Bukan Sekadar Minuman, Aksara Coffee Hadirkan Energi dan Vitalitas di Madura Culture Festival 2025

Minggu, 31 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Suasana hangat di stand Aksara Coffee, tempat kopi lokal Sumenep bertransformasi menjadi kebanggaan budaya dan ikon baru ekonomi kreatif Madura

Suasana hangat di stand Aksara Coffee, tempat kopi lokal Sumenep bertransformasi menjadi kebanggaan budaya dan ikon baru ekonomi kreatif Madura

SUMENEP – Aroma kopi yang pekat dan kuat langsung menyambut pengunjung Madura Culture Festival (MCF) 2025. Di balik panggung megah sebelah barat, Aksara Coffee tampil penuh kejutan dengan menghadirkan ragam pilihan kopi premium khas Nusantara, Minggu, 31/08/2025.

Yang menjadi magnet utama tentu saja Kopi Lanang, salah satu varian kopi legendaris yang dipercaya mampu meningkatkan stamina, menjaga vitalitas, kaya antioksidan, melawan radikal bebas, serta membantu konsentrasi dan fokus lebih lama. Rasanya yang lebih strong dan pekat menjadikan kopi ini buruan para penikmat sejati.

Tidak hanya itu, Aksara Coffee juga menawarkan berbagai varian lainnya:

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Biji Kopi Lanang Super – Roasting Rp235.000/kg, Bubuk Rp255.000/kg

Biji Kopi Robusta – Roasting Rp155.000/kg, Bubuk Rp180.000/kg

Biji Kopi Campuran – Roasting Rp135.000/kg, Bubuk Rp160.000/kg

Biji Kopi Nangka – Roasting Rp145.000/kg, Bubuk Rp170.000/kg

Pengunjung juga bisa membeli dalam kemasan ½ kg atau ¼ kg, bahkan tersedia biji kopi mentah bagi yang ingin roasting sendiri sesuai selera.

Dengan konsep stand yang hangat dan penuh nuansa budaya, Aksara Coffee seolah menghadirkan pengalaman minum kopi yang berbeda. Tak sekadar minuman, kopi mereka adalah simbol energi, vitalitas, dan persaudaraan yang berpadu indah dengan semangat MCF 2025.

“Melalui Aksara Coffee, kami ingin membawa semangat kopi Nusantara ke panggung Madura Culture Festival 2025. Kopi Lanang bukan sekadar minuman, tapi energi, vitalitas, dan warisan budaya yang patut dijaga. Kami berharap pengunjung tidak hanya menikmati rasa dan aroma khasnya, tetapi juga merasakan filosofi kopi sebagai pengikat persaudaraan,” ujar owner Aksara Coffe, Ila Fadila.

Pihaknya percaya, kopi adalah bahasa universal yang mampu menyatukan siapa saja. Itulah mengapa Aksara Coffee hadir di Madura Culture Festival 2025.

“Semoga kehadiran Aksara Coffee di Madura Culture Festival 2025 menjadi awal dari semakin dikenalnya kopi Nusantara, khususnya Kopi Lanang.
Kami ingin kopi dari Sumenep tidak hanya dinikmati di festival, tapi juga menjadi kebanggaan masyarakat. Dengan dukungan para pecinta kopi,” terangnya.

Kehadiran Aksara Coffee dalam Madura Culture Festival 2025 menjadi salah satu bukti bahwa produk lokal mampu bersaing dengan cita rasa dan kualitas yang tidak kalah dengan brand nasional maupun internasional. Kopi Lanang yang mereka hadirkan bukan hanya menawarkan kenikmatan rasa, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kesehatan dan stamina.

Di era sekarang, sudah semestinya masyarakat memberi ruang lebih luas bagi produk lokal untuk berkembang. Dukungan publik terhadap Aksara Coffee berarti ikut serta dalam menggerakkan roda ekonomi daerah, membuka peluang usaha baru, dan menjaga keberlangsungan warisan kopi Nusantara.

Madura Culture Festival seakan mengingatkan kita bahwa kemajuan tidak hanya dibangun oleh panggung hiburan atau atraksi budaya, tetapi juga oleh penghargaan terhadap karya anak daerah.

Aksara Coffee hadir sebagai contoh nyata, sederhana, membumi, namun membawa semangat besar untuk mengangkat nama Madura dan Nusantara.

Bagi pecinta kopi yang ingin merasakan sensasi istimewa ini, Aksara Coffee bisa dikunjungi di Jl. Seludang No. 33, Pajagalan, Sumenep atau melakukan pemesanan langsung melalui WhatsApp.

0821-3937-8693/Fatur
0823-3229-2224/ILa

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Ratusan Karyawan CV Ayunda Pamekasan Kantongi BLT DBHCHT Rp600 Ribu, H. Bambang: Semoga Berkah dan Bermanfaat
Jeda Kunjungan Dokter 33 Jam Berujung Maut, Dewan Pengawas RSUD Waluyo Jati Probolinggo Evaluasi Pelayanan
Kabar Bahagia Warga Sumenep! RSUDMA Bawa Teknologi CT Scan 64 Slice, Tak Ada Lagi Pasien Terlambat Terdiagnosis ​
Suntikan Energi Baru Pelayanan Kesehatan, Dinkes Probolinggo Sambut 24 Dokter Internsip
Hari ke-113, Detikzone.id Terus Bergerak: Jurnalisme Ihdinas Sirotol Mustaqim Menyapa Penjual Kacang, Kopi Keliling hingga Abang Becak
Cegah Stunting dari Hulu, Ketua TP PKK Sumenep Dorong Edukasi Gizi dan Konsumsi Ikan
Benteng Pencegah Wabah, Dinkes Probolinggo Perketat Data Surveilans di 33 Puskesmas
Resmi! RSUD Besuki Buka Layanan Cuci Darah, Warga Besuki Raya Tak Perlu ke Kota Lagi

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 17:34 WIB

Ratusan Karyawan CV Ayunda Pamekasan Kantongi BLT DBHCHT Rp600 Ribu, H. Bambang: Semoga Berkah dan Bermanfaat

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:24 WIB

Jeda Kunjungan Dokter 33 Jam Berujung Maut, Dewan Pengawas RSUD Waluyo Jati Probolinggo Evaluasi Pelayanan

Rabu, 30 September 2026 - 14:59 WIB

Kabar Bahagia Warga Sumenep! RSUDMA Bawa Teknologi CT Scan 64 Slice, Tak Ada Lagi Pasien Terlambat Terdiagnosis ​

Senin, 28 September 2026 - 21:15 WIB

Suntikan Energi Baru Pelayanan Kesehatan, Dinkes Probolinggo Sambut 24 Dokter Internsip

Rabu, 23 September 2026 - 19:40 WIB

Hari ke-113, Detikzone.id Terus Bergerak: Jurnalisme Ihdinas Sirotol Mustaqim Menyapa Penjual Kacang, Kopi Keliling hingga Abang Becak

Berita Terbaru

NASIONAL

Surat AI Pada Presiden dan Menhan

Kamis, 1 Okt 2026 - 15:27 WIB