PAMEKASAN, detikzone.id — Perpaduan pelestarian budaya dan kepedulian sosial mewarnai pembukaan Traditional Pamekasan Culture di Bundaran Monumen Arek Lancor, Pamekasan, Minggu (25/10/2026) malam.
Menyambut Hari Sumpah Pemuda ke-98, kegiatan bertema “Dari M. Tabrani untuk Indonesia” itu diawali dengan doa bersama, dilanjutkan pemberian santunan dan bingkisan kepada puluhan anak yatim.
Suasana semakin menyentuh ketika seorang anak yatim bernama Launi membacakan puisi di hadapan para undangan. Penampilannya menjadi salah satu momen yang mengiringi pembukaan kegiatan, sekaligus menghadirkan pesan tentang kepedulian, kemanusiaan, dan pentingnya memberi ruang bagi generasi muda.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kegiatan tersebut diselenggarakan Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) bersama Dewan Kesenian Pamekasan (DKP), dengan dukungan Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Pamekasan dan Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kabupaten Pamekasan.
Ketua AJP, M. Khairul Umam, mengatakan kegiatan ini digelar untuk mengenang perjuangan M. Tabrani, tokoh asal Pamekasan yang dikenal berperan penting dalam sejarah penggunaan nama Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan.
Pria yang akrab disapa Irul itu menilai, semangat perjuangan M. Tabrani perlu terus diperkenalkan kepada generasi muda agar mereka memahami arti penting bahasa, kebudayaan, dan persatuan bangsa.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin mengingat kembali perjuangan M. Tabrani sekaligus mengajak generasi muda untuk lebih mengenal sejarah dan kebudayaan Madura. Kami berharap semangat beliau terus hidup dan menjadi inspirasi bagi generasi penerus,” ujarnya.
Menurut Irul, pemberian santunan kepada anak yatim juga menjadi bentuk kepedulian sosial yang ingin dihadirkan dalam kegiatan tersebut. Doa bersama diharapkan menjadi awal yang baik bagi kelancaran seluruh rangkaian acara.
Ia juga berharap kegiatan Traditional Pamekasan Culture dapat terus berlanjut dan berkembang menjadi agenda tahunan yang memberi ruang bagi pelaku seni, budayawan, komunitas, serta generasi muda untuk berkontribusi dalam pelestarian budaya.
“Karena kegiatan ini baru pertama kali kami gelar, kami berharap ke depan bisa terus dilaksanakan dan menjadi agenda tahunan di Pamekasan. Tentu, kami akan berupaya mengevaluasi dan mempersiapkannya dengan lebih maksimal serta profesional,” katanya.
Sementara itu, Ketua Dewan Kesenian Pamekasan, Arief Wibisono, menyampaikan bahwa Traditional Pamekasan Culture menjadi ruang untuk memperkenalkan sekaligus menjaga keberlangsungan kebudayaan Madura.
Menurutnya, kebudayaan tidak hanya berkaitan dengan kesenian, tetapi juga mencakup nilai, tradisi, dan identitas masyarakat yang perlu diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat, khususnya generasi muda, semakin mengenal dan mencintai kebudayaan Madura. Kami juga ingin membuka ruang pertemuan bagi tokoh, seniman, budayawan, dan pemuda untuk bertukar gagasan demi pelestarian budaya,” ujarnya.
Dukungan juga disampaikan Ketua HIPMI Kabupaten Pamekasan, Ach. Kusairi. Ia menilai kolaborasi antara komunitas jurnalis, pelaku seni, organisasi kepemudaan, dan pengusaha dapat memperkuat penyelenggaraan kegiatan kebudayaan di daerah.
“Kegiatan seperti ini perlu mendapat dukungan bersama karena kebudayaan merupakan bagian penting dari identitas daerah. Kami berharap kolaborasi lintas komunitas dapat terus terjalin sehingga kegiatan positif seperti ini memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama generasi muda,” tuturnya.
Traditional Pamekasan Culture berlangsung selama sepekan, mulai 25 hingga 31 Oktober 2026. Sejumlah kegiatan disiapkan untuk memeriahkan acara, di antaranya pameran budaya Madura, bazar kuliner khas Pamekasan, lomba baca puisi, lomba menyanyi lagu daerah, sarasehan budaya, lomba tari Saman, lomba mewarnai gambar batik, lomba fashion, serta penyuluhan dan pembinaan remaja.
Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan menjadi wadah bagi masyarakat untuk mengenal lebih dekat kekayaan budaya lokal sekaligus memperkuat semangat persatuan dalam menyambut Hari Sumpah Pemuda ke-98.
Di tengah upaya merawat warisan budaya, pembukaan acara ini juga mengingatkan bahwa kepedulian terhadap sesama tetap menjadi bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat.







