Hari ke-113, Detikzone.id Terus Bergerak: Jurnalisme Ihdinas Sirotol Mustaqim Menyapa Penjual Kacang, Kopi Keliling hingga Abang Becak

Rabu, 23 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP — Perjalanan Program Sedekah Setiap Hari Detikzone.id belum berhenti. Memasuki hari ke-113, Rabu (23/9/2026), langkah kecil itu kembali bergerak menyapa masyarakat yang ditemui dalam keseharian.

Kali ini, kepedulian menyasar penjual kacang, pedagang kopi keliling hingga abang becak.

Mereka adalah wajah-wajah yang setiap hari berada di jalan, bekerja dan berjuang memenuhi kebutuhan hidup dari penghasilan yang tidak selalu pasti.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di tengah perjalanan menuju 1.001 hari, Detikzone.id terus membawa semangat Jurnalisme Ihdinas Sirotol Mustaqim—sebuah ikhtiar untuk menghadirkan kerja jurnalistik yang tidak hanya melihat dan memberitakan persoalan masyarakat, tetapi juga menumbuhkan empati terhadap kehidupan di sekitarnya.

Setelah melewati target awal 101 hari, program tersebut terus dilanjutkan sesuai kemampuan dan kelapangan yang diberikan.

Bagi Detikzone.id, bertambahnya hari bukan sekadar angka. Setiap hari menjadi pengingat bahwa kepedulian membutuhkan konsistensi.

Penerima manfaat dalam perjalanan program tersebut pun beragam. Mulai dari anak yatim, janda dhuafa, lansia, warga sakit, penyandang disabilitas, buruh harian, nelayan, pedagang kecil, pemulung, tukang becak hingga masyarakat yang bekerja secara serabutan.

Pimpinan Redaksi Detikzone.id, Igusty Madani, mengatakan perjalanan menuju 1.001 hari tentu bukan perkara mudah.

Namun, selama masih diberikan kemampuan dan ada dukungan dari keluarga besar serta para hamba Allah, ikhtiar tersebut akan terus dilanjutkan.

“Alhamdulillah, hari ini sudah memasuki hari ke-113. Setelah melewati 101 hari, kita lanjutkan perjalanan ini menuju 1.001 hari. Semoga selalu diberi kesehatan, kelancaran dan kemampuan untuk terus berbagi,” katanya.

Menurutnya, Jurnalisme Ihdinas Sirotol Mustaqim tidak dimaknai sebagai meninggalkan tugas utama pers. Sebaliknya, kerja jurnalistik tetap harus berjalan sesuai kaidah jurnalistik dan Kode Etik Jurnalistik.

Namun, ketika seorang jurnalis berhadapan langsung dengan masyarakat, ada sisi kemanusiaan yang tidak boleh hilang.

“Jurnalis tetap harus berpegang pada kaidah jurnalistik dan Kode Etik Jurnalistik. Tetapi empati juga harus ada. Ketika melihat masyarakat yang membutuhkan, sebisa mungkin kita hadir dan membantu sesuai kemampuan,” tegasnya.

Sepanjang perjalanan Program Sedekah Setiap Hari, bentuk kepedulian yang dilakukan pun beragam.

Mulai dari santunan, dukungan pendidikan dan kesehatan, ambulans gratis, rumah singgah bagi keluarga pasien, renovasi musala, bantuan material untuk rumah tidak layak huni, Al-Qur’an, sembako hingga bantuan bagi masyarakat terdampak bencana.

Salah satu jejak perjalanan tersebut adalah Musola Umum Detikzone.id di kawasan Asta Bong, Desa Jadung, Kecamatan Dungkek, Kabupaten Sumenep.

Musola tersebut kini dapat dimanfaatkan masyarakat untuk beribadah dan menjalankan kegiatan keagamaan. Tempat yang sama juga menjadi lokasi pelaksanaan Santunan Akbar dan Maulid Nabi Muhammad SAW setelah Program Sedekah Setiap Hari mencapai hari ke-101.

Bagi Detikzone.id, seluruh ikhtiar tersebut bukan untuk menggantikan tugas utama pers.

Pers tetap memiliki tanggung jawab menjalankan fungsi jurnalistik secara profesional, berimbang dan beradab. Sementara kepedulian sosial menjadi bagian dari upaya untuk menghadirkan jurnalisme empati di tengah masyarakat.

“Jangan sampai profesi hanya berhenti pada menulis dan memberitakan. Kalau ada ruang untuk membantu, kita bantu. Kalau ada yang membutuhkan perhatian, kita hadir sesuai kemampuan. Profesi juga bisa menjadi alat pengabdian dan jembatan amal saleh,” ujarnya.

Ia menyampaikan terima kasih kepada keluarga besar dan hamba Allah yang selama ini ikut membersamai perjalanan tersebut.

“Terima kasih kepada keluarga besar dan hamba Allah yang terus membersamai perjalanan ini. Semoga setiap kebaikan yang diberikan menjadi amal yang bermanfaat,” tuturnya.

Namun perjalanan masih panjang. Dari 101 hari menuju 1.001 hari, langkah tersebut terus dijalani satu demi satu.

Penjual kacang, pedagang kopi keliling, abang becak dan masyarakat kecil lainnya menjadi bagian dari perjalanan itu.

Bukan karena besar kecilnya bantuan yang menjadi ukuran, melainkan bagaimana kepedulian tetap dijaga agar tidak padam.

Sebab, Jurnalisme Ihdinas Sirotol Mustaqim bukan hanya tentang bagaimana melihat persoalan, tetapi juga tentang bagaimana menjaga hati untuk tetap peduli.

 

 

Berita Terkait

Cegah Stunting dari Hulu, Ketua TP PKK Sumenep Dorong Edukasi Gizi dan Konsumsi Ikan
Benteng Pencegah Wabah, Dinkes Probolinggo Perketat Data Surveilans di 33 Puskesmas
Resmi! RSUD Besuki Buka Layanan Cuci Darah, Warga Besuki Raya Tak Perlu ke Kota Lagi
RSUD Sumenep Sabet Penghargaan JSI, Komitmen Tingkatkan Pelayanan Kesehatan dan Pengabdian
RSUD Sumenep Raih Faskes Terbaik JKN 2026 se-Madura Raya Kategori Tipe B
Memutus Rantai Stunting dari Bangku Sekolah Saat Remaja Putri Probolinggo Komit Lawan Anemia
Cegah Risiko Kebutaan, KOMATDA dan Dinkes Probolinggo Dorong Desa Alasnyiur Jadi Desa Sehat Mata
Tampilkan Transformasi Pelayanan dan Inovasi Kesehatan, RSUD Sumenep Masuk Enam Stan Terbaik MNV 2026, Dirut: Jadi Motivasi Tingkatkan Pelayanan Bismillah Melayani

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 19:40 WIB

Hari ke-113, Detikzone.id Terus Bergerak: Jurnalisme Ihdinas Sirotol Mustaqim Menyapa Penjual Kacang, Kopi Keliling hingga Abang Becak

Kamis, 17 September 2026 - 22:44 WIB

Benteng Pencegah Wabah, Dinkes Probolinggo Perketat Data Surveilans di 33 Puskesmas

Rabu, 16 September 2026 - 17:16 WIB

Resmi! RSUD Besuki Buka Layanan Cuci Darah, Warga Besuki Raya Tak Perlu ke Kota Lagi

Selasa, 15 September 2026 - 21:59 WIB

RSUD Sumenep Sabet Penghargaan JSI, Komitmen Tingkatkan Pelayanan Kesehatan dan Pengabdian

Selasa, 15 September 2026 - 10:52 WIB

RSUD Sumenep Raih Faskes Terbaik JKN 2026 se-Madura Raya Kategori Tipe B

Berita Terbaru