Tingkatkan Ekonomi Lokal, Pemkot Semarang Akan Perbanyak Kegiatan Seni Budaya di 2026

Minggu, 19 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SEMARANG, Detikzone.id – Pemerintah Kota Semarang menegaskan komitmennya untuk memperbanyak kegiatan seni dan budaya sebagai strategi memperkuat perekonomian masyarakat pada tahun 2026 mendatang.

Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng, menyampaikan hal tersebut saat menutup Lomba Melukis Payung dan Kipas 2025 yang digelar Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang di Uptown Mall BSB, Kecamatan Mijen, Minggu (19/10).

Agustina menjelaskan, kegiatan seni seperti lomba melukis ini dapat menjadi ruang ekspresi masyarakat sekaligus sarana penggerak ekonomi daerah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia mendorong Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk menjadwalkan kegiatan serupa secara rutin dan melibatkan seluruh kecamatan.

“Saya minta lomba ini bisa menjadi agenda berkala. Tiap kecamatan bisa menyelenggarakan pada waktu yang sama, sehingga tercipta festival payung dan kipas yang menampilkan hasil karya warga dari berbagai wilayah,” ujarnya.

Ia menilai, kegiatan berbasis komunitas memiliki dampak ekonomi yang signifikan. Dengan semakin banyaknya event seni dan budaya, aktivitas UMKM serta sektor pendukung lainnya akan ikut tumbuh.

Saat ini, pertumbuhan ekonomi Kota Semarang menunjukkan tren positif dan ditargetkan bisa mencapai 8 persen di akhir tahun.

“Ketika masyarakat ikut memamerkan karya, otomatis lingkungan juga akan dibersihkan dan aktivitas ekonomi meningkat. Dari UMKM hingga sektor jasa akan ikut bergerak,” tambahnya.

Lomba Melukis Payung dan Kipas 2025 diikuti oleh sekitar 400 peserta dari berbagai kalangan. Lomba melukis kipas dilaksanakan pada Sabtu (18/10), sementara lomba melukis payung digelar Minggu (19/10).

Tema yang diangkat, “Warak Ngendog”, dipilih untuk menggambarkan harmoni tiga budaya besar di Semarang—Jawa, Arab, dan Tionghoa—serta sebagai upaya melestarikan budaya lokal secara kreatif.

Agustina menilai bahwa memperkenalkan Warak Ngendog melalui media seni seperti payung dan kipas merupakan cara efektif untuk mempromosikan ikon kota sekaligus mengembangkan potensi ekonomi kreatif. Produk hasil lomba dapat menjadi suvenir khas yang menarik bagi wisatawan.

“Yang membanggakan, para peserta berasal dari berbagai tingkatan, mulai anak-anak, remaja, hingga seniman profesional. Mereka saling menginspirasi dan memacu kreativitas satu sama lain. Saya yakin di tahun-tahun berikutnya kualitas karya akan semakin baik,” tuturnya.

Melalui strategi ini, Pemkot Semarang berharap sektor seni dan budaya tidak hanya menjadi sarana pelestarian nilai-nilai lokal, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat yang berkelanjutan.

Penulis : Mualim

Berita Terkait

Bukan Sekadar Formalitas Kertas: DPUPR Probolinggo Genjot Jasa Konstruksi Lokal Kuasai TKDN
Darurat Narkoba: Langkah Nyata Kapolri dan Tanggung Jawab Bersama Seluruh Bangsa
Ironi Gapura Selamat Datang Pemalang: Tumpukan Sampah Jadi Pemandangan Pertama, DLH Janji Bertindak
Komitmen Tanpa Kompromi Yakuza Maneges: Amankan dan Serahkan Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Anak di Kediri ke Polisi
Haji Her Pamekasan Buka Cabang Imawa di Bali, Kejutan Dua Hadiah Umrah Bikin Suasana Haru
Tamansari Bersholawat! Parade Istimewa LASQI Kabupaten Bogor, 8 Desa Unjuk Bakat, Qasidah Nurul Hidayah Raih Juara Pertama
Komitmen Sosial Kemanusiaan, Yakuza Maneges S&S Salurkan Air Bersih untuk 300 Warga Nyemoh Timur Semarang
Sinergi Humanis di Jalur Samsat Kraksaan: Saat Ketertiban dan Pajak Dikemas Tanpa Sekat

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:12 WIB

Bukan Sekadar Formalitas Kertas: DPUPR Probolinggo Genjot Jasa Konstruksi Lokal Kuasai TKDN

Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:07 WIB

Darurat Narkoba: Langkah Nyata Kapolri dan Tanggung Jawab Bersama Seluruh Bangsa

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:30 WIB

Ironi Gapura Selamat Datang Pemalang: Tumpukan Sampah Jadi Pemandangan Pertama, DLH Janji Bertindak

Kamis, 15 Oktober 2026 - 09:24 WIB

Komitmen Tanpa Kompromi Yakuza Maneges: Amankan dan Serahkan Terduga Pelaku Kekerasan Seksual Anak di Kediri ke Polisi

Senin, 12 Oktober 2026 - 08:14 WIB

Haji Her Pamekasan Buka Cabang Imawa di Bali, Kejutan Dua Hadiah Umrah Bikin Suasana Haru

Berita Terbaru

PEMERINTAHAN

Bupati Tongtong Sumenep: Pemimpin Penjaga Warisan Budaya Madura

Minggu, 18 Okt 2026 - 16:27 WIB

TNI-POLRI

Polisi Ungkap Dugaan Kasus Sabu di Nonggunong Sumenep

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:51 WIB