SUMENEP – Setelah tujuh hari kemeriahan penuh warna, Madura Culture Festival (MCF) 2025 resmi ditutup pada Rabu malam (3/9) di Stadion A. Yani, Panglegur, Sumenep.
Penutupan berlangsung spektakuler dengan penyerahan trofi oleh Kadisbudporapar kepada pemenang lomba stand pameran pembangunan yang yang menunjukkan inovasi dan kreativitas luar biasa.
Empat OPD terbaik berhasil menyabet penghargaan stand terbaik, yakni Dinkes P2KB Sumenep, BKPSDM -Bappeda, Disdukcapil dan RSUD Sumenep.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kepala Disbudporapar Sumenep, Moh. Iksan, juga memberikan apresiasi khusus kepada para sponsor yang menjadi pilar kesuksesan festival tahunan ini.
“Kami ingin menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh sponsor yang telah mendukung Madura Culture Festival 2025. Tanpa dukungan kalian, festival ini mungkin tidak akan berjalan semarak, tidak akan mampu menghadirkan hiburan, edukasi, dan panggung ekonomi bagi UMKM lokal,” ujarnya.
Moh. Iksan, menyebut, kehadiran dan kontribusi para sponsor tidak hanya membantu kelancaran acara, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memajukan budaya dan ekonomi kreatif di Kabupaten Sumenep.
“Dengan sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sponsor, kita bisa membangun festival yang bukan hanya meriah, tetapi juga berdampak nyata bagi pengembangan budaya, pelaku UMKM, dan masyarakat luas. Kami berharap kolaborasi ini terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya, sehingga MCF bisa menjadi ikon budaya yang membawa manfaat sosial dan ekonomi bagi seluruh warga Sumenep,” ujarnya.
Selama tujuh hari, festival menampilkan lebih dari 10 agenda kegiatan, mulai dari penampilan budaya 10 kabupaten/kota di Tapal Kuda, Go Sumenep Fun Run 5K, festival tembakau, festival kopi, melinting rokok, hingga pameran stand. Lebih dari 22 ribu pengunjung tercatat hadir, menjadikan MCF 2025 sebagai panggung kolaborasi lintas sektor dan energi positif bagi Sumenep..
“Sponsor merupakan bagian penggerak utama bagi UMKM lokal agar produk mereka dikenal lebih luas. Kolaborasi ini akan terus diperkuat,” pungkasnya.
Festival terbukti menjadi katalisator ekonomi lokal. Lebih dari 200 pelaku UMKM memamerkan produk unggulan.
Salah satu pelaku, Bu Murni, mengaku penjualannya meningkat hampir 300% dibanding hari biasa.
MCF 2025 membuktikan bahwa budaya, UMKM, dan sponsor dapat bersinergi dalam rangka membuka peluang ekonomi kerakyatan, memperluas jangkauan produk lokal, serta memperkuat reputasi Sumenep sebagai pusat kreativitas dan budaya Madura.
Penulis : Redaksi







