Dari Selaparang Lombok Timur ke Taiwan: Perjalanan Doktor Biologi Asal Lombok

Sabtu, 7 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Lombok – Di bawah terik matahari Desa Selaparang, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, tumbuh seorang pemuda tangguh bernama Rizal M. Suhardi, akrab disapa Pak Ical.

Sejak kecil, ia terbiasa membantu orang tuanya mengolah ladang tembakau. Kehidupan sederhana di desa tak pernah meredupkan impiannya untuk menempuh pendidikan tinggi dan membanggakan keluarganya.

Langkah akademiknya dimulai di Universitas Hamzanwadi, Lombok, tempat ia meraih gelar Sarjana Pendidikan Biologi (S.Pd.) pada 2014. Kehausan akan ilmu membawanya ke Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta, untuk menempuh program Magister Biologi (M.Sc.) pada 2015–2017. Studi ini ia jalani dengan dukungan Beasiswa LPDP, salah satu program beasiswa paling prestisius di Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, perjuangan Ical tidak berhenti di sana. Pada 2022, ia melanjutkan studi doktoralnya di National Sun Yat-sen University (NSYSU), Kaohsiung, Taiwan. Selama masa studi, ia menerima berbagai penghargaan dan dukungan dana seperti NSYSU Scholarship, Elite Doctoral Scholarship, serta Dr. Chi-Chu Tsai Memorial Scholarship pada 2024.

Selain menekuni riset, Pak Ical juga aktif sebagai Research Assistant di Departemen Biologi NSYSU sejak September 2022. Di luar kegiatan akademik, ia juga menjadi Program Manager di Sekolah Beasiswa Straya Language Institute sejak 2020, mendampingi banyak mahasiswa Indonesia dalam menggapai impian studi ke luar negeri.

Tinggal jauh dari keluarga dan menghadapi tantangan adaptasi budaya di negeri asing tidak membuatnya goyah. Justru dari pengalaman itulah tekad dan semangatnya semakin kuat. Ia membuktikan bahwa anak desa pun bisa bersaing dan berprestasi di kancah internasional.

Pada 2025, Ical resmi menyelesaikan studi S3-nya di bidang Biologi. Keberhasilannya ini menjadi simbol harapan dan inspirasi, tidak hanya bagi masyarakat di desanya, tetapi juga untuk generasi muda Indonesia secara umum. Ia menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang selama ada kemauan, kerja keras, dan dukungan yang tepat.

Pak Ical telah membuktikan bahwa impian besar bisa terwujud dari tempat yang sederhana.

Penulis : Red

Berita Terkait

Semarak HUT RI ke-81: SMPN 1 Petarukan Gelar Lomba Estafet Sarung dan Kebersihan K3 Serta Pengukuhan Anggota Paskibraka
Cegah Dampak Negatif Teknologi Ratusan Siswa SMKN 1 Pemalang Ikuti Pelatihan AI Bersama Polres Pemalang 
Bakti Nyata Almamater: IKA SMANSA 94 Pemalang Gelontorkan Ribuan Liter Air Bersih untuk Warga Pemalang Selatan
Siraman Rohani Jadi Bekal Pembinaan, Lapas Kendal Gelar Pengajian Bersama Warga Binaan
Dugaan ‘Absen Gaib’ di Dispendukcapil Probolinggo: Pulang Cepat Tapi Presensi Tepat, Inspektorat Turun Tangan
Edukasi Lingkungan dan Budaya Menabung Sejak Dini, 1.447 Anak Ikuti Crayon Eco Kids di Taman Brantas
Kepala Rutan Pemalang Hadiri Pelepasan Kontingen Jambore Nasional (Jamnas) XII Tahun 2026
61 WBP dan 25 Warga Jalani Tindakan Katarak, Kanwil Ditjenpas DK Jakarta Perkuat Layanan Kesehatan

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:42 WIB

Semarak HUT RI ke-81: SMPN 1 Petarukan Gelar Lomba Estafet Sarung dan Kebersihan K3 Serta Pengukuhan Anggota Paskibraka

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:44 WIB

Cegah Dampak Negatif Teknologi Ratusan Siswa SMKN 1 Pemalang Ikuti Pelatihan AI Bersama Polres Pemalang 

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:41 WIB

Bakti Nyata Almamater: IKA SMANSA 94 Pemalang Gelontorkan Ribuan Liter Air Bersih untuk Warga Pemalang Selatan

Jumat, 14 Agustus 2026 - 11:39 WIB

Siraman Rohani Jadi Bekal Pembinaan, Lapas Kendal Gelar Pengajian Bersama Warga Binaan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 18:31 WIB

Dugaan ‘Absen Gaib’ di Dispendukcapil Probolinggo: Pulang Cepat Tapi Presensi Tepat, Inspektorat Turun Tangan

Berita Terbaru