Strategi Investasi untuk Pertumbuhan Bisnis Jangka Panjang

Rabu, 19 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Nasional – Dalam dekade terakhir, minat masyarakat Indonesia terhadap investasi berbasis syariah meningkat pesat.

Data OJK menunjukkan jumlah investor syariah tumbuh dari 89.000 pada 2019 menjadi lebih dari 126.000 pada 2023, atau naik sekitar 41% dalam empat tahun. Pertumbuhan ini bukan sekadar tren religius, tetapi juga respon terhadap meningkatnya kesadaran akan pentingnya investasi yang etis, transparan, dan bebas riba.

Fenomena tersebut membuka ruang diskusi mengenai bagaimana strategi investasi syariah dapat mendorong pertumbuhan bisnis jangka panjang secara berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

 Isu yang Terjadi: Tantangan Membangun Bisnis Berbasis Syariah di Era Kompetitif
Meskipun potensinya besar, ekosistem bisnis dan investasi syariah masih menghadapi beberapa isu krusial:
a. Minimnya literasi keuangan syariah
Survei OJK tahun 2022 menunjukkan bahwa indeks literasi keuangan syariah baru mencapai 9,14%, jauh dibandingkan literasi keuangan nasional sebesar 49,68%.

Artinya, sebagian besar masyarakat belum memahami prinsip investasi halal seperti no riba, no gharar, no maysir, meski sebenarnya memiliki minat.
b. Akses produk investasi syariah masih terbatas Dibandingkan produk konvensional, jumlah instrumen syariah lebih sedikit. Contohnya, dari lebih dari 800 saham di BEI, hanya sekitar halal 60–70% yang masuk Daftar Efek Syariah (DES) setiap periodenya. Kondisi ini membuat diversifikasi—sebuah prinsip penting dalam strategi investasi—menjadi lebih menantang.

c. Salah kaprah terhadap risiko dan return

Masih ada anggapan bahwa investasi syariah selalu memberikan return lebih rendah. Padahal, data Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI) menunjukkan pertumbuhan rata-rata tahunan lebih kompetitif dibanding beberapa indeks konvensional, terutama pada periode ekonomi stabil.

Strategi Investasi Syariah untuk Pertumbuhan Bisnis Jangka Panjang

Untuk mencapai pertumbuhan bisnis berkelanjutan, beberapa strategi berikut dapat diterapkan:

a. Diversifikasi pada instrumen halal
Walaupun instrumen syariah terbatas, diversifikasi tetap penting. Beberapa pilihan yang umum digunakan mahasiswa maupun pengusaha pemula antara lain:

• Saham syariah (DES)
• Reksa dana syariah (termasuk sukuk-based)
• Sukuk ritel (SR) dan Sukuk Tabungan (ST)
• Crowdfunding syariah berbasis bagi hasil
Strategi ini mengurangi risiko sistematis dan memperluas peluang pertumbuhan aset.

b. Fokus pada sektor riil yang stabil

Dalam konteks bisnis, sektor yang paling konsisten pertumbuhannya di Indonesia antara lain:

• makanan dan minuman halal,
• kesehatan dan farmasi,
• energi terbarukan,
• teknologi dan jasa digital.
Laporan Global Islamic Economy 2024 menempatkan Indonesia dalam 5 besar dunia untuk potensi ekonomi halal, sehingga peluang investasi di sektor-sektor tersebut sangat prospektif.

c. Terapkan prinsip value investing versi syariah

Selain memastikan kesesuaian syariah, investor dapat memilih bisnis dengan:
• rasio utang rendah,
• arus kas stabil,
• manajemen transparan,
• produktivitas tinggi,
• prospek jangka panjang jelas.
Strategi ini terbukti efektif bahkan di pasar konvensional, dan menjadi semakin kuat ketika dikombinasikan dengan filter syariah.

d. Menggunakan akad kemitraan untuk ekspansi bisnis

Bagi pengusaha, dua skema utama yang mendukung pertumbuhan jangka panjang adalah:

• Musyarakah → kerja sama modal dengan risiko dan keuntungan dibagi proporsional.
• Mudharabah → pemilik modal (shahibul maal) memberikan dana kepada pengelola (mudharib) untuk mengembangkan bisnis.

Dampak Strategi Investasi Syariah: Ekonomi Tumbuh, Keadilan Terjamin
Jika strategi investasi syariah diterapkan secara luas, dampaknya signifikan untuk individu maupun negara.

a. Pertumbuhan bisnis berkelanjutan
Pembiayaan syariah meningkatkan likuiditas sektor riil.

Data OJK menunjukkan bahwa perusahaan berbasis syariah memiliki tingkat pertumbuhan penjualan 10–15% lebih stabil dibanding beberapa perusahaan konvensional di sektor yang sama.

b. Mengurangi ketimpangan ekonomi
Karena mekanisme bagi hasil mendorong pemerataan keuntungan, model syariah dianggap lebih inklusif untuk masyarakat menengah dan bawah.

c. Meningkatkan ketahanan ekonomi nasional

Transaksi berbasis aset nyata memperkuat fundamental ekonomi sehingga tidak mudah terpukul oleh fluktuasi pasar global.

Penutup

Strategi investasi syariah bukan hanya pilihan religius, tetapi model yang relevan untuk menghadapi tantangan ekonomi modern. Dengan mengedepankan transparansi, keadilan, dan keberlanjutan, investasi syariah terbukti mampu mendukung pertumbuhan bisnis jangka panjang. Namun tantangan seperti literasi rendah dan terbatasnya instrumen tetap perlu diatasi melalui edukasi, inovasi produk, dan dukungan pemerintah.

Penulis: Khaulah Aidilan Affah, Mahasiswa Semester 1 Jurusan Teknik Informatika, STMIK Tazkia Bogor

Berita Terkait

Diskominfo Sumenep Siapkan Layanan Informasi Publik Terintegrasi hingga Tingkat Desa
DUOMAMA Resmi Diluncurkan! SDN Panaongan III Jadi Pelopor Kebangkitan Bahasa dan Budaya Madura di Pasongsongan Sumenep
Bongkar Sindikat Buzzer Penyebar Hoaks, FORKOGAKUM Apresiasi Ketegasan Ditreskrimum Polda Metro Jaya
Polusi Debu PG Pesantren Baru Memicu Kemarahan Warga, Produksi Diminta Dihentikan Jika Tak Ada Solusi
Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani Apresiasi Dhoho Night Carnival 2026, Mbak Wali Dorong Wisata Berbasis Budaya dan Kreativitas
Tuai Pujian Utusan Khusus Presiden, Ini Fakta Unik Tentang Busana DNC Wali Kota Kediri
Porprov XII NTB Dinilai Beri Dampak Ekonomi Besar, KAMMI NTB Dorong Persiapan PON 2028
KSR PMI Unit PPGI Gelar Donor Darah, Wujud Kepedulian dalam Dies Natalis ke-24 Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 17:51 WIB

Diskominfo Sumenep Siapkan Layanan Informasi Publik Terintegrasi hingga Tingkat Desa

Kamis, 30 Juli 2026 - 13:47 WIB

DUOMAMA Resmi Diluncurkan! SDN Panaongan III Jadi Pelopor Kebangkitan Bahasa dan Budaya Madura di Pasongsongan Sumenep

Selasa, 28 Juli 2026 - 18:19 WIB

Bongkar Sindikat Buzzer Penyebar Hoaks, FORKOGAKUM Apresiasi Ketegasan Ditreskrimum Polda Metro Jaya

Senin, 27 Juli 2026 - 17:59 WIB

Polusi Debu PG Pesantren Baru Memicu Kemarahan Warga, Produksi Diminta Dihentikan Jika Tak Ada Solusi

Senin, 27 Juli 2026 - 09:35 WIB

Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani Apresiasi Dhoho Night Carnival 2026, Mbak Wali Dorong Wisata Berbasis Budaya dan Kreativitas

Berita Terbaru