Mataram — Gerakan Nasional Anti Miras (GENAM) menggelar aksi demonstrasi pada Rabu (28/1/2026) sebagai bentuk penolakan terhadap dugaan penjualan minuman beralkohol (minuman keras/mikol) tanpa izin oleh PT Global Retailindo Pratama, pengelola ritel Mmart. Aksi tersebut berlangsung di depan salah satu gerai perusahaan dan menarik perhatian masyarakat.
Puluhan massa aksi turun ke jalan dengan membawa spanduk, poster tuntutan, serta menyampaikan orasi secara bergantian. Dalam orasinya, GENAM menilai dugaan penjualan miras tanpa izin merupakan pelanggaran serius terhadap peraturan perundang-undangan serta berpotensi merusak tatanan sosial dan moral masyarakat.
“Ini bukan sekadar pelanggaran administrasi, tetapi kejahatan sosial. Jika benar miras diperjualbelikan tanpa izin, maka negara dilecehkan dan generasi muda dipertaruhkan,” tegas Koordinator Umum GENAM, Bintang, dalam orasinya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
GENAM menuding PT Global Retailindo Pratama telah mengabaikan ketentuan perizinan penjualan minuman beralkohol sebagaimana diatur dalam regulasi pemerintah. Mereka menilai lemahnya pengawasan dapat membuka celah peredaran miras ilegal yang berdampak pada meningkatnya kriminalitas, gangguan ketertiban umum, serta masalah kesehatan masyarakat.
Dalam aksi tersebut, GENAM menyampaikan tiga tuntutan utama, yakni:
Penutupan sementara gerai yang diduga menjual miras tanpa izin.
Pemeriksaan dan audit perizinan secara menyeluruh terhadap PT Global Retailindo Pratama.
Tindakan tegas terhadap manajemen perusahaan, termasuk dugaan keterlibatan oknum aparat penegak hukum dan pemerintah dalam proses perizinan usaha.
Koordinator Lapangan GENAM, Sofian, menegaskan bahwa aksi ini merupakan peringatan keras kepada pelaku usaha ritel agar mematuhi aturan yang berlaku. Ia juga menyatakan GENAM akan menggelar aksi lanjutan dengan jumlah massa yang lebih besar apabila tuntutan mereka tidak segera ditindaklanjuti.
“Jika hari ini tidak ada tindakan tegas, kami pastikan akan kembali turun ke jalan dengan tekanan yang lebih besar. Kami tidak akan diam,” ujarnya.
Aksi demonstrasi tersebut berlangsung di bawah pengawalan ketat aparat kepolisian dan berjalan tertib hingga selesai. red/asn








