SUMENEP, Detikzone.id – Seolah tiada hari tanpa berbagi. Semangat Fastabiqul Khairat kembali digelorakan pengusaha muda asal Madura yang dijuluki “Abul Yatama” atau Bapak Anak Yatim, H. Ali Zainal Abidin, yang akrab disapa Bang Ali. Founder Yayasan Bani Insan Peduli (BASHRA BIP) tersebut kembali menggerakkan aksi sosial melalui agenda rutin Jumat Berkah yang digelar serentak di Sumenep dan sejumlah daerah di Indonesia, Jumat (2/10/2026).
Di Sumenep, kegiatan dipusatkan di kawasan kediaman Bang Ali, yakni Kampung Arab, Desa Pangarangan. Sejak siang, ribuan warga dari berbagai lapisan masyarakat berdatangan. Mereka terdiri dari anak yatim, kaum dhuafa, abang becak, pengemudi ojek daring, pedagang kecil hingga pekerja harian dan masyarakat umum.
Para penerima manfaat mendapatkan bantuan secara langsung berupa uang tunai.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Suasana tersebut menjadi gambaran bagaimana tradisi berbagi terus dirawat. Bukan hanya dalam momentum tertentu, tetapi melalui aksi sosial yang dilakukan secara berkelanjutan.

Tidak hanya di Sumenep, gerakan Jumat Berkah BASHRA BIP pada hari yang sama juga menyapa ribuan penerima manfaat di sejumlah daerah, di antaranya Pamekasan, Lamongan, Malang, Yogyakarta, Jawa Barat hingga DKI Jakarta.
Bagi Bang Ali, berbagi merupakan ikhtiar untuk menghadirkan manfaat bagi sesama.
“Selama masih diberi kesempatan dan kemampuan, kami ingin terus berbagi. Apa yang kami lakukan ini adalah ikhtiar untuk membantu dan sedikit meringankan kebutuhan saudara-saudara kita. Keindahan hidup itu terletak saat kita bisa melihat saudara-saudara kita tersenyum bahagia,” ujar Bang Ali.
Tidak Berhenti pada Jumat Berkah
Aksi Jumat Berkah tersebut menjadi bagian dari rangkaian kegiatan sosial BASHRA BIP yang terus berjalan dalam beberapa waktu terakhir.
Sebelumnya, Bang Ali bersama jajaran relawan BASHRA BIP baru saja menuntaskan program bantuan kebutuhan energi berupa BBM gratis dan isi ulang LPG gratis pada Rabu sore (30/9/2026).
Bekerja sama dengan perusahaan yang Central 88 Gold & Jewellery, program BBM gratis dilaksanakan di sejumlah SPBU di wilayah Madura, meliputi Sumenep, Pamekasan, Sampang dan Bangkalan selama tiga hari berturut-turut.
Program tersebut menyasar berbagai kelompok masyarakat, mulai dari pengendara sepeda motor, pengemudi ojek daring, pedagang keliling hingga nelayan. Setelah program BBM selesai, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian isi ulang LPG gratis.
Rangkaian tersebut menunjukkan bahwa kegiatan sosial yang dijalankan BASHRA BIP tidak hanya menyasar satu kelompok penerima manfaat, tetapi menyentuh berbagai lapisan masyarakat dengan kebutuhan yang berbeda.
Di tengah rangkaian kegiatan sosial tersebut, Bang Ali juga menerima dua penghargaan dalam ajang Asia Award Media yang digelar di Grand Mercure Kemayoran, Jakarta, Jumat (25/9/2026).
Penghargaan tersebut, menurut Bang Ali, tidak dipandang sebagai pencapaian pribadi. Ia mempersembahkannya kepada anak-anak yatim, dhuafa, relawan dan masyarakat yang selama ini menjadi bagian dari perjalanan kegiatan sosial BASHRA BIP.
“Alhamdulillah, kami hadir mewakili para anak yatim, dhuafa, serta masyarakat yang membutuhkan untuk menerima dua penghargaan ini. Bagi saya, kebaikan tidak cukup hanya dibicarakan atau diwacanakan, tetapi harus diwujudkan melalui tindakan nyata. Penghargaan ini milik seluruh tim relawan BASHRA dan masyarakat yang selalu bersama kami di lapangan,” tutur Bang Ali.
Jejak Kepedulian yang Terus Berjalan
BASHRA BIP Foundation yang didirikan pada 2023 bersama dukungan sang istri, Fitria, telah menjalankan berbagai kegiatan sosial di sejumlah daerah.
Di antaranya penyaluran santunan kepada 3.000 anak yatim di Pamekasan pada Maret 2026 yang tercatat dalam Rekor MURI, kemudian santunan kepada 2.000 penyandang disabilitas se-Madura pada April 2026.
Dalam kegiatan keagamaan dan peringatan hari besar, BASHRA BIP juga menyalurkan santunan kepada 1.000 anak yatim serta turut dalam peresmian Gedung Ainun Umar di Jakarta Selatan. Pada September 2026, kegiatan sosial juga dilakukan bersama MWCNU Palengaan melalui penyaluran tali asih kepada 250 anak yatim dan guru ngaji dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi SAW.
Melalui program BIP Tour D’Jatim Part I dan II, kegiatan kemanusiaan juga menyasar sejumlah wilayah di Jawa Timur. Program tersebut antara lain berupa santunan kepada 1.000 anak yatim dan dhuafa di Pakis, bantuan bagi lansia di Malang, peletakan batu pertama pembangunan Asrama Umar Syarif di Ponpes Rimba Wonoagung, Kediri, hingga program pembangunan masjid dan pemulihan ODGJ di Lamongan dengan nilai program disebut mencapai lebih dari Rp1 miliar.
Sementara di Sumenep, semangat Fastabiqul Khairat juga diwujudkan melalui kegiatan yang menggabungkan momentum keluarga dengan aksi sosial. Program tersebut diisi dengan penyaluran bantuan sembako, hadiah uang tunai hingga puluhan paket umrah gratis.
Program lainnya meliputi bedah rumah layak huni bagi kaum dhuafa dan penyandang disabilitas di Sumenep dan Pamekasan, pembangunan sumur bor untuk kebutuhan air bersih, pembangunan asrama tahfiz Al-Qur’an, bantuan fasilitas Lapas Pamekasan, rehabilitasi madrasah hingga penyaluran puluhan paket umrah gratis.
Beragam kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian aksi sosial BASHRA BIP yang menyasar anak yatim, dhuafa, penyandang disabilitas, lansia, pekerja harian, pedagang kecil serta kelompok masyarakat lainnya.
Julukan “Abul Yatama” yang melekat kepada Bang Ali pun tidak terlepas dari kiprahnya dalam berbagai kegiatan yang menyentuh kehidupan anak-anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan.
Bagi Bang Ali, berbagi bukan semata tentang seberapa besar yang diberikan, tetapi tentang bagaimana sebuah kebaikan dapat menghadirkan manfaat dan membuat orang lain merasa diperhatikan.
Semangat itu pula yang ingin terus dijaga bersama para relawan dan seluruh pihak yang selama ini terlibat dalam berbagai kegiatan sosial.
“Harapan saya dan seluruh relawan, setiap langkah kecil kebaikan yang kita lakukan ini dapat menjadi pemantik semangat untuk terus menggemakan spirit Fastabiqul Khairat. Kami ingin mengajak seluruh elemen masyarakat untuk saling merangkul, peduli, dan berbagi sesuai kapasitas masing-masing, agar cahaya kebaikan ini dapat terus menyala dan dampaknya dirasakan oleh lebih banyak saudara kita di seluruh pelosok negeri,” pungkasnya.







