Peletakan Batu Pertama Tugu Sianipar Purbaraja: Simbol Persatuan dan Penghormatan kepada Leluhur

Selasa, 11 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Toba – Pagi ini, marga Sianipar Purbaraja menandai momen bersejarah dengan peletakan batu pertama pembangunan Tugu Sianipar Purbaraja di Desa Sianipar Sihail-hail, Dusun Siopat-Opat, Balige, Kabupaten Toba, Provinsi Sumatera Utara. Selasa (11/11/2025)

Acara yang dihadiri sekitar 300 orang ini menjadi perwujudan impian yang telah didambakan selama tiga dekade.

Dipilihnya tanggal 11 November 2025 bukan tanpa makna. Tanggal yang dianggap baik ini menjadi saksi dimulainya pembangunan tugu setinggi 22 meter dengan area seluas 640 meter persegi, belum termasuk pembukaan jalan menuju Bypass Balige.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Acara dimulai dengan ibadah Oikumene, dilanjutkan dengan upacara adat, dan puncaknya adalah peletakan batu pertama yang dilakukan oleh Komjen (Purn) Togar M. Sianipar, Kapolres Toba AKBP V.J. Parapaga S.I.K, Ketua Panitia Pembangunan Tugu, Ev. St. Thamrin Sianipar, Perwakilan Sianipar Jakarta, Baharaja Sianipar, perwakilan Sianipar Bonapasogit, Sopar Sianipar, dan Ketua BPH Sianipar Purbaraja, Milton E. Sianipar. Acara ditutup dengan makan bersama sebagai simbol kebersamaan.

Komjen.Pol. (Purn) Togar M. Sianipar, selaku Penasehat Marga Sianipar, menyampaikan makna mendalam di balik pembangunan tugu ini.

“Kami membangun Tugu Sianipar Purbaraja ini sebagai simbol persatuan dari marga Sianipar, menghormati para leluhur kami Sianipar Purbaraja dan menjalankan perintah Tuhan untuk selalu menghormati orang tua,” ujarnya.

Tugu ini memiliki filosofi khusus dengan simbol pohon beringin di bagian atas tugu.

“Pohon beringin melambangkan kekuatan dengan akar yang kuat, batang yang kokoh, dan daun yang rimbun. Ini menyimbolkan bahwa marga Sianipar memiliki pondasi kuat dalam budaya dan tradisi yang dapat dipelihara hingga ke anak cucu.

“Rimbun daun beringin juga melambangkan bahwa kami berada dalam naungan Allah Yang Maha Kasih, sehingga tercipta damai sejahtera di antara semua pomparan Sianipar Purbaraja,” jelasnya.

Kapolres Toba, AKBP V.J. Parapaga S.I.K, menyatakan dukungan penuh terhadap inisiatif ini.

“Sebagai Kapolres Toba, saya mendukung kegiatan ini sebagai bentuk mencintai budaya. Simbol beringin mengingatkan agar kita tidak boleh kehilangan akar budaya kita. Kepolisian Resort Toba mendukung pembangunan tugu hingga rencana peresmiannya yang diharapkan pada Juni 2026,” katanya.

Ketua Panitia Pembangunan Tugu, Ev.St.Thamrin Sianipar, mengungkapkan bahwa pembangunan tugu ini merupakan impian yang sudah lama didambakan.

“Filosofi tugu adalah simbol kesatuan hati semua Sianipar Purbaraja. Mengingat, saat ini makam leluhur kami Sianipar Purbaraja sangat sederhana-kurang layak sebagai makam leluhur Sianipar Purbaraja, maka baru sekarang di tanggal baik 11 bulan 11 tahun 2025 kami bisa mewujudkannya dengan peletakan batu pertama,” ungkapnya.

Sementara itu, Sopar Sianipar, perwakilan Sianipar Bonapasogit yang adalah warga dusun Siopat-Opat, menambahkan bahwa rencana ini sudah dibicarakan sejak 30 tahun lalu. “Makna pembangunan tugu bagi kami Sianipar di Bonapasogit adalah persatuan keluarga besar Sianipar.

“Semoga dengan adanya simbol tugu ini, kami semakin saling bergandeng tangan untuk budaya, sosial, pendidikan, dan lainnya. Biaya akan kami kumpulkan dari semua marga Sianipar Purbaraja. Maka kami mengajak agar semua keturunan marga Sianipar Purbaraja untuk saling bahu membahu mewujudkan pembangunan tugu leluhur kita,” tuturnya.

Acara yang dihadiri oleh rombongan marga Sianipar dari Jakarta, Medan, Siantar, dan berbagai kota lain ini tidak hanya menjadi perayaan budaya. Komjen (Pur) Togar Sianipar menyerukan agar seluruh pomparan Sianipar Purbaraja untuk bersatu mendukung pembangunan tugu melalui kontribusi finansial, waktu, tenaga, dan pikiran.

Dengan target peresmian pada Juni 2026, Tugu Sianipar Purbaraja diharapkan menjadi simbol kebanggaan dan warisan budaya yang dapat menginspirasi generasi mendatang untuk tetap menjaga dan memelihara kebesaran budaya Batak.

Berita Terkait

Dukung Ketahanan Pangan, SPPG 2 Polres Kediri Plosoklaten Kembangkan Budidaya Lele dan Sayuran
Mari Meriahkan Soekarno Fun Run 2026, Event Swadaya yang Menyatukan Sumenep
Data SDGs 2026 Desa Hebing: Berpijak Fakta, Wujudkan Pembangunan Tepat Sasaran
Tinjau Wilayah Terdampak Gangguan Air PDAM, Mbak Wali Pastikan Penanganan Cepat untuk Warga
Dampak Cuaca Ekstrem, Ratusan Nelayan di Pemalang Tidak Melaut
Menikmati Kopi Tanpa Gula dan Jadah Goreng Hangat Pemecah Kantuk Tol Trans Jawa
Mahasiswa STMIK Tazkia Jalankan Business Coaching dengan Praktik Real-Bisnis dari Nol
Mantan Menparekraf Rekomendasikan E-Book “Yudi The Connector” Sebagai Bacaan Yang Inspiratif

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:51 WIB

Dukung Ketahanan Pangan, SPPG 2 Polres Kediri Plosoklaten Kembangkan Budidaya Lele dan Sayuran

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:37 WIB

Mari Meriahkan Soekarno Fun Run 2026, Event Swadaya yang Menyatukan Sumenep

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:34 WIB

Data SDGs 2026 Desa Hebing: Berpijak Fakta, Wujudkan Pembangunan Tepat Sasaran

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:52 WIB

Tinjau Wilayah Terdampak Gangguan Air PDAM, Mbak Wali Pastikan Penanganan Cepat untuk Warga

Kamis, 11 Juni 2026 - 16:51 WIB

Dampak Cuaca Ekstrem, Ratusan Nelayan di Pemalang Tidak Melaut

Berita Terbaru