Jurus Dinkes Probolinggo Kawal Mutu UMKM: Tak Sekadar Periksa, Tapi Rangkul Pelaku Usaha

Selasa, 6 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Probolinggo bergerak cepat memastikan keamanan pangan lokal. Pada Senin (5/10/2026), tim Dinkes turun langsung memeriksa sarana Industri Rumah Tangga Pangan (IRTP) di wilayah Kecamatan Kraksaan dan Besuk. Langkah ini diambil untuk mengawal komitmen penerbitan Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT) agar produk rumahan naik kelas dan aman dikonsumsi.

Petugas menyisir sejumlah pelaku usaha potensial. Di Kecamatan Kraksaan, pemeriksaan menyasar HD Fardhelia (produsen serbuk jahe serai dan kopi jahe), Dapur Uthi Windy (kerupuk tiram), serta Mbak Hos (kerupuk ketela).

Sementara di Kecamatan Besuk, tim mendatangi IRTP Sejahtera Mandiri yang memproduksi satru. Aspek yang diperiksa mencakup kebersihan tempat produksi, proses pengolahan, bahan baku, penyimpanan, hingga pengemasan dan label produk.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kabupaten Probolinggo, Sri Wahyu Utami, menegaskan bahwa agenda ini bukan sekadar ajang penilaian kaku.

“Pemeriksaan ini dilakukan untuk memastikan sarana dan proses produksi pangan rumah tangga telah memenuhi persyaratan higiene dan sanitasi. Kami ingin memastikan produk yang dihasilkan aman, bermutu, dan layak edar,” ujar Sri Wahyu.

Sri Wahyu menambahkan, petugas di lapangan mengedepankan fungsi pembinaan. Pelaku usaha dirangkul dan dibimbing agar mampu menerapkan Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) secara konsisten. Pengawasan ketat pada rantai produksi—mulai dari lingkungan kerja hingga informasi pada label menjadi kunci utama perlindungan konsumen.

Bagi Dinkes, selembar SPP-IRT adalah modal besar bagi UMKM. Sertifikat ini bukan sekadar formalitas legalitas, melainkan senjata utama untuk mendongkrak daya saing pasar dan membangun kepercayaan konsumen. Lewat pengawasan berkelanjutan ini, Dinkes Kabupaten Probolinggo berkomitmen menjaga kesehatan masyarakat sekaligus mendorong ekonomi kreatif lokal tumbuh lebih sehat dan bernilai jual tinggi.

Penulis : Moch Solihin

Berita Terkait

Ada Beban Apa Dibalik Status WA Plt Direktur RSUD Sumenep Dokter Erliyati?
Ujung Tombak Kesehatan Mandiri, Dinkes Probolinggo Gembleng Kader Siaga Aktif
Jeda Kunjungan Dokter 33 Jam Berujung Maut, Dewan Pengawas RSUD Waluyo Jati Probolinggo Evaluasi Pelayanan
Kabar Bahagia Warga Sumenep! RSUDMA Bawa Teknologi CT Scan 64 Slice, Tak Ada Lagi Pasien Terlambat Terdiagnosis ​
Suntikan Energi Baru Pelayanan Kesehatan, Dinkes Probolinggo Sambut 24 Dokter Internsip
Hari ke-113, Detikzone.id Terus Bergerak: Jurnalisme Ihdinas Sirotol Mustaqim Menyapa Penjual Kacang, Kopi Keliling hingga Abang Becak
Cegah Stunting dari Hulu, Ketua TP PKK Sumenep Dorong Edukasi Gizi dan Konsumsi Ikan
Benteng Pencegah Wabah, Dinkes Probolinggo Perketat Data Surveilans di 33 Puskesmas

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 10:09 WIB

Jurus Dinkes Probolinggo Kawal Mutu UMKM: Tak Sekadar Periksa, Tapi Rangkul Pelaku Usaha

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:06 WIB

Ada Beban Apa Dibalik Status WA Plt Direktur RSUD Sumenep Dokter Erliyati?

Jumat, 2 Oktober 2026 - 08:46 WIB

Ujung Tombak Kesehatan Mandiri, Dinkes Probolinggo Gembleng Kader Siaga Aktif

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:24 WIB

Jeda Kunjungan Dokter 33 Jam Berujung Maut, Dewan Pengawas RSUD Waluyo Jati Probolinggo Evaluasi Pelayanan

Rabu, 30 September 2026 - 14:59 WIB

Kabar Bahagia Warga Sumenep! RSUDMA Bawa Teknologi CT Scan 64 Slice, Tak Ada Lagi Pasien Terlambat Terdiagnosis ​

Berita Terbaru