Bappeda Sumenep Hadirkan Konsep Keraton dan Pendopo di MNV 2026, Simbol Jati Diri dan Arah Pembangunan Sumenep

Jumat, 28 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo didampingi Kepala Bappeda Sumenep Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU., ASEAN Eng., bersama jajaran saat berada di stan Bappeda dalam Pameran Pembangunan MNV 2026 yang memadukan informasi pembangunan dengan nuansa Keraton dan Pendopo Sumenep.

Ket foto: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo didampingi Kepala Bappeda Sumenep Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU., ASEAN Eng., bersama jajaran saat berada di stan Bappeda dalam Pameran Pembangunan MNV 2026 yang memadukan informasi pembangunan dengan nuansa Keraton dan Pendopo Sumenep.

SUMENEP, Kamis, 27/8/2026— Nuansa Keraton dan Pendopo Sumenep menjadi konsep utama stan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep dalam Pameran Pembangunan Madura Night Vaganza (MNV) 2026 di GOR A. Yani Pangligur, Sumenep.

Konsep tersebut tidak hanya digunakan sebagai dekorasi. Bappeda memadukan unsur budaya lokal dengan berbagai informasi mengenai perencanaan, program, capaian dan inovasi pembangunan Kabupaten Sumenep.

Melalui stan tersebut, masyarakat dapat melihat sejumlah materi yang selama ini lebih banyak ditemui dalam dokumen pemerintahan. Mulai dari visi dan misi daerah, delapan program unggulan Sumenep 2025–2029, capaian indikator pembangunan, Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK), aplikasi e-Stunting, E-SAKIP hingga Peti Koin Bermantara.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Informasi tersebut disajikan melalui infografis agar lebih mudah dipahami oleh masyarakat yang datang ke lokasi pameran.

Pendopo Jadi Gambaran Ruang Musyawarah

Pemilihan Pendopo sebagai bagian dari konsep stan memiliki makna tersendiri.

Pendopo dikenal sebagai ruang terbuka yang digunakan untuk berkumpul, bermusyawarah, menerima aspirasi dan membangun kesepakatan. Nilai tersebut dinilai sejalan dengan proses perencanaan pembangunan yang membutuhkan komunikasi serta keterlibatan berbagai pihak.

Sementara ornamen Keraton Sumenep merepresentasikan identitas, sejarah dan kearifan lokal daerah.

Keduanya kemudian dipadukan dengan informasi pembangunan sebagai gambaran bahwa perencanaan masa depan Sumenep tetap perlu berpijak pada karakter dan jati diri daerah.

Kepala Bappeda Sumenep Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU., ASEAN Eng. mengatakan, konsep tersebut sengaja dipilih untuk memberikan gambaran mengenai hubungan antara identitas daerah dengan proses pembangunan.

“Pendopo merupakan ruang untuk berkumpul, bermusyawarah dan menyampaikan aspirasi. Nilai itu sejalan dengan proses perencanaan pembangunan yang membutuhkan partisipasi dan kesepakatan bersama,” kata Arif.

Menurutnya, Keraton juga memiliki posisi penting sebagai bagian dari identitas Sumenep.

“Keraton menggambarkan sejarah dan jati diri Sumenep. Jadi, pembangunan ke depan tetap harus memiliki pijakan pada karakter dan budaya daerah,” ujarnya.

Delapan Program Unggulan Ditampilkan

Salah satu materi utama yang ditampilkan Bappeda adalah delapan program unggulan Kabupaten Sumenep periode 2025–2029.

Program tersebut mencakup penguatan kompetensi dan peningkatan kesejahteraan guru sekolah, guru ngaji dan guru madrasah melalui dukungan beasiswa.

Kemudian peningkatan kualitas pelayanan dan pembangunan kesehatan dasar di puskesmas serta pelayanan kesehatan lanjutan di rumah sakit berstandar.

Pemerintah daerah juga mendorong pengembangan kewirausahaan santri dan pemuda, pengembangan ekonomi kawasan serta percepatan ekonomi berbasis penguatan desa.

Di sektor infrastruktur, pembangunan diarahkan dengan memperhatikan lingkungan serta keseimbangan antara wilayah daratan dan kepulauan.

Program lainnya mencakup penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional, peningkatan penanganan masalah sosial dengan semangat gotong royong, serta peningkatan infrastruktur dan moda transportasi menuju wilayah kepulauan.

Materi tersebut menjadi gambaran mengenai prioritas pembangunan Kabupaten Sumenep dalam periode 2025–2029.

Tahapan Perencanaan Dibuka kepada Masyarakat

Bappeda juga menampilkan tahapan penyusunan RKPD melalui infografis.

Masyarakat dapat melihat proses mulai dari persiapan penyusunan rancangan awal RKPD, penyusunan rancangan awal, forum perangkat daerah, Musrenbang RKPD Kabupaten, perumusan rancangan akhir hingga penetapan RKPD.

Penyajian tersebut memberikan gambaran bahwa program pembangunan daerah melalui proses sebelum ditetapkan dan dilaksanakan.

Arif mengatakan, informasi tersebut penting diketahui masyarakat agar publik tidak hanya melihat pembangunan dari hasil akhirnya.

“Setiap program pembangunan tentu melalui proses. Ada data, pembahasan, koordinasi dan tahapan yang harus dilalui. Kami ingin masyarakat memahami proses tersebut,” jelasnya.

Data dan Inovasi Jadi Bagian Pameran

Selain program, Bappeda juga menampilkan sejumlah indikator pembangunan, seperti tingkat pengangguran terbuka, persentase penduduk miskin, laju pertumbuhan ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Gini.

Data tersebut menjadi bagian dari bahan evaluasi dalam melihat perkembangan kondisi sosial dan ekonomi Kabupaten Sumenep.

Sejumlah inovasi juga diperkenalkan, di antaranya aplikasi e-Stunting, E-SAKIP dan Peti Koin Bermantara.

e-Stunting berkaitan dengan pengelolaan data stunting dan mendukung penyusunan intervensi berdasarkan data.

Sementara Peti Koin Bermantara diarahkan pada pemberdayaan ekonomi produktif masyarakat di berbagai sektor, mulai dari pertanian, perikanan, peternakan, perkebunan, kehutanan hingga perindustrian dan perdagangan.

Bupati Kunjungi Stan Bappeda

Stan Bappeda juga mendapat kunjungan Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo.

Bupati disambut Kepala Bappeda Arif Firmanto bersama jajaran. Dalam kunjungan tersebut, Bupati melihat berbagai materi yang dipamerkan, mulai dari program unggulan, capaian pembangunan hingga inovasi yang ditampilkan.

Bupati juga mencoba fasilitas video booth yang disediakan Bappeda.

Fasilitas tersebut dapat digunakan masyarakat secara gratis untuk mengabadikan momen selama berada di kawasan MNV 2026.

Pantauan di lokasi, Bupati memberikan gestur jempol setelah melihat konsep dan inovasi yang ditampilkan Bappeda.

Bappeda Ingin Lebih Dekat dengan Masyarakat

Arif mengatakan, keikutsertaan Bappeda dalam Pameran Pembangunan MNV 2026 menjadi kesempatan untuk menyampaikan informasi pembangunan secara langsung kepada masyarakat.

“Pameran ini menjadi ruang komunikasi. Masyarakat bisa melihat program, capaian dan inovasi pembangunan, sekaligus memahami bagaimana proses perencanaannya,” katanya.

Ia berharap masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga ikut berpartisipasi memberikan masukan dan gagasan.

“Pembangunan tidak bisa hanya dilakukan pemerintah. Masukan dan partisipasi masyarakat juga penting dalam menentukan arah pembangunan,” ujarnya.

Merencanakan Masa Depan Tetap Berpijak pada Budaya

Konsep stan Bappeda pada akhirnya menyatukan tiga unsur dalam satu ruang.

Keraton menjadi simbol jati diri dan sejarah Sumenep. Pendopo menggambarkan ruang musyawarah dan keterbukaan. Sementara Bappeda menjadi institusi yang mengoordinasikan perencanaan pembangunan daerah.

Arif menyebut konsep tersebut sebagai gambaran sederhana mengenai peran Bappeda dalam menata arah pembangunan.

“Keraton sebagai simbol jati diri, Pendopo sebagai ruang musyawarah, dan Bappeda sebagai rumah perencanaan. Kami ingin menunjukkan bahwa pembangunan harus disusun dengan proses yang baik, berbasis data, melibatkan masyarakat dan tetap berpijak pada budaya daerah,” tuturnya.

Melalui konsep tersebut, identitas lokal tidak ditempatkan hanya sebagai ornamen. Budaya menjadi bagian dari pesan bahwa pembangunan Sumenep harus tumbuh dari karakter, potensi dan kebutuhan masyarakatnya.

Madura Night Vaganza 2026 berlangsung 26 Agustus hingga 4 September 2026 sebagai bagian dari rangkaian Madura Culture Fest (MCF) #4.

Bagi Bappeda, momentum tersebut menjadi ruang untuk memperkenalkan arah pembangunan sekaligus membuka komunikasi dengan masyarakat.

 

Berita Terkait

Bupati Fauzi Sambangi Stan Pembangunan Diskominfo di MNV 2026, Angkat Tema “Pantai, Laut, Pulau dan Pesisir Menuju Sumenep Kabupaten Kepulauan”
Disambut Nyanyian Puluhan Srikandi Dinkes P2KB Sumenep, Bupati Fauzi Saksikan Sederet Inovasi dan Program Pelayanan Kesehatan Unggulan
Sambangi Stan PUTR di MNV 2026, Bupati Sumenep Kawal Pemerataan Pembangunan hingga Kepulauan
Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo Kunjungi Stan UNIBA di Madura Night Vaganza 2026, Wujud Dukungan terhadap Kemajuan Pendidikan
Bappeda Sumenep Ajak Masyarakat Ikut Lomba Foto di Stan Bernuansa Keraton dan Pendopo MNV 2026, 5 Pemenang Dapat Bingkisan Menarik
DPRD Sumenep Ikut Pameran Pembangunan MNV 2026, Kenalkan Kerja Legislasi, Penganggaran, Pengawasan hingga Penyerapan Aspirasi Masyarakat
MNV 2026 di Sumenep, 11 Desa Pasongsongan Bersatu Tampilkan Kopi, Tembakau, Petis dan Hasil Laut
Tak Peduli Bau dan Lelah, Pahlawan Kebersihan DLH Sumenep Selalu Terdepan Mengabdi Tanpa Pamrih

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 02:49 WIB

Bupati Fauzi Sambangi Stan Pembangunan Diskominfo di MNV 2026, Angkat Tema “Pantai, Laut, Pulau dan Pesisir Menuju Sumenep Kabupaten Kepulauan”

Jumat, 28 Agustus 2026 - 02:15 WIB

Disambut Nyanyian Puluhan Srikandi Dinkes P2KB Sumenep, Bupati Fauzi Saksikan Sederet Inovasi dan Program Pelayanan Kesehatan Unggulan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 01:53 WIB

Sambangi Stan PUTR di MNV 2026, Bupati Sumenep Kawal Pemerataan Pembangunan hingga Kepulauan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 01:39 WIB

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo Kunjungi Stan UNIBA di Madura Night Vaganza 2026, Wujud Dukungan terhadap Kemajuan Pendidikan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 00:34 WIB

DPRD Sumenep Ikut Pameran Pembangunan MNV 2026, Kenalkan Kerja Legislasi, Penganggaran, Pengawasan hingga Penyerapan Aspirasi Masyarakat

Berita Terbaru