Anggaran Perdin Petani Rp 1 Miliar Jadi Timbal, Petani Probolinggo Gigit Jari

Rabu, 7 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO — Harapan petani tembakau di Kabupaten Probolinggo kembali pupus. Pemerintah Kabupaten Probolinggo tercatat gagal menyerap Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) tahun 2025 senilai Rp 4,8 miliar.

Ironisnya, di dalam angka fantastis tersebut terdapat anggaran perjalanan dinas (perdin) petani sebesar Rp 1 miliar yang justru dialihkan, hingga berujung tak terserap dan harus dikembalikan ke kas negara.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo, Arif Kurniadi, mengungkapkan bahwa secara umum serapan DBHCHT tahun 2025 memang tidak maksimal. Dari total anggaran Rp 42 miliar, realisasi hanya mencapai 88,63 persen atau sekitar Rp 37 miliar.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Sisa anggaran yang tidak terserap sebesar Rp 4,8 miliar. Di antaranya terdapat anggaran perdin petani sebesar Rp 1 miliar yang dialihkan Pemda ke tempat lain. Pengalihan itulah yang membuat anggaran tidak terserap,” kata Arif, Selasa (6/1/2026).

Namun, Arif enggan membeberkan secara rinci ke mana arah pengalihan anggaran perjalanan dinas petani tersebut. Ia hanya menyebut bahwa kebijakan tersebut merupakan instruksi dari Bagian Keuangan Sekretariat Pemerintah Daerah.

“Keputusan itu bukan dari kami. Sudah ada instruksi dari Bagian Keuangan Setda,” ujarnya singkat.

Padahal, menurut Arif, anggaran DBHCHT itu sejatinya telah dirancang untuk kegiatan strategis yang langsung menyentuh kepentingan petani tembakau. Mulai dari penerapan budidaya tembakau sesuai Good Agricultural Practices (GAP), penanganan panen dan pascapanen, dukungan sarana dan prasarana usaha tani, hingga penumbuhan dan penguatan kelembagaan petani.

“Kegiatan itu rencananya akan mengundang petani. Tapi karena ada arahan dari Pemda bahwa anggaran tidak boleh digunakan dan dialihkan, akhirnya kegiatan tersebut batal,” ungkapnya.

Akibat kebijakan tersebut, bukan hanya program yang gagal terlaksana, negara pun harus menelan pil pahit. Dana sebesar Rp 4,8 miliar akhirnya dikembalikan ke kas negara, sementara petani tembakau hanya bisa gigit jari, kehilangan kesempatan peningkatan kapasitas dan dukungan yang seharusnya mereka terima.

“Ujungnya anggaran Rp 4,8 miliar itu dikembalikan ke kas negara,” tandas Arif.

Kegagalan penyerapan ini menambah daftar panjang persoalan tata kelola anggaran daerah. Di saat petani membutuhkan pendampingan dan dukungan nyata, anggaran justru menguap di meja birokrasi menyisakan tanda tanya besar.

Penulis : Moch Solihin

Berita Terkait

Dari Ruang Pelatihan ke Ruang Pelayanan, ASN Probolinggo Didorong Buktikan Kinerja Nyata
Mbak Wali Tekankan Pentingnya Ilmu dan Akhlak di Haflah Tasyakur Akhirussanah Lembaga Pendidikan Yayasan Ponpes Al Amien 
Bumdes Kebunagung Panen Telur, Polisi Hadir Dorong Kemandirian Pangan
Jejak Digital ASN Diskominfo Sumenep Berbuah Penghargaan Nasional, Gunawan Sujana Raih Juara 3 Kategori ASN Ajak ASN di HUT BKN
Dari Perjuangan Merantau hingga Gelar Majelis Sholawat, Kisah Inspiratif Sol Penjual Nasi Rawon dan Pecel di Bawean
Sowan Ulama, Mbak Wali dan Gus Qowim Perkuat Spiritual Kota Kediri Menjelang Tahun Baru Islam
Webinar Lentera MAPAN di Kediri Soroti Pentingnya Validitas dan Keamanan Data Kependudukan
Mbak Wali Perkuat Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi untuk Dukung Pembangunan Daerah

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 17:46 WIB

Dari Ruang Pelatihan ke Ruang Pelayanan, ASN Probolinggo Didorong Buktikan Kinerja Nyata

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:15 WIB

Mbak Wali Tekankan Pentingnya Ilmu dan Akhlak di Haflah Tasyakur Akhirussanah Lembaga Pendidikan Yayasan Ponpes Al Amien 

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:53 WIB

Bumdes Kebunagung Panen Telur, Polisi Hadir Dorong Kemandirian Pangan

Selasa, 9 Juni 2026 - 21:51 WIB

Jejak Digital ASN Diskominfo Sumenep Berbuah Penghargaan Nasional, Gunawan Sujana Raih Juara 3 Kategori ASN Ajak ASN di HUT BKN

Selasa, 9 Juni 2026 - 20:57 WIB

Dari Perjuangan Merantau hingga Gelar Majelis Sholawat, Kisah Inspiratif Sol Penjual Nasi Rawon dan Pecel di Bawean

Berita Terbaru