Skandal Pemborosan Anggaran BPPKAD Probolinggo 2025: Lima Mobil Baru Tetap Dikucuri Ratusan Juta, Publik Meradang

Jumat, 13 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PROBOLINGGO – Polemik anggaran kendaraan dinas di Kabupaten Probolinggo kembali mengundang kontroversi.

Badan Pengelolaan Pendapatan, Keuangan, dan Aset Daerah (BPPKAD) Kabupaten Probolinggo menjadi sorotan publik setelah terungkap bahwa anggaran pemeliharaan armada kendaraan dinas untuk tahun 2025 menembus angka fantastis: Rp 310.500.000.

Yang membuat publik terkejut adalah fakta bahwa dari 12 unit kendaraan operasional, lima di antaranya baru dibeli pada tahun 2024.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara logika, kendaraan baru semestinya masih berada dalam masa garansi, mendapatkan servis rutin dan penggantian oli gratis dari dealer.

Namun, lima unit mobil baru itu tetap masuk daftar beban biaya pemeliharaan tinggi, menimbulkan pertanyaan besar tentang efisiensi penggunaan anggaran publik.

Aries Purwanto, Sekretaris BPPKAD Kabupaten Probolinggo, membela kebijakan tersebut. Ia menjelaskan bahwa dana itu digunakan untuk perawatan rutin seluruh armada, termasuk kendaraan lama yang memang membutuhkan perbaikan lebih intensif.

“Lima mobil baru itu memang masih baru, tapi anggaran pemeliharaan tetap ada untuk servis rutin, oli, dan pemeliharaan kerusakan lainnya agar performa kendaraan tetap terjaga,” ujarnya, Jumat (13/3/2026).

Ia menambahkan, sebagian besar anggaran difokuskan pada kendaraan tua seperti Panther, yang memerlukan perbaikan optimal agar tetap layak digunakan. Meski begitu, publik tetap mempertanyakan kewajaran alokasi dana untuk mobil baru yang secara teknis seharusnya minim biaya perawatan.

Kejanggalan ini menimbulkan reaksi beragam. Beberapa warga menilai kebijakan ini sebagai pemborosan yang tidak perlu, bahkan sebagian menganggapnya sebagai bentuk ketidakpedulian terhadap efisiensi anggaran negara.

“Kalau mobil baru masih masuk daftar perawatan tinggi, kami khawatir ada pemborosan atau bahkan praktik yang tidak transparan,” ujar salah seorang warga yang enggan disebut namanya.

Selain itu, pengamat anggaran lokal menekankan bahwa alokasi anggaran publik harusnya mengikuti prinsip kehati-hatian dan efisiensi.

“Publik berhak tahu dan mempertanyakan, mengapa lima mobil baru tetap dibebani biaya pemeliharaan tinggi. Ini soal akuntabilitas dan transparansi penggunaan uang rakyat,” kata pengamat itu.

Kasus ini menjadi refleksi penting bagi pemerintah daerah: apakah alokasi anggaran benar-benar tepat sasaran atau justru membakar uang publik tanpa hasil yang jelas.

Sementara itu, masyarakat menunggu penjelasan lebih rinci dari BPPKAD, berharap agar fenomena yang dinilai “fantastis dan tidak wajar” ini segera mendapatkan klarifikasi, demi menjaga kepercayaan publik terhadap penggunaan keuangan daerah.

Penulis : Moch Solihin

Berita Terkait

Bobol Kotak Amal Masjid, Pelaku Dibekuk Satreskrim Polres Sumenep
Putri Wartawan Jadi Korban Dugaan Malapraktik RS Permata Madina, Tangannya Terpaksa Diamputasi
Tegang di Awal, Damai di Akhir: Polemik Arisan Get Berakhir Kekeluargaan
Ngopi Malam Penuh Makna! Kapolres Sumenep dan Kades Satukan Komitmen
Tak Ada Dispensasi, 42 Penumpang Arus Balik Bawean Tertahan di Pelabuhan
Janggal! Belum Setahun Dipakai Wali Kota dan Wakil, Perawatan Mobdin Sudah Membengkak Ratusan Juta
Perkembangan Sistem Perbankan Syariah
HEBOH! Pajero Dijemput Polisi Pakai Sprint, Tiba-Tiba Muncul Ngaku “Pemilik” dari Bekasi: Ada Apa di Balik Kasus Ini?

Berita Terkait

Jumat, 3 April 2026 - 14:46 WIB

Bobol Kotak Amal Masjid, Pelaku Dibekuk Satreskrim Polres Sumenep

Selasa, 31 Maret 2026 - 10:33 WIB

Putri Wartawan Jadi Korban Dugaan Malapraktik RS Permata Madina, Tangannya Terpaksa Diamputasi

Jumat, 27 Maret 2026 - 16:03 WIB

Tegang di Awal, Damai di Akhir: Polemik Arisan Get Berakhir Kekeluargaan

Jumat, 27 Maret 2026 - 11:00 WIB

Ngopi Malam Penuh Makna! Kapolres Sumenep dan Kades Satukan Komitmen

Jumat, 27 Maret 2026 - 10:52 WIB

Tak Ada Dispensasi, 42 Penumpang Arus Balik Bawean Tertahan di Pelabuhan

Berita Terbaru

Haji Khairul Umam (Haji Her) Pamekasan saat menghadiri undangan silaturahmi Presiden Prabowo Subianto bersama para kiai dan tokoh organisasi kemasyarakatan Islam di Istana Kepresidenan Jakarta.

EKONOMI

Pemeriksaan KPK Warnai Upaya Realisasi KEK Tembakau Madura

Rabu, 15 Apr 2026 - 22:50 WIB