Blitar, Detikzone.id – Untuk menyiapkan generasi muda yang siap bersaing di era digital sekaligus menekan angka pengangguran, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Blitar menggelar pelatihan keterampilan digital marketing. Kegiatan ini didanai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran 2025.
Pelatihan resmi dibuka pada Selasa (6/5/2025) dan berlangsung di Rest Area Pendapa Ageng Hand Asta Sih, Kecamatan Srengat. Program ini ditujukan bagi pemuda-pemudi di Kabupaten Blitar agar memiliki kompetensi di bidang pemasaran digital, yang saat ini sangat dibutuhkan di dunia kerja maupun wirausaha.
Acara tersebut mengusung konsep pelatihan berbasis klaster kompetensi. Kegiatan ini menyasar para pencari kerja yang ingin mengembangkan kemampuan di dunia pemasaran digital yang terus berkembang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Disnaker Kabupaten Blitar, [Nama Pejabat], menjelaskan bahwa pelatihan ini merupakan bagian dari program peningkatan kualitas tenaga kerja yang bersumber dari DBHCHT.
“Kami ingin generasi muda memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri saat ini, salah satunya digital marketing. Peluang kerja di sektor ini sangat besar, baik sebagai karyawan maupun wirausaha,” ujarnya.
Peserta pelatihan akan dibekali dengan berbagai materi praktis, mulai dari strategi pemasaran online, penggunaan media sosial untuk promosi, hingga teknik analisis pasar digital. Selain itu, pelatihan ini juga melibatkan instruktur profesional dan praktisi yang berpengalaman di bidangnya.
Melalui kegiatan ini, Disnaker berharap peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu mengimplementasikan keterampilan yang diperoleh untuk membuka lapangan kerja baru atau meningkatkan daya saing di dunia kerja.
Kabid Latihan Kerja, Produktivitas, dan Transmigrasi (Latprotrans) Disnaker, Latip Usman, membuka kegiatan ini dan menekankan pentingnya pelatihan ini sebagai jembatan menuju dunia kerja yang semakin kompetitif.
“Ini bukan sekadar pelatihan teori. Kita siapkan peserta agar langsung bisa praktik, bahkan dilanjutkan dengan magang dan sertifikasi. Harapannya, mereka bisa langsung terjun dan berdaya saing,” ujar Latip.
Pelatihan dijadwalkan berlangsung selama 10 hari hingga 19 Mei 2025, dan akan dilanjutkan dengan program magang selama lima hari. Penambahan program magang ini merupakan inovasi baru pada tahun ini yang bertujuan untuk memperkuat keterampilan praktis peserta sekaligus memberikan pengalaman langsung di dunia kerja.(Adv/Kmf)
Penulis : Basuki







