Cetak Generasi Sehat dan Berkarakter, 178 Siswa SD/MI Ikuti Pelatihan Dokter Cilik di Probolinggo

Kamis, 30 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Probolinggo Abdul Ghafur Didampingi Kepala Dinkes dr.Hariawan menerima vandel dari Ketua IDI Cabang Kabupaten Probolinggo dr. Syahrudi.

Foto: Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kabupaten Probolinggo Abdul Ghafur Didampingi Kepala Dinkes dr.Hariawan menerima vandel dari Ketua IDI Cabang Kabupaten Probolinggo dr. Syahrudi.

PROBOLINGGO – Mereka belum genap berusia dua belas tahun, namun di pundak kecil itu kini tersampit misi besar menjadi benteng pertama kesehatan di sekolah. Sebanyak 178 siswa kelas IV dan V SD/MI dari pelosok Kabupaten Probolinggo berkumpul di Auditorium Madakaripura Kantor Bupati, Kamis (30/7/2026).

Mereka tidak sedang bermain, melainkan ditempa menjadi “Dokter Cilik” yang siap mengubah wajah kesehatan di lingkungan mereka.Diorganisasi oleh Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Kabupaten Probolinggo bersama Forum Kabupaten Probolinggo Sehat (FKPS), serta disokong penuh oleh Dinkes dan Disdikdaya setempat, pelatihan bertajuk “Belajar, Peduli, Sehat” ini digelar sebagai kado nyata memperingati Hari Bakti Dokter Indonesia (HBDI) ke-118 sekaligus Hari Anak Nasional (HAN) ke-42.Ketua IDI Cabang Kabupaten Probolinggo, dr. Syahrudi, menegaskan bahwa esensi dari program ini melompat jauh melampaui sekat-sekat teori medis. Ini adalah tentang investasi manusia dan pembentukan karakter sejak dini.

“Tujuan utama pelatihan dokter cilik ini adalah membentuk karakter anak. Kami ingin menumbuhkan empati, kepedulian sosial, dan jiwa kepemimpinan. Dari ruang kelas ini, kita berharap lahir cita-cita besar mereka untuk menjadi tenaga kesehatan masa depan,” ujar dr. Syahrudi dengan nada optimistis.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di bawah bimbingan para mentor, anak-anak ini tidak diajari cara menulis resep obat, melainkan dibekali keahlian taktis. Mulai dari pemahaman Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), pemenuhan gizi seimbang, teknik Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K), hingga simulasi bantuan hidup dasar dan pembidaian cedera ringan.Nantinya, mereka akan menjadi motor penggerak Usaha Kesehatan Sekolah (UKS). Saat ada teman sebaya yang terjatuh di halaman sekolah atau mengeluhkan pusing di tengah pelajaran, para dokter cilik inilah yang akan meletakkan pertolongan pertama sebelum intervensi medis tingkat lanjut dilakukan.

Apresiasi besar datang dari Pemerintah Kabupaten Probolinggo. Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekda, Abdul Ghafur, yang membuka acara bersama Kepala Dinkes dr. Hariawan Dwi Tamtomo, menyebut langkah IDI ini sebagai investasi jangka panjang yang krusial bagi daerah.“Menjadi dokter cilik bukan berarti memikul beban untuk menyembuhkan segala penyakit. Tugas paling mulianya adalah menjadi pelopor. Mengajak teman mencuci tangan, mengonsumsi makanan sehat, berolahraga, dan berani bersuara lantang menolak rokok,” tegas Ghafur di depan ratusan peserta.

Menariknya, di tengah gempuran era teknologi, Ghafur juga menyelipkan pesan reflektif. Ia mengingatkan anak-anak agar bijak memanfaatkan perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (AI). Baginya, AI boleh menjadi alat bantu memperluas wawasan, namun kehadiran guru, buku, orang tua, dan tenaga medis tetaplah kompas utama dalam belajar.

Program ini dipastikan tidak akan menguap begitu saja setelah seremoni penutupan. IDI Kabupaten Probolinggo telah merancang cetak biru keberlanjutan yang matang. Pasca-pelatihan, seluruh peserta akan didampingi secara berkala oleh puskesmas di wilayah masing-masing.Bahkan untuk menjaga api semangat anak-anak tetap menyala, dr. Syahrudi membocorkan agenda besar tahun depan.

“Tahun depan kami merencanakan lomba dokter cilik sebagai ruang evaluasi dan motivasi bagi sekolah-sekolah di Probolinggo,” pungkasnya.Sinergi yang solid antara pemerintah, tenaga kesehatan, sekolah, dan orang tua kini telah dimulai. Dari sebuah auditorium di Probolinggo, langkah-langkah kecil para dokter cilik ini siap memicu gelombang besar budaya hidup sehat di masa depan.

Penulis : Moch Solihin

Berita Terkait

Harga Tembakau Tak Boleh Dipermainkan! Bupati Sumenep Pastikan Pembelian Wajib Sesuai Titik Impas, Perusahaan Nakal Siap Ditindak
Dari Jeruji Ke Kolam Ikan,Warga Binaan Rutan Pemalang Serius Belajar Budidaya Ikan Lele
70 Calon Paskibraka Kota Kediri Ikuti Tantingan, Pastikan Siap Jalani Pemusatan Latihan Menuju HUT Ke-81 RI
Tinjau Penerima BTT Perbaikan Rumah, Mbak Wali Pastikan Warga Miliki Hunian yang Layak dan Aman
Empat Penghargaan Harganas 2026 Jadi Bukti Komitmen, Wali Kota Kediri Siap Perkuat Program Keluarga Berkualitas
Ciptakan Hari-Hari Belajar yang Gembira, Pemkot Kediri Perkuat Pencegahan Kekerasan di Sekolah
Santri Sumenep Tembus Forum Internasional, Bupati dan BAZNAS Beri Dukungan Penuh Raih Prestasi Dunia
Jadi Magnet Studi Tiru, Inovasi Digitalisasi Pengawasan Inspektorat Probolinggo Dilirik DPRD Bondowoso

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 22:35 WIB

Harga Tembakau Tak Boleh Dipermainkan! Bupati Sumenep Pastikan Pembelian Wajib Sesuai Titik Impas, Perusahaan Nakal Siap Ditindak

Kamis, 30 Juli 2026 - 22:27 WIB

Cetak Generasi Sehat dan Berkarakter, 178 Siswa SD/MI Ikuti Pelatihan Dokter Cilik di Probolinggo

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:27 WIB

Dari Jeruji Ke Kolam Ikan,Warga Binaan Rutan Pemalang Serius Belajar Budidaya Ikan Lele

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:21 WIB

70 Calon Paskibraka Kota Kediri Ikuti Tantingan, Pastikan Siap Jalani Pemusatan Latihan Menuju HUT Ke-81 RI

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:17 WIB

Tinjau Penerima BTT Perbaikan Rumah, Mbak Wali Pastikan Warga Miliki Hunian yang Layak dan Aman

Berita Terbaru