Peringkat Pertama Stand Terbaik MNV 2026, Kepala Bappeda Sumenep: Berkat Kerja Kolektif dan Semangat Pengabdian Membangun Daerah

Kamis, 3 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket foto: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo didampingi Kepala Bappeda Sumenep Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU., ASEAN Eng., bersama jajaran saat berada di stan Bappeda dalam Pameran Pembangunan MNV 2026 yang memadukan informasi pembangunan dengan nuansa Keraton dan Pendopo Sumenep.

Ket foto: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo didampingi Kepala Bappeda Sumenep Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU., ASEAN Eng., bersama jajaran saat berada di stan Bappeda dalam Pameran Pembangunan MNV 2026 yang memadukan informasi pembangunan dengan nuansa Keraton dan Pendopo Sumenep.

SUMENEP, Detikzone.id –– Tepuk tangan mengiringi pengumuman dari atas panggung Madura Night Vaganza (MNV) 2026. Setelah rangkaian Madura Bersholawat, Stan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sumenep diumumkan sebagai Peringkat Pertama Stand Terbaik dalam Pameran Pembangunan MNV 2026.

Pengumuman tersebut disampaikan pada Kamis (3/9/2026) malam, setelah kegiatan Madura Bersholawat di kawasan GOR A. Yani Pangligur, Sumenep.

Bagi jajaran Bappeda, penghargaan tersebut menjadi apresiasi atas kerja bersama yang dilakukan sejak tahap persiapan hingga seluruh rangkaian Pameran Pembangunan berlangsung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Stan Bappeda tidak hanya mengandalkan tampilan visual. Berbagai informasi pembangunan dikemas dengan konsep budaya lokal melalui nuansa Pendopo dan Keraton Sumenep, kemudian dipadukan dengan data, program unggulan, inovasi serta kegiatan interaktif bagi masyarakat.

Hasil penilaian menempatkan Bappeda Sumenep di posisi pertama. Bappeda menjadi salah satu dari enam stand terbaik dalam Pameran Pembangunan MNV 2026.

Peringkat kedua diraih Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Sumenep. Selanjutnya, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) berada di peringkat ketiga, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Sumenep peringkat keempat, Dinas Perikanan peringkat kelima, dan RSUD H. Moh. Anwar Sumenep di peringkat keenam.

Pendopo dan Keraton, Antara Budaya dan Pembangunan

Konsep Pendopo dan Keraton menjadi identitas utama Stan Bappeda.

Pendopo menggambarkan ruang terbuka untuk berkumpul, bermusyawarah, menerima aspirasi dan membangun kesepakatan. Nilai tersebut memiliki keterkaitan dengan proses perencanaan pembangunan yang membutuhkan komunikasi dan keterlibatan berbagai pihak. Sementara Keraton Sumenep menjadi representasi sejarah, identitas serta kearifan lokal daerah.

Konsep budaya tersebut kemudian dipadukan dengan materi mengenai perencanaan dan pembangunan daerah. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya melihat ornamen budaya, tetapi juga dapat memperoleh informasi mengenai arah pembangunan Sumenep.

Kepala Bappeda Sumenep, Dr. Ir. Arif Firmanto, S.TP., M.Si., IPU., ASEAN Eng., mengatakan konsep tersebut dipilih untuk memperlihatkan bahwa pembangunan daerah tetap memiliki hubungan dengan karakter dan jati diri Sumenep.

“Pendopo merupakan ruang untuk berkumpul, bermusyawarah dan menyampaikan aspirasi. Nilai itu sejalan dengan proses perencanaan pembangunan yang membutuhkan partisipasi dan kesepakatan bersama,” kata Arif.

Menurutnya, Keraton juga menjadi bagian penting dari identitas daerah.

“Keraton menggambarkan sejarah dan jati diri Sumenep. Jadi, pembangunan ke depan tetap harus memiliki pijakan pada karakter dan budaya daerah,” ujarnya.

Delapan Program Unggulan Dipaparkan

Stan Bappeda juga menampilkan delapan program unggulan Kabupaten Sumenep periode 2025–2029. Program tersebut mencakup penguatan kompetensi dan peningkatan kesejahteraan guru sekolah, guru ngaji dan guru madrasah melalui dukungan beasiswa.

Kemudian peningkatan kualitas pelayanan kesehatan dasar di puskesmas dan pelayanan kesehatan lanjutan di rumah sakit berstandar. Program lainnya meliputi pengembangan kewirausahaan santri dan pemuda, pengembangan ekonomi kawasan serta percepatan ekonomi berbasis penguatan desa.

Di bidang infrastruktur, pembangunan diarahkan dengan memperhatikan lingkungan serta keseimbangan antara wilayah daratan dan kepulauan.

Bappeda juga menampilkan program terkait penguatan tata kelola pemerintahan yang bersih dan profesional, penanganan persoalan sosial dengan semangat gotong royong, serta peningkatan infrastruktur dan moda transportasi menuju wilayah kepulauan.

Capaian dan Data Pembangunan Dibuka

Selain program unggulan, berbagai data pembangunan juga disajikan kepada masyarakat. Di antaranya tingkat pengangguran terbuka, persentase penduduk miskin, laju pertumbuhan ekonomi, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan Indeks Gini.

Informasi tersebut memberikan gambaran mengenai kondisi dan perkembangan pembangunan Kabupaten Sumenep.

Ket Foto: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo saat mencoba fasilitas video booth di Stan Bappeda dalam rangkaian Madura Nigh Vaganza 2026 di Lapangan GOR A. Yani Pangligur, Sumenep.

Masyarakat juga dapat melihat informasi mengenai Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Strategi Sanitasi Kabupaten (SSK), aplikasi e-Stunting, E-SAKIP hingga Peti Koin Bermantara.

Penyajian informasi tersebut dibuat dalam bentuk infografis sehingga masyarakat lebih mudah memahami materi yang disampaikan.

Bagaimana Pembangunan Direncanakan?

Tidak hanya menunjukkan hasil pembangunan, Bappeda juga memperkenalkan proses perencanaan kepada masyarakat.

Melalui infografis, pengunjung dapat melihat tahapan penyusunan RKPD, mulai dari persiapan penyusunan rancangan awal, penyusunan rancangan awal, forum perangkat daerah, Musrenbang RKPD Kabupaten, perumusan rancangan akhir hingga penetapan RKPD.

“Setiap program pembangunan tentu melalui proses. Ada data, pembahasan, koordinasi dan tahapan yang harus dilalui. Kami ingin masyarakat memahami proses tersebut,” jelas Arif.

Menurutnya, pemahaman masyarakat terhadap proses perencanaan penting agar publik tidak hanya mengetahui hasil akhir sebuah program pembangunan.

Inovasi dan Ruang Interaksi

Sejumlah inovasi juga diperkenalkan dalam Pameran Pembangunan. Di antaranya e-Stunting, E-SAKIP dan Peti Koin Bermantara.

Selain materi pembangunan, Bappeda menyediakan video booth gratis bagi masyarakat yang ingin mengabadikan momen selama berada di stan. Kuis dan berbagai hadiah juga disiapkan untuk memberikan ruang interaksi kepada pengunjung.

Bappeda turut menggelar lomba foto yang terbuka untuk masyarakat umum. Pengunjung dapat mengabadikan suasana, ornamen maupun aktivitas Stan Bappeda menggunakan telepon pintar.

Ket foto: Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo bersama Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Sumenep dan Kepala Bappeda Sumenep saat mengabadikan momen bersama di Stan Bappeda dalam Pameran Pembangunan MNV 2026.

Lomba tersebut berlangsung sejak 26 Agustus hingga 3 September 2026. Lima pemenang dengan karya terbaik mendapatkan bingkisan dan diumumkan pada 4 September 2026 pukul 20.00 WIB secara offline di Stan Bappeda.

Bupati dan Wakil Bupati Tinjau Stan

Stan Bappeda juga mendapat perhatian dari pimpinan daerah.

Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo mengunjungi Stan Bappeda dan melihat langsung berbagai materi yang ditampilkan.

Bupati melihat informasi program unggulan, capaian pembangunan, data daerah hingga inovasi yang diperkenalkan Bappeda.

Bupati juga mencoba fasilitas video booth yang disediakan bagi pengunjung.

Pantauan di lokasi, Bupati memberikan gestur jempol setelah melihat konsep dan berbagai inovasi yang ditampilkan di dalam stan.

Wakil Bupati Sumenep KH. Imam Hasyim juga turut meninjau Stan Bappeda. Ia melihat langsung konsep Pendopo dan Keraton serta berbagai informasi pembangunan yang disajikan.

Bukan Sekadar Mengejar Peringkat

Meski berhasil meraih peringkat pertama, Arif menegaskan bahwa penghargaan bukan tujuan utama Bappeda dalam mengikuti Pameran Pembangunan.

Menurutnya, stan tersebut menjadi sarana untuk mendekatkan informasi pembangunan kepada masyarakat.

“Tujuan utama kami bukan untuk mendapatkan peringkat, tetapi bagaimana masyarakat bisa datang, melihat dan memahami apa yang sudah dilakukan pemerintah, termasuk bagaimana arah pembangunan Sumenep ke depan,” kata Arif.

Ia bersyukur atas penghargaan yang diterima. Namun, bagi Arif, apresiasi tersebut bukan akhir dari pekerjaan.

“Kalau kemudian mendapat apresiasi dan menjadi stand terbaik, tentu kami bersyukur. Tetapi yang paling penting adalah bagaimana informasi pembangunan bisa tersampaikan kepada masyarakat,” ungkapnya.

Berkat Kerja Kolektif

Arif menyebut keberhasilan tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh jajaran Bappeda.

Mulai dari penyusunan konsep, persiapan materi, pembangunan stan hingga pelaksanaan berbagai kegiatan selama pameran, seluruh jajaran memiliki peran masing-masing.

“Terima kasih semuanya. Tetap jaga kebersamaan, kekompakan dan semangat pengabdian. Bekerja bukan hanya tentang menyelesaikan tugas, tetapi juga tentang menghadirkan manfaat dan keberkahan bagi sesama,” ujar Arif.

Ia menilai kerja keras dan kekompakan menjadi bagian penting di balik capaian tersebut.

“Berkat kerja keras, kerja cerdas, kekompakan, kebersamaan dan semangat pengabdian, stan ini dapat terbangun, terselesaikan dan dimeriahkan acara setiap harinya,” ungkapnya.

Arif berharap penghargaan tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh jajaran Bappeda untuk terus meningkatkan kreativitas dan inovasi dalam memberikan informasi pembangunan kepada masyarakat.

“Semoga ini menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus menjaga kekompakan, meningkatkan inovasi dan memberikan informasi pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

Cetak Wirausaha Berdaya dari Jalur Kesetaraan, PKBM Homeschooling The Best Probolinggo Luncurkan ‘The Best Cookies’
Cegah Risiko Kebutaan, KOMATDA dan Dinkes Probolinggo Dorong Desa Alasnyiur Jadi Desa Sehat Mata
Gelar Operasi Gabungan di Dringu, Pemkab Probolinggo Sinergikan Tertib Lalu Lintas dan Kepatuha
Ribuan ASN dan Warga Bershalawat, Bupati Sumenep Titip Pesan Jaga Persaudaraan
Pesona Badur, Galung hingga Jejak Keraton Topote, Batuputih Unjuk Potensi di MCF 2026
Tampilkan Transformasi Pelayanan dan Inovasi Kesehatan, RSUD Sumenep Masuk Enam Stan Terbaik MNV 2026, Dirut: Jadi Motivasi Tingkatkan Pelayanan Bismillah Melayani
Sampah Disulap Jadi Pesona, Stan DLH Sumenep Tembus Enam Terbaik MNV 2026
Dinkes P2KB Sumenep Raih Peringkat Dua MNV 2026, Kadis: Penghargaan Ini Jadi Motivasi untuk Terus Berinovasi

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 07:29 WIB

Cetak Wirausaha Berdaya dari Jalur Kesetaraan, PKBM Homeschooling The Best Probolinggo Luncurkan ‘The Best Cookies’

Jumat, 4 September 2026 - 01:34 WIB

Cegah Risiko Kebutaan, KOMATDA dan Dinkes Probolinggo Dorong Desa Alasnyiur Jadi Desa Sehat Mata

Jumat, 4 September 2026 - 01:28 WIB

Gelar Operasi Gabungan di Dringu, Pemkab Probolinggo Sinergikan Tertib Lalu Lintas dan Kepatuha

Jumat, 4 September 2026 - 00:00 WIB

Ribuan ASN dan Warga Bershalawat, Bupati Sumenep Titip Pesan Jaga Persaudaraan

Kamis, 3 September 2026 - 23:42 WIB

Tampilkan Transformasi Pelayanan dan Inovasi Kesehatan, RSUD Sumenep Masuk Enam Stan Terbaik MNV 2026, Dirut: Jadi Motivasi Tingkatkan Pelayanan Bismillah Melayani

Berita Terbaru