Blitar, Detikzone.id – Suasana penuh semangat dan antusiasme mewarnai Lomba dan Pameran Burung Berkicau Wali Kota Blitar Cup IX yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-119 Kota Blitar tahun 2025.
Acara ini berlangsung meriah di Gantangan Pasar Burung Dimoro, Kota Blitar, pada Minggu (13/04/2025), dengan diikuti oleh ratusan peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur.
Lomba dibuka secara simbolis oleh Wali Kota Blitar, H. Syauqul Muhibbin, S.H.I., yang diwakili oleh Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Blitar, Dewi Masitoh. Hadir pula dalam acara pembukaan, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar, Hakim Sisworo, yang turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Selain menjadi ajang silaturahmi para pecinta burung berkicau, lomba ini juga menjadi wadah promosi sektor UMKM dan pariwisata Kota Blitar.
Dalam sambutannya, Dewi Masitoh menyampaikan bahwa lomba burung berkicau ini merupakan bentuk apresiasi terhadap keindahan alam serta suara merdu yang dihasilkan oleh burung-burung kicauan.
“Saya sangat mengapresiasi partisipasi para peserta lomba yang telah mempersiapkan dan membawa burung-burung terbaiknya untuk berkompetisi di ajang ini,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan rasa terima kasih kepada peserta dari berbagai daerah di Jawa Timur, seperti Pacitan, Sidoarjo, Surabaya, Tulungagung, Malang, Kediri, Pasuruan, dan Ponorogo yang telah hadir dan meramaikan perlombaan.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada seluruh panitia yang telah bekerja keras menyiapkan kegiatan ini serta kepada Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Blitar yang telah memfasilitasi tempat perlombaan.
Kegiatan ini mampu menarik perhatian peserta dari berbagai daerah, yang secara tidak langsung turut mendongkrak sektor, kuliner, dan usaha mikro setempat. Selain itu, para perajin sangkar burung, pakan burung, hingga aksesoris pelengkap juga mendapatkan peluang untuk memperluas pasar mereka.
Dengan adanya event seperti ini, Kota Blitar semakin dikenal tidak hanya sebagai kota sejarah, tetapi juga sebagai destinasi bagi komunitas pecinta burung dari seluruh Indonesia.
Pemerintah daerah pun mendukung penuh kegiatan ini sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya dan peningkatan ekonomi lokal.
Penulis : Basuki







