Nikmatnya Kopi Peceng Sumenep

Jumat, 19 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: Cangkir Kopi Peceng yang pekat dan harum, menjadi simbol kopi tradisional favorit warga Sumenep.

Keterangan Foto: Cangkir Kopi Peceng yang pekat dan harum, menjadi simbol kopi tradisional favorit warga Sumenep.

SUMENEP — Bukan orang Sumenep jika belum pernah mengecap rasa Kopi Peceng. Lebih dari sekadar minuman, Kopi Peceng telah menjelma menjadi identitas rasa dan ruang sosial masyarakat Madura, khususnya di Kabupaten Sumenep.

Berdiri sejak tahun 2012, Kopi Peceng telah melewati belasan tahun perjalanan dengan tetap mempertahankan cita rasa kopi tradisional yang konsisten. Berlokasi di sebuah warung pojok sederhana di depan Hotel Myze Sumenep, tempat ini justru menjadi magnet bagi berbagai kalangan, mulai dari warga lokal, pelajar, pekerja, hingga tamu luar daerah.

Meski tampil apa adanya, Kopi Peceng dikenal luas tidak hanya di Sumenep, tetapi juga merambah hingga Pamekasan dan Sampang. Popularitas tersebut tumbuh secara alami, dari cerita ke cerita, dari cangkir ke cangkir, tanpa kehilangan akar tradisinya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Owner Kopi Peceng, Sumiati (kelahiran 1984), menuturkan bahwa konsistensi rasa dan kesederhanaan menjadi kunci bertahannya usaha ini di tengah gempuran kopi modern.

“Kami sejak awal tidak ingin mengubah jati diri kopi tradisional. Yang penting rasa tetap sama, cara menyeduh tetap dijaga, dan pelanggan merasa nyaman,” ujar Sumiati.

Ia menambahkan, Kopi Peceng bukan hanya soal kopi, tetapi juga tentang kebiasaan dan kebersamaan. Banyak pelanggan yang datang bukan semata untuk minum kopi, melainkan untuk berbincang, bertukar cerita, dan melepas penat.

Sementara itu, suaminya, Fauzan, yang akrab disapa Pak Peceng, menyebut bahwa Kopi Peceng lahir dari kesederhanaan dan ketekunan.

 “Kami tidak pernah berpikir besar di awal. Yang penting jujur dalam rasa dan pelayanan. Kalau kopi enak dan orang merasa betah, mereka akan kembali sendiri,” tuturnya.

Keberadaan Kopi Peceng menjadi contoh bahwa usaha kecil berbasis kearifan lokal mampu bertahan dan berkembang tanpa kehilangan karakter. Di tengah maraknya tren kedai kopi modern, Kopi Peceng tetap berdiri sebagai simbol konsistensi, kesahajaan, dan kekuatan rasa kopi Madura.

Bagi masyarakat Sumenep, Kopi Peceng bukan hanya minuman, melainkan bagian dari perjalanan hidup tempat kenangan diracik bersama aroma kopi yang tak pernah berubah.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Resto Lotus Sajikan Ikan Gurami yang Menggugah Selera dan Jadi Menu Favorit Pengunjung di Kota Keris Sumenep
Buka dari Sore hingga Malam, SkY Coffee Grounds Samping Mr Ball Sumenep Langsung Jadi Pusat Keramaian
Baru Dibuka, Langsung Meledak! SkY Coffee Grounds Jadi Primadona Baru Sumenep
Dinkes Probolinggo Perkuat Kapasitas Pelaku IRTP Melalui Bimtek Keamanan Pangan
Pemeriksaan KPK Warnai Upaya Realisasi KEK Tembakau Madura
Talk Show Inklusi Keuangan Syariah, BPRS Bhakti Sumekar Sumenep Perkuat Ekonomi Umat
PANCA AMPERA vs Ketimpangan: Gus Lilur Desak Perubahan Besar Industri Rokok
Haji HER Pamekasan Pahlawan Ekonomi Rakyat Madura

Berita Terkait

Sabtu, 18 April 2026 - 16:34 WIB

Resto Lotus Sajikan Ikan Gurami yang Menggugah Selera dan Jadi Menu Favorit Pengunjung di Kota Keris Sumenep

Jumat, 17 April 2026 - 23:01 WIB

Buka dari Sore hingga Malam, SkY Coffee Grounds Samping Mr Ball Sumenep Langsung Jadi Pusat Keramaian

Jumat, 17 April 2026 - 22:12 WIB

Baru Dibuka, Langsung Meledak! SkY Coffee Grounds Jadi Primadona Baru Sumenep

Kamis, 16 April 2026 - 10:08 WIB

Dinkes Probolinggo Perkuat Kapasitas Pelaku IRTP Melalui Bimtek Keamanan Pangan

Rabu, 15 April 2026 - 22:50 WIB

Pemeriksaan KPK Warnai Upaya Realisasi KEK Tembakau Madura

Berita Terbaru