Pasien Miskin di Sumenep Terpaksa Ngutang untuk Bayar Tagihan 3,4 Juta RSI Kalianget, Bani Insan Peduli Hadir Sebagai Penyelamat

Selasa, 18 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bani Insan Peduli (BIP) menyerahkan bantuan sebesar Rp3,5 juta kepada Mawiya.

Bani Insan Peduli (BIP) menyerahkan bantuan sebesar Rp3,5 juta kepada Mawiya.

SUMENEP — Usai viralnya berita tentang Mawiya (44), pasien miskin asal Desa Romben Rana yang dikenai tagihan rumah sakit setelah menolak amputasi di RSI Kalianget, Yayasan Bani Insan Peduli (BIP) langsung bergerak cepat. Tanpa menunggu waktu, sejumlah anggota BIP turun pada malam hari menuju Dusun Kebun untuk menyerahkan bantuan sebesar Rp3,5 juta kepada keluarga tersebut, Selasa, 18/11/2025, malam.

Kehadiran BIP menjadi angin segar bagi keluarga yang tengah berada dalam tekanan ekonomi dan psikologis. Tidak hanya membawa bantuan finansial, mereka juga memberikan dukungan moral di tengah situasi yang serba sulit.

Ketua Yayasan BIP, Ali Zainal Abidin, menegaskan bahwa langkah cepat ini dilakukan sebagai bentuk respon kemanusiaan .

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kami hanya membantu meringankan bebannya. Ini panggilan kemanusiaan, bukan perkara besar kecilnya bantuan, tapi kepedulian kepada sesama,” ujarnya.

“Kami hanya ingin hadir sebagai saudara. Semoga bantuan ini memberi kelegaan dan menjadi pengingat bahwa mereka tidak sendirian,” tambahnya.

Bantuan tersebut disambut penuh haru oleh Mawiya dan keluarganya.

“Terima kasih Pak Ali Zainal Abidin. Semoga Allah membalas kebaikannya,” ucapnya.

Suaminya, Murang (47), juga mengaku terharu melihat ada pihak yang datang malam hari hanya untuk memastikan keluarganya tidak menghadapi persoalan itu sendirian.

“BIP hadir sebagai penyelamat hati kami. Saat kami bingung harus bagaimana, mereka datang memberi semangat,” tuturnya.

Mawiya sebelumnya dikenai tagihan Rp3.450.314 setelah menolak amputasi jari kaki yang direkomendasikan dokter. Padahal, pasien berhak menolak tindakan medis sesuai peraturan.

Ia dirawat sejak 13–16 November 2025 akibat komplikasi diabetes. Penolakan terhadap amputasi membuat keluarga terpuruk setelah tagihan muncul dan memberatkan ekonomi mereka.

Kasus ini kemudian viral di media sosial, memicu pembahasan publik mengenai hak pasien dan perlindungan bagi warga miskin.

Aksi cepat BIP menjadi pengingat bahwa masyarakat kecil tidak hanya membutuhkan jaminan kesehatan, tetapi juga pendampingan, empati, dan layanan yang benar-benar berpihak pada kemanusiaan.

Keluarga Mawiya berharap bantuan yang diterima menjadi langkah awal dari hadirnya solusi dan perhatian lebih serius terhadap warga miskin yang mengalami persoalan serupa.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Hari ke-103 Sedekah Setiap Hari, Detikzone.id: Jurnalis Tak Hanya Dikenang Lewat Tulisan, Tapi Lewat Kebaikan yang Ditinggalkan
Gerakan Green Garden, KKN Posko 24 Ajak PP Al-Anwar Mulai Peduli Lingkungan dari Hal Kecil
Tempo Berjudi di Madura 
Hari ke-102, Program Sedekah Setiap Hari Detikzone.id di Sumenep Terus Menebar Manfaat
PKDI Cup II 2026 Masuk Grand Final, Ketua PKDI Sumenep H. Ubaid Abdul Hayat Ajak Masyarakat Ramaikan Stadion Gelora Bangkalan
PKDI Sumenep Apresiasi Eksistensi RRI di Usia 81 Tahun
Klarifikasi Ponpes Ash-Sholihah Sleman Terkait Kasus Dugaan Asusila: Tegaskan NH Menantu, Bukan Pengasuh
Bagikan Informasi Terbaru Terkait Kebijakan Pangan Indonesia, Menko Pangan dan Mbak Wali Hadiri Pengajian Maulid Nabi di Ponpes Al-Amien

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 20:55 WIB

Hari ke-103 Sedekah Setiap Hari, Detikzone.id: Jurnalis Tak Hanya Dikenang Lewat Tulisan, Tapi Lewat Kebaikan yang Ditinggalkan

Sabtu, 12 September 2026 - 19:27 WIB

Gerakan Green Garden, KKN Posko 24 Ajak PP Al-Anwar Mulai Peduli Lingkungan dari Hal Kecil

Sabtu, 12 September 2026 - 17:59 WIB

Tempo Berjudi di Madura 

Jumat, 11 September 2026 - 21:14 WIB

Hari ke-102, Program Sedekah Setiap Hari Detikzone.id di Sumenep Terus Menebar Manfaat

Jumat, 11 September 2026 - 18:11 WIB

PKDI Cup II 2026 Masuk Grand Final, Ketua PKDI Sumenep H. Ubaid Abdul Hayat Ajak Masyarakat Ramaikan Stadion Gelora Bangkalan

Berita Terbaru

SOSBUD

Tempo Berjudi di Madura 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 17:59 WIB