKDI Sumenep H. Ubaid Abdul Hayat Ajak Masyarakat Ramaikan Stadion Gelora Bangkalan

Jumat, 11 September 2026 - 17:05 WIB

PKDI Sumenep Apresiasi Eksistensi RRI di Usia 81 Tahun

Jumat, 11 September 2026 - 11:07 WIB

Klarifikasi Ponpes Ash-Sholihah Sleman Terkait Kasus Dugaan Asusila: Tegaskan NH Menantu, Bukan Pengasuh

Jumat, 11 September 2026 - 11:05 WIB

Bagikan Informasi Terbaru Terkait Kebijakan Pangan Indonesia, Menko Pangan dan Mbak Wali Hadiri Pengajian Maulid Nabi di Ponpes Al-Amien

Berita Terbaru

SOSBUD

PKDI Sumenep Apresiasi Eksistensi RRI di Usia 81 Tahun

Jumat, 11 Sep 2026 - 17:05 WIB