Khutbah di Sa’adatuddarain, Aba Abror Soroti Dosa Sosial yang Kerap Diabaikan

Jumat, 3 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BAWEAN — Dr. KH. Aba Abror Al-Muqaddam, Lc menegaskan pentingnya menjaga hubungan antarsesama manusia dalam khutbah Jumat yang disampaikan di Masjid Besar Sa’adatuddarain, Jumat (3/4/2026).

Dalam khutbahnya, ia mengingatkan bahwa ibadah seperti puasa, shalat, dan berbagai amalan lainnya memang dapat menghapus dosa kepada Allah SWT.

Namun, dosa yang berkaitan dengan sesama manusia tidak akan terampuni tanpa adanya penyelesaian langsung dengan pihak yang bersangkutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Ibadah kepada Allah itu penting, tetapi jangan sampai kita melupakan hak-hak sesama. Dosa kepada manusia tidak cukup hanya dengan ibadah, harus diselesaikan,” ujarnya di hadapan jamaah.

Untuk memperjelas pesannya, Dr. KH. Aba Abror menyampaikan sebuah kisah. Diceritakan, seorang laki-laki kaya menitipkan hartanya kepada sahabatnya sebelum berangkat haji. Namun sepulang dari Tanah Suci, ia mendapati sahabat tersebut telah meninggal dunia tanpa meninggalkan informasi mengenai keberadaan harta titipan itu.

Dalam kebingungan, ia meminta nasihat kepada seorang ulama. Atas saran ulama tersebut, ia diminta kembali ke Mekkah dan menemui ulama lainnya. Di sana, ia diarahkan untuk melaksanakan tawaf pada sepertiga malam terakhir, lalu memanggil nama sahabatnya di sisi sumur Zam-zam. Hal itu merujuk pada hadis riwayat Imam Thabrani yang menyebutkan bahwa sumur Zam-zam memiliki keterkaitan dengan taman surga.

Namun, setelah tiga kali memanggil, tidak ada jawaban. Keesokan harinya, ia kembali menemui ulama tersebut dan menceritakan apa yang dialaminya. Ulama itu kemudian beristirja’ dan mengarahkannya untuk mendatangi sumur Barhut di Yaman, yang dalam riwayat yang sama disebut memiliki keterkaitan dengan jurang neraka.

Sesampainya di sumur Barhut, ia kembali memanggil nama sahabatnya, hingga akhirnya terdengar jawaban. Dari sanalah ia memperoleh petunjuk bahwa harta titipan tersebut disimpan di rumah sang sahabat, tepatnya ditanam di bawah lantai di depan pintu bagian dalam.

Sebelum pergi, ia pun bertanya mengapa sahabatnya berada dalam kondisi demikian, padahal semasa hidup dikenal sebagai ahli ibadah. Sahabatnya menjawab bahwa ia pernah memutus tali persaudaraan dengan saudara perempuannya karena merasa malu memiliki saudara yang miskin.

Ia pun berpesan agar permohonan maafnya disampaikan kepada saudarinya. Setelah pesan itu disampaikan dan sang saudari memaafkan, pada malam harinya lelaki tersebut bermimpi melihat sahabatnya berada dalam keadaan bahagia di taman surga.

“Sejak kapan engkau berada di tempat ini?” tanyanya dalam mimpi.

“Semenjak engkau menyampaikan permohonan maafku dan saudariku memaafkanku,” jawabnya.

“Memutus silaturahim adalah dosa besar. Dampaknya tidak ringan, bahkan sampai setelah meninggal dunia,” jelas Dr. KH. Aba Abror.

Melalui khutbah tersebut, ia mengajak jamaah untuk menjadikan momentum Ramadan sebagai waktu memperbaiki diri secara menyeluruh, tidak hanya meningkatkan ibadah kepada Allah, tetapi juga memperbaiki hubungan sosial, saling memaafkan, serta menyambung kembali tali silaturahmi.

Di akhir khutbah, jamaah diimbau agar tidak menunda untuk meminta maaf dan menyelesaikan persoalan dengan sesama, sehingga ibadah yang dijalankan benar-benar membawa keberkahan dan diterima oleh Allah SWT.

Berita Terkait

Hari ke-44 Program Berbagi Setiap Hari Tanpa Henti di Sumenep, Detikzone.id Istiqamah Menjemput Senyum di Rumah-Rumah Dhuafa
Sinergi Fastabiqul Khairat BIP dan IPDA Purnomo Hadir Usai Seorang Ibu Ketahuan Mencuri Demi Kebutuhan Anak-anaknya
Hari ke-43 Program Berbagi Setiap Hari Tanpa Jeda di Sumenep, Detikzone.id Terus Menyalakan Cahaya Harapan bagi Dhuafa
BIP dan Griya Lansia Malang Akhiri Polemik, Publik Diajak Melihat Substansi Kemanusiaan
BIP Tak Pernah Membatalkan Bantuan 2 M, Justru Dikembalikan Griya Lansia Malang
Miskomunikasi Bantuan Rp2 Miliar BIP di Griya Lansia Malang dan Penyematan Nama Ibunda, Bang Ali: Salahkah Saya Menyematkan Nama Orang Tua Saya?
Hari ke-42 Berbagi Setiap Hari, Detikzone.id Kembali Menjangkau Dhuafa Sumenep, Komitmen Jurnalisme Kemanusiaan Terus Diteguhkan
Belajar dari Para Nabi di Bulan Muharram, Founder BIP H. Ali Zainal Abidin Ajak Terus Fastabiqul Khairat dengan Sabar dan Memaafkan

Berita Terkait

Selasa, 14 Juli 2026 - 17:21 WIB

Hari ke-44 Program Berbagi Setiap Hari Tanpa Henti di Sumenep, Detikzone.id Istiqamah Menjemput Senyum di Rumah-Rumah Dhuafa

Senin, 13 Juli 2026 - 23:30 WIB

Sinergi Fastabiqul Khairat BIP dan IPDA Purnomo Hadir Usai Seorang Ibu Ketahuan Mencuri Demi Kebutuhan Anak-anaknya

Senin, 13 Juli 2026 - 17:55 WIB

Hari ke-43 Program Berbagi Setiap Hari Tanpa Jeda di Sumenep, Detikzone.id Terus Menyalakan Cahaya Harapan bagi Dhuafa

Senin, 13 Juli 2026 - 12:46 WIB

BIP dan Griya Lansia Malang Akhiri Polemik, Publik Diajak Melihat Substansi Kemanusiaan

Senin, 13 Juli 2026 - 00:57 WIB

BIP Tak Pernah Membatalkan Bantuan 2 M, Justru Dikembalikan Griya Lansia Malang

Berita Terbaru