PROBOLINGGO – Langkah nyata untuk membangun kemandirian kesehatan masyarakat terus dikebut oleh Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Melalui Dinas Kesehatan (Dinkes), kapasitas para kader Desa/Kelurahan Siaga Aktif kini diperkuat demi mengoptimalkan gerakan pemberdayaan masyarakat di akar rumput.
Ikhtiar tersebut diwujudkan dalam forum Penguatan Kader dalam Meningkatkan Kualitas Desa/Kelurahan Siaga Aktif yang digelar di ruang pertemuan Jabung 2 Kantor Bupati Probolinggo, Kamis (1/10/2026).
Agenda strategis ini mempertemukan para kader Siaga Aktif bersama perwakilan Pokja 4 PKK Kecamatan sebagai motor penggerak di lapangan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hadir memimpin jalannya kegiatan, Pejabat Fungsional (JF) Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo, Restie R. Soedjarwo. Demi memperluas cakrawala strategi pemberdayaan, Dinkes turut menghadirkan Niken Trisyya Pramesti dari Tim Kerja Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur sebagai pemateri utama.
Dalam arahannya, Restie R. Soedjarwo menegaskan bahwa kader adalah jangkar utama dalam mendeteksi dan merespons persoalan kesehatan di lingkungan terkecil. Oleh karena itu, peningkatan kapasitas menjadi harga mati agar mereka memahami peran strategisnya secara mendalam.
“Penguatan ini tidak hanya diarahkan pada peningkatan pengetahuan kader, tetapi juga pada kemampuan untuk membangun partisipasi masyarakat. Desa/Kelurahan Siaga Aktif diharapkan mampu menjadi bagian dari upaya membangun masyarakat yang lebih mandiri dalam menjaga kesehatan,” ujar Restie lugas.
Menurutnya, muara dari pelatihan ini adalah mencetak kader yang tidak pasif, melainkan mampu memantik kesadaran kolektif warga untuk peduli pada pola hidup sehat.
Tak berjalan sendiri, Dinkes Kabupaten Probolinggo juga menekankan pentingnya kolaborasi intim antara kader dengan Pokja 4 PKK di tingkat kecamatan. Kerja sama lintas sektor ini dinilai menjadi kunci agar program kesehatan di desa tidak bersifat momentum semata, melainkan berkelanjutan.
Kader dituntut kreatif dalam mengajak warga bergerak, baik dalam aspek pencegahan (preventif) maupun peningkatan derajat kesehatan (promotif), bukan hanya sibuk saat penyakit sudah melanda.
Melalui bekal materi dari Dinkes Provinsi Jawa Timur, para peserta diharapkan pulang membawa strategi segar yang siap dieksekusi di wilayah masing-masing. Restie optimis, fondasi kesehatan daerah akan semakin kokoh jika manusianya bergerak bersama.
“Dengan penguatan ini, saya berharap kader mampu menjalankan fungsi pemberdayaan secara lebih optimal. Masyarakat pun diharapkan semakin mandiri dalam menjaga dan meningkatkan derajat kesehatannya,” pungkas Restie.
Lewat agenda ini, sebuah pesan kuat dikirimkan kepada publik: kesehatan bukan lagi tugas eksklusif tenaga medis dengan baju putihnya, melainkan tanggung jawab bersama yang dimulai dari teras rumah sendiri.
Penulis : Moch Solihin







