SANGKAPURA – Lembaga Ta’mir Masjid NU (LTMNU) Bawean menggelar kegiatan Halal Bi Halal yang dirangkai dengan pelantikan pengurus Ta’mir Masjid Mazra’atul Akhirah masa khidmat 2026–2030. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Mazra’atul Akhirah, Dusun Sukila, Desa Patarselamat, Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik, Senin malam (23/3/2026).
Tak hanya menjadi ajang silaturahmi pasca Idul Fitri, kegiatan ini juga menghadirkan sejumlah agenda penting, seperti selamatan Al-Qur’an, pelantikan pengurus masjid dan mushalla, serta Lailatul Ijtima’ Ranting NU Patarselamat. Kegiatan ini turut dihadiri oleh Pengurus Cabang (PC) Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kecamatan Sangkapura, tokoh agama, serta masyarakat setempat.
Pj Kepala Desa Patarselamat, Obaidilillah, dalam sambutannya menegaskan pentingnya peran orang tua dalam mengawasi anak-anak agar tidak terjerumus dalam aktivitas negatif seperti balapan liar, baik sepeda motor, sepeda ontel, maupun balap lari yang kerap disertai praktik perjudian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sementara itu, Ketua DMI Kecamatan Sangkapura menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada para pengurus masjid dan mushalla yang baru dilantik. Ia berharap kepengurusan yang baru mampu menjalankan program-program keagamaan secara optimal serta memberikan kontribusi nyata bagi kemakmuran masjid.
Wakil Ketua LTMNU Bawean, Kiai Qafil, dalam arahannya menyampaikan bahwa para pengurus terpilih merupakan orang-orang yang mendapatkan amanah mulia sebagai “pegawai Allah”. Ia berharap para pengurus memiliki mental yang kuat, amanah, serta siap berkhidmat untuk kemaslahatan umat.
Selain itu, ia juga menekankan pentingnya perencanaan program kerja yang jelas. Ia berharap pengurus ta’mir memiliki program ke depan yang terstruktur, baik program jangka pendek maupun program jangka panjang, sehingga pengelolaan masjid dapat berjalan lebih optimal dan berkelanjutan.

Tak kalah penting, ia juga mengingatkan agar pengurus senantiasa menjaga kebersihan masjid sebagai bagian dari iman, sehingga jamaah merasa nyaman dalam beribadah dan masjid tetap terjaga kesuciannya.
Dalam rangkaian Lailatul Ijtima’, Kiai Mashudi Wasi menyampaikan bahwa manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Oleh karena itu, momentum Halal Bi Halal menjadi sarana penting untuk mempererat silaturahmi, saling memaafkan, serta memperkuat ukhuwah Islamiyah.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat waspada terhadap fitnah, termasuk yang datang dari orang berilmu. Menurutnya, ilmu harus disertai akhlak agar tidak menimbulkan perpecahan, melainkan membawa kebaikan dan persatuan.
Mengutip Imam al-Ghazali dalam Ihya’ Ulumiddin, Kiai Mashudi menjelaskan bahwa manusia dalam kehidupan sosial terbagi menjadi tiga golongan.

Pertama, golongan yang setara dengan malaikat, yakni mereka yang senantiasa memberi manfaat dan kebaikan bagi orang lain.
Kedua, golongan yang diibaratkan seperti hewan atau benda mati, yaitu tidak memberi manfaat namun juga tidak membahayakan.
Ketiga, golongan yang diibaratkan seperti binatang buas, yaitu mereka yang justru membawa mudarat dan merugikan orang lain.
Melalui penjelasan tersebut, ia mengajak jamaah untuk menjadi golongan terbaik, yakni manusia yang mampu memberi manfaat bagi sesama, sehingga tercipta kehidupan sosial yang harmonis dan penuh keberkahan.
Penulis : Abd Hamid








