Masalah Klasik Tak Kunjung Beres, Warga Desa Jadung Sumenep Muak dengan Layanan PLN

Minggu, 28 Desember 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP — Di tengah gembar-gembor seremonial dan klaim pelayanan unggulan, warga Desa Jadung, Kecamatan Dungkek, kembali dibuat geram dengan pemadaman listrik mendadak yang terjadi hari ini, Minggu, 28 Desember 2025.

Bukan hanya sekali atau dua kali, masalah klasik ini telah menjadi langganan yang membuat masyarakat muak dan frustrasi dengan wajah asli pelayanan PLN yang dianggap amburadul.

“Kalau pemadaman listrik di Kecamatan Dungkek, khususnya di Desa Jadung, ini sudah seperti penyakit yang tak ada obat. Sering padam seenaknya tanpa pemberitahuan. Sudah muak dengan PLN,” keluh Sahid.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kerugian akibat listrik padam mendadak begitu nyata.

Sahid bahkan menceritakan dampak serius yang dialami keluarganya.

“Pekerjaan rumah jadi tertunda, kulkas harus mati, dan beberapa peralatan elektronik sering rusak karena penyakit PLN ini. Ini sudah keterlaluan. Kalau cuacanya mendung atau gerimis, listrik pasti padam. Kami ingin kepastian kapan listrik dipadamkan, agar bisa menyesuaikan aktivitas sehari-hari,” tegas  Sahid.

Warga lainnya, Abdul, turut menyoroti ketidaksiapan PLN dalam menangani masalah ini.

“Kami bayar listrik, tapi pelayanan yang kami terima jauh dari kata layak. Pemadaman listrik harus disertai pemberitahuan agar masyarakat bisa bersiap. PLN jangan hanya mengandalkan slogan atau iklan, tapi harus profesional di lapangan,” ujarnya.

Kasus ini menegaskan bahwa di balik program unggulan dan klaim pelayanan terbaik, wajah asli PLN masih jauh dari harapan masyarakat. Hingga berita ini ditulis, belum ada keterangan resmi dari PLN Sumenep, meninggalkan warga dalam ketidakpastian yang berulang dan menimbulkan frustrasi mendalam.

Pemadaman listrik yang berulang kali terjadi di Desa Jadung, Kecamatan Dungkek, bukan hanya gangguan teknis biasa. Ini telah menjadi masalah sistemik yang merugikan masyarakat mulai dari pelajar yang tidak bisa belajar, ibu rumah tangga yang kesulitan mengurus pekerjaan rumah, hingga pelaku usaha yang terganggu operasionalnya. Di balik klaim program unggulan dan pelayanan terbaik, fakta di lapangan menunjukkan wajah asli pelayanan PLN yang amburadul dan tidak profesional.

Warga berhak mendapatkan kepastian, jadwal yang jelas, dan pemberitahuan sebelum pemadaman agar aktivitas sehari-hari tidak terganggu.

Kini saatnya PLN tidak hanya mengandalkan slogan dan iklan, tetapi benar-benar menghadirkan pelayanan yang konsisten, bertanggung jawab, dan berpihak pada masyarakat. Kegagalan ini harus menjadi pelajaran, bahwa listrik bukan sekadar kebutuhan, tetapi bagian dari hak dasar masyarakat yang harus dijaga dan dilayani dengan serius.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Jeritan Petani Bawang Merah Probolinggo Tercekik Plasi 35 Persen, DKUPP dan Diperta Malah Saling Lempar?
Hadiri JJS Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan, Haji Her Borong 2 Kg Emas dan Kenang Jasa Bang Ali dalam Perjalanan Suksesnya
Haji Her dan Haji Ali Zainal Abidin Gratiskan UMKM untuk Ribuan Peserta JJS di Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan
JJS Berhadiah Paket Umrah Bikin Ribuan Warga Membludak, Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan Catat Penjualan 6,7 Kg Emas, Hasil untuk Yatim dan Dhuafa
Tak Sekadar Hadiri JJS, Haji Her Borong 2 Kg Emas di Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan, Kenang Masa Lalu sebagai Anak Yatim
Kunjungi Stan Arinna di Madura Culture Festival, Bupati Sumenep Borong Roti Arinna Bakery, Wujud Dukungan terhadap Produk Lokal
Tinjau Stan Bank Jatim di MCF 2026, Bupati Sumenep Dorong Transformasi Digital dan Layanan Keuangan Semakin Dekat dengan Masyarakat
Kunjungi Stan Kuliner dan Perhotelan Baghraf, Bupati Fauzi Tegaskan Pariwisata Harus Gerakkan Ekonomi Daerah

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 11:55 WIB

Jeritan Petani Bawang Merah Probolinggo Tercekik Plasi 35 Persen, DKUPP dan Diperta Malah Saling Lempar?

Minggu, 30 Agustus 2026 - 18:20 WIB

Hadiri JJS Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan, Haji Her Borong 2 Kg Emas dan Kenang Jasa Bang Ali dalam Perjalanan Suksesnya

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:39 WIB

Haji Her dan Haji Ali Zainal Abidin Gratiskan UMKM untuk Ribuan Peserta JJS di Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:27 WIB

JJS Berhadiah Paket Umrah Bikin Ribuan Warga Membludak, Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan Catat Penjualan 6,7 Kg Emas, Hasil untuk Yatim dan Dhuafa

Minggu, 30 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Tak Sekadar Hadiri JJS, Haji Her Borong 2 Kg Emas di Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan, Kenang Masa Lalu sebagai Anak Yatim

Berita Terbaru

SOSBUD

Tempo Berjudi di Madura 

Sabtu, 12 Sep 2026 - 17:59 WIB