Walau CCTV Ada, Percuma Lapor Polisi Kalau Tak Ada Kepastian! Polresta Sumenep Didesak Ungkap Bandit Curanmor Pasongsongan yang Meresahkan

Kamis, 30 Juli 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban memperlihatkan rekaman CCTV yang disebut menjadi salah satu petunjuk dalam penyelidikan kasus dugaan curanmor di Pasongsongan.

Korban memperlihatkan rekaman CCTV yang disebut menjadi salah satu petunjuk dalam penyelidikan kasus dugaan curanmor di Pasongsongan.

SUMENEP, Kamis, 30 Juli 2026 – Sudah terlalu lama kasus pencurian kendaraan bermotor menjadi momok bagi masyarakat Pasongsongan. Setiap kali motor raib, harapan warga selalu sama: pelaku segera ditangkap. Namun bagi sebagian warga, yang kerap tersisa hanyalah laporan polisi, penantian panjang, dan tanda tanya yang tak kunjung terjawab.

Pertanyaan itu kembali mencuat setelah Honda Scoopy milik Munawarah, warga Dusun Lebak, Desa Pasongsongan, hilang digondol pencuri. Rekaman CCTV disebut telah memberikan petunjuk yang diduga mengarah pada jejak terduga pelaku. Namun hingga kini, pelaku belum berhasil diungkap.

Bagi masyarakat, kasus ini bukan hanya tentang hilangnya satu unit sepeda motor senilai sekitar Rp15 juta. Perkara tersebut juga menjadi perhatian karena menyangkut harapan warga terhadap penanganan perkara dan rasa aman di lingkungan mereka.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Korban mengaku kecewa karena hingga kini belum memperoleh perkembangan yang dianggap cukup jelas.

“Kami menghormati proses hukum. Tetapi kami juga ingin melihat keseriusan dalam menangani kasus ini. Jangan sampai laporan masyarakat kecil hanya berhenti sebagai laporan tanpa ada kepastian,” ujar Munawarah.

Menurut korban, motor tersebut merupakan hasil kerja keras keluarga dan menjadi alat utama mencari nafkah.

“Motor itu dibeli dengan susah payah. Kami hanya meminta kasus ini segera terang dan pelakunya diproses sesuai hukum,” tegasnya.

Kekecewaan juga disampaikan tokoh masyarakat Pasongsongan, Ahmad. Menurutnya, semakin lama sebuah kasus tanpa kejelasan, semakin besar keresahan yang dirasakan warga.

“Kalau memang ada petunjuk yang bisa dikembangkan, masyarakat berharap ada hasil nyata. Jangan sampai warga terus bertanya-tanya tanpa mengetahui sejauh mana perkembangan penyelidikan. Kalau seperti ini, percuma lapor polisi,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa curanmor bukan hanya merugikan satu korban, tetapi juga mengancam rasa aman seluruh masyarakat.

Sementara itu, tokoh pemuda Pasongsongan, Hariyanto, mendesak Kapolresta Sumenep memberikan atensi khusus terhadap penanganan kasus curanmor di wilayah Pasongsongan.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan langkah konkret agar kepercayaan terhadap penegakan hukum tetap terjaga.

“Kinerja Polsek Pasongsongan menurut saya perlu dievaluasi. Masyarakat ingin melihat hasil nyata dalam pengungkapan kasus curanmor dan mendapatkan rasa aman. Kalau aparat belum mampu menjawab keresahan masyarakat, Kapolresta Sumenep harus turun tangan memberikan perhatian khusus dan melakukan evaluasi,” tegasnya.

Ia berharap evaluasi tersebut tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga mampu menghasilkan langkah nyata dalam mengungkap kasus-kasus curanmor yang selama ini menjadi keresahan masyarakat.

Peristiwa pencurian itu terjadi pada Minggu (26/7/2026) sekitar pukul 21.00 WIB. Korban memarkir Honda Scoopy di gang sebelah barat rumah karena akses menuju rumah tidak memungkinkan kendaraan masuk.

Sekitar pukul 22.00 WIB, korban baru menyadari kunci kontak masih tertinggal di sepeda motor. Keesokan harinya, Senin (27/7/2026) sekitar pukul 07.45 WIB, saat hendak berangkat bekerja menggunakan kunci cadangan, motor tersebut sudah tidak berada di lokasi.

Korban kemudian melapor ke Polsek Pasongsongan dengan nilai kerugian diperkirakan mencapai Rp15 juta.

Sementara itu, Kasi Humas Polres Sumenep, Ipda Ardan, menyatakan perkara tersebut masih dalam tahap penyelidikan.

Namun hingga berita ini diterbitkan, korban mengaku belum menerima informasi perkembangan terbaru mengenai penanganan perkara tersebut.

Kasus ini kini menjadi sorotan publik karena menyangkut rasa aman masyarakat dan kepercayaan terhadap penegakan hukum. Di tengah komitmen pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat supremasi hukum dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, warga Pasongsongan berharap penyelidikan tidak berhenti pada status “masih dalam proses”. Mereka menanti langkah nyata berupa pengungkapan pelaku, penegakan hukum yang tegas, serta kepastian bahwa setiap laporan masyarakat mendapat penanganan yang profesional, transparan, dan berkeadilan.

 

Berita Terkait

Gagal Diselundupkan ke Afrika! Bea Cukai dan Polri Gagalkan Ekspor Ilegal 3,4 Ton Merkuri Senilai Rp17,5 Miliar dari Surabaya
Yakuza Maneges MPR Ungkap Dugaan Pencabulan Santri di Ruang Tertutup, Oknum Pengajar Ponpes di Malang Diamankan
Polsek Guluk-Guluk dan Resmob Polresta Sumenep Ringkus Pembacok Lansia
Motor Warga Pasongsongan Digondol Maling, Kapolresta Sumenep Ditantang Buktikan Tak Ada Ruang bagi Bandit Curanmor
Diduga Tipu Korban dengan Janji Manis, Perempuan Asal Talkandang Resmi Ditahan Polres Situbondo
Gerak Cepat Polsek Masalembu Polresta Sumenep! Dua Nelayan Dibekuk Usai Gagal Curi Motor
Jalanan Probolinggo Darurat Debu, Truk Tambang Tanpa Terpal Bebas Beraksi, Polisi Bungkam
KAKI Jatim Beri Nilai Positif untuk Kajari Bangkalan

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 21:27 WIB

Walau CCTV Ada, Percuma Lapor Polisi Kalau Tak Ada Kepastian! Polresta Sumenep Didesak Ungkap Bandit Curanmor Pasongsongan yang Meresahkan

Kamis, 30 Juli 2026 - 16:49 WIB

Gagal Diselundupkan ke Afrika! Bea Cukai dan Polri Gagalkan Ekspor Ilegal 3,4 Ton Merkuri Senilai Rp17,5 Miliar dari Surabaya

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:40 WIB

Yakuza Maneges MPR Ungkap Dugaan Pencabulan Santri di Ruang Tertutup, Oknum Pengajar Ponpes di Malang Diamankan

Selasa, 28 Juli 2026 - 14:04 WIB

Polsek Guluk-Guluk dan Resmob Polresta Sumenep Ringkus Pembacok Lansia

Senin, 27 Juli 2026 - 19:12 WIB

Motor Warga Pasongsongan Digondol Maling, Kapolresta Sumenep Ditantang Buktikan Tak Ada Ruang bagi Bandit Curanmor

Berita Terbaru