Pemkot Yogyakarta Ajak Peserta Jambore Pemuda Daerah Jadi Agen agen bank Sampah 

Sabtu, 6 Juli 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

UMBULHARJO- Pemerintah Kota Yogyakarta mengajak peserta Jambore Pemuda Daerah tahun 2024 untuk terlibat dalam mengelola sampah lantaran kebijakan desentralisasi sampah harus dilakukan secara mandiri di tingkat kota.

Peserta Jambore Pemuda Daerah diharapkan bisa menjadi agen-agen di bank sampah di wilayah masing-masing.

Sekretaris Daerah Pemkot Yogyakarta sekaligus Ketua Forum Bank Sampah Kota Yogyakarta, Aman Yuriadijaya mengatakan tema Jambore Pemuda Daerah tahun ini tidak jauh dengan tematik lingkungan hidup. Hal itu sejalan dengan permasalahan yang dihadapi Kota Yogyakarta yakni sampah karena harus dikelola di tingkat kota dengan kebijakan desentralisasi pengelolaan sampah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Yang harus menjadi perhatian adalah sampah. Sekarang sampah harus dikelola sendiri Kota Yogyakarta. Maka tugas kita mendorong sampah dikelola,” kata Aman saat pembukaan Jambore Pemuda Daerah di ruang pertemuan UPT Logam Kota Yogyakarta, Jumat (5/7/2024).

Aman berharap Gerakan Resik-resik Kota (Gresek) yang digagas Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Yogyakarta tidak hanya berhenti pada kegiatan pembersihan. Tapi juga harus ada pengelolaan dengan melibatkan para pemuda seperti peserta Jambore Pemuda Daerah. Pengelolaan sampah dengan pemilahan sampah organik dan anorganik. Aman menyebut 60 persen sampah adalah sampah organik dan sisanya sampah anorganik.

“Kita harus menyiapkan apa yang harus dilakukan terhadap sampah anorganik dan organik. Oleh karenanya saya ingin (pemuda) mulai memikirkan itu. Untuk yang anorganik, bawalah ke bank sampah,” paparnya.

Sedangkan sampah organik pihaknya berharap dikelola di masing-masing rumah tangga. Terutama sampah organik basah. Teknologi pengelolaan sampah organik bisa dikoordinasikan dengan Dinas Lingkungan Hidup Kota Yogyakarta. Misalnya dengan biopori.  Dengan pengelolaan sampah anorganik di bank sampah dan organik dikelola di tingkat rumah, sehingga sampah yang dibuang ke depo-depo adalah sampah residu.

Usai pembukaan, para peserta Jambore Pemuda Daerah tahun  2024 diajak melihat pengelolaan sampah di Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) Kranon. Sub Koordinator Kelompok Substansi Pembinaan Kepemudaan Disdikpora Kota Yogyakarta Mugi Suyatno menyampaikan peserta Jambore Pemuda Daerah diajak ke TPS 3R Kranon untuk mendekatkan dengan isu pengelolaan sampah. Para peserta juga akan mendapatkan materi terkait pengelolaan sampah plastik. Jambore Pemuda Daerah Kota Yogyakarta 2024 mengambil tema terkait pengelolaan sampah yaitu ubah plastik menjadi estetik.

“Ini terkait dengan dukungan pemuda untuk gerakan zero sampah anorganik di Kota Yogyakarta. Terutama terkait  pengelolaan sampah di mana para pemuda kami tempatkan sebagai agen-agen perubahan berkaitan dengan dukungan ataupun lebih peka terhadap isu tentang pengurangan sampah anorganik dan pengelolaan sampah secara keseluruhan,” terang Mugi.

Jambore Pemuda Daerah Kota Yogyakarta yang diadakan pada 5-7 Juli 2024 itu diikuti 50 pemuda dan pemudi perwakilan dari 14 kemantren di Kota Yogyakarta. Dia menuturkan Jambore Pemuda Daerah adalah kegiatan rutin dan turunan dari kegiatan provinsi dan nasional. Sesuai tema, Jambore Pemuda Daerah tahun ini diharapkan menghasilkan 50 pemuda sebagai agen bagian dari Gresek Disdikpora Kota Yogyakarta dan agen di bank sampah.

“Sebagai kader-kader terutama keterlibatan mereka secara aktif sebagai agen-agen di bank sampah di wilayah masing-masing. Itu yang kami harapkan,” ujarnya.

Salah satu peserta Jambore Pemuda Daerah tahun 2024, Arba Adhya mengaku tema yang diangkat terkait pengelolaan sampah sangat menarik. Setelah melihat sendiri pengelolaan sampah di TPS 3R Kranon menurutnya harus ada kesadaran untuk mulai mengelola sampah dengan 3R.

“Menurut saya sangat menarik karena di kota Yogyakarta permasalahan yang dihadapi adalah banyak sampah. Kesadaran dari sendiri sampah harus dipilah,” tandas Adhya pemudi asal Gunungketur itu.

 

Penulis : Rio

Berita Terkait

Semarak HUT ke-81 RI, GMBI KSM Sangkapura Gelar Lomba Dayung, Tarik Tambang dan Panjat Pinang
Renungan Suci TMP Jokotole, Bupati Fauzi Tabur Bunga dan Berdoa untuk Para Pejuang Bangsa
Pemkab Sumenep Alihkan Lahan Sport Center Jadi Sekolah Rakyat, 7,1 Hektare Disiapkan untuk Masa Depan Anak Bangsa
Murid Menjemput Sejarah, Cara Dindik Jatim Tanamkan Karakter dan Semangat Nasionalisme 
Dikukuhkan di Pendopo Keraton, Bupati Sumenep Dorong Paskibraka Jadi Generasi Berintegritas
10 Raperda Sumenep Masuk Fasilitasi Pemprov Jatim, Bapemperda Kejar Target Rampung Akhir Tahun
Bupati Sumenep Tantang Paskibraka Jadi Teladan Generasi Muda dan Penjaga Semangat Kebangsaan
Tekan Kemiskinan di Sumenep, BRIDA dan UIN Madura Bongkar Strategi Penguatan Ekonomi

Berita Terkait

Minggu, 16 Agustus 2026 - 12:51 WIB

Semarak HUT ke-81 RI, GMBI KSM Sangkapura Gelar Lomba Dayung, Tarik Tambang dan Panjat Pinang

Minggu, 16 Agustus 2026 - 12:14 WIB

Renungan Suci TMP Jokotole, Bupati Fauzi Tabur Bunga dan Berdoa untuk Para Pejuang Bangsa

Minggu, 16 Agustus 2026 - 10:52 WIB

Murid Menjemput Sejarah, Cara Dindik Jatim Tanamkan Karakter dan Semangat Nasionalisme 

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:28 WIB

Dikukuhkan di Pendopo Keraton, Bupati Sumenep Dorong Paskibraka Jadi Generasi Berintegritas

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 23:21 WIB

10 Raperda Sumenep Masuk Fasilitasi Pemprov Jatim, Bapemperda Kejar Target Rampung Akhir Tahun

Berita Terbaru