MALANG, Minggu, 12 Juli 2026 – Bulan Muharram harus menjadi momentum untuk memperkuat kesabaran, memperbanyak amal saleh, dan menghidupkan semangat Fastabiqul Khairat. Pesan penuh makna itu disampaikan Founder BIP Foundation, H. Ali Zainal Abidin, kepada seluruh relawan, anggota BIP Foundation, khususnya Tim Khusus (Timsus), di tengah rangkaian BIP Tour D’Jatim Part II di Kabupaten Malang.
Menurut Ali Zainal Abidin, setiap persoalan dalam perjalanan sebuah gerakan kemanusiaan harus dihadapi dengan hati yang lapang, penuh kesabaran, dan tidak mengurangi semangat untuk terus membantu sesama.
“Saya tekankan kepada semua relawan, anggota BIP, khususnya anggota Timsus, jika menyikapi masalah itu cuma satu, sabar. Enak itu memfitnah Bang Ali, memfitnah BIP, biarkan… maafkan,” katanya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Ia menegaskan, energi relawan tidak boleh dihabiskan untuk menghadapi berbagai persoalan yang tidak memberikan manfaat. Sebaliknya, seluruh keluarga besar BIP Foundation harus tetap fokus menjalankan misi kemanusiaan.
“Dari pertama komitmen saya kepada Pak Purnomo dan Pak Arif, saya ingin belajar kepada beliau-beliau. Mereka orang-orang hebat semua. Ngapain kita menghadapi gorengan-gorengan di luar, tidak usah. Yang paling utama saya tekankan adalah bagaimana hak anak yatim semakin besar,” tambahnya.
H. Ali Zainal Abidin juga mengajak seluruh relawan menjadikan Muharram sebagai bulan penuh perenungan. Menurutnya, Muharram menyimpan banyak pelajaran dari perjalanan para nabi yang mengajarkan kesabaran, keteguhan, dan pertolongan Allah SWT kepada hamba-Nya.
“Sama seperti yang saya sampaikan saat sambutan di Malang, di bulan Muharram Allah menerima tobat Nabi Adam AS. Ada Nabi Ibrahim AS, Nabi Idris AS, Nabi Ayyub AS, Nabi Yunus AS, dan Nabi Musa AS. BIP juga diuji di bulan Muharram. Saya yakin ke depannya BIP pasti lebih sukses,” ujarnya.
Founder BIP Foundation itu juga mengingatkan pentingnya menjaga rasa hormat kepada seluruh tokoh dan lembaga yang selama ini bergerak di bidang sosial dan kemanusiaan.
“Pak Arif kita hormati, Pak Purnomo kita hormati. Semua yayasan kita hormati. Di bawah orang-orang hebat seperti Pak Arif maupun Pak Purnomo selalu ada perjuangan yang harus kita bantu. Kita harus saling menguatkan dalam kebaikan,” tuturnya.
Karena itu, ia kembali mengingatkan seluruh relawan agar semangat Fastabiqul Khairat tetap menjadi ruh perjuangan BIP Foundation.
“Makanya terus Fastabiqul Khairat. Sabar dan kita maafkan,” pesannya.
Pesan tersebut sejalan dengan aksi nyata yang terus dilakukan BIP Foundation. Kegiatan di Pondok Pesantren Rimba Wonoagung, Kecamatan Kasembon, Kabupaten Malang, merupakan lanjutan dari hari pertama BIP Tour D’Jatim Part II. Dalam rangkaian kegiatan tersebut, BIP Foundation menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai ratusan juta rupiah kepada sekitar 1.000 anak yatim, kaum dhuafa, dan penyandang disabilitas.
Bantuan yang diberikan meliputi rehabilitasi madrasah senilai Rp100 juta, bantuan laptop dan printer untuk operasional yayasan, ratusan tas sekolah bagi anak yatim, hingga bantuan biaya kontrakan rumah selama tiga tahun bagi Yuliatin, seorang ibu yang baru menjalani operasi sekaligus kehilangan suaminya.
Pada hari berikutnya, melalui Tim Khusus (Timsus), BIP Foundation juga menyerahkan bantuan pembangunan Asrama Umar Syarif di Pondok Pesantren Rimba Wonoagung serta menyalurkan santunan kepada ratusan anak yatim dan kaum dhuafa. Asrama tersebut dibangun sebagai bentuk penghormatan kepada almarhum Umar Syarif, ayahanda Founder BIP Foundation, sekaligus menjadi amal jariyah yang diharapkan melahirkan generasi Qurani yang berilmu, berakhlak, dan bermanfaat bagi umat.
Sebelum melaksanakan BIP Tour D’Jatim Part II, BIP Foundation juga sukses menggelar Gebyar Fastabiqul Khairat di Kabupaten Sumenep. Momentum yang semula merupakan resepsi pernikahan keluarga Founder BIP Foundation dipadukan dengan peringatan ulang tahun sang istri, Fitria, kemudian disulap menjadi panggung besar kepedulian sosial.
Dalam kegiatan tersebut, ribuan anak yatim dan kaum dhuafa menerima santunan, paket sembako, hadiah uang tunai, serta pengundian tiga paket umrah gratis. Momentum itu menjadi bukti bahwa kebahagiaan keluarga bagi Founder BIP Foundation selalu diiringi dengan kebahagiaan untuk berbagi kepada sesama.
Komitmen BIP Foundation tidak berhenti di situ. Berbagai program kemanusiaan terus digulirkan, mulai dari pembangunan rumah layak huni bagi keluarga penyandang disabilitas, pembangunan sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat, santunan bagi lansia dan penyandang disabilitas, pembagian ribuan seragam sekolah bagi anak yatim dan dhuafa, bantuan kepada pondok pesantren, masjid, madrasah, hingga berbagai aksi sosial yang menjangkau masyarakat di berbagai daerah.
Jejak pengabdian BIP Foundation juga tercatat melalui pelaksanaan BIP Tour D’Jatim Part I di Kabupaten Lamongan. Dalam kegiatan tersebut, BIP Foundation menyalurkan bantuan kemanusiaan dengan total nilai lebih dari Rp1 miliar, meliputi pembangunan masjid, pengadaan ambulans, bantuan ternak produktif, penguatan aset yayasan, pemberdayaan penyintas ODGJ yang telah pulih, hingga berbagai program pemberdayaan masyarakat lainnya.
Konsistensi menjalankan gerakan kemanusiaan berskala besar tersebut mendapat apresiasi luas dan mengantarkan BIP Foundation meraih penghargaan dari Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) atas salah satu aksi sosial berskala nasional yang digagasnya.
Bagi H. Ali Zainal Abidin, ukuran keberhasilan sebuah gerakan bukanlah seberapa besar pujian yang diterima, melainkan seberapa banyak air mata yang berhasil dihapus, harapan yang mampu dibangkitkan, dan senyum yang dihadirkan bagi anak yatim, kaum dhuafa, penyandang disabilitas, serta masyarakat yang membutuhkan.
Karena itulah, di bulan Muharram yang penuh keberkahan ini, ia mengajak seluruh keluarga besar BIP Foundation untuk terus menjadikan Fastabiqul Khairat sebagai ruh perjuangan, menjawab setiap persoalan dengan kesabaran, membalas setiap ujian dengan karya nyata, dan memastikan bahwa semakin hari semakin banyak anak yatim serta kaum dhuafa yang merasakan manfaat dari gerakan kemanusiaan BIP Foundation.
Penulis : Red








