SUMENEP — Bank Perekonomian Rakyat Syariah (BPRS) Bhakti Sumekar Sumenep menggelar talk show bertema “Mendorong Masyarakat melalui Inklusi Keuangan Syariah” di Pendopo Agung Keraton Sumenep, Selasa (14/4/2026).
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperluas pemahaman sekaligus akses masyarakat terhadap layanan keuangan berbasis syariah.
Direktur Utama BPRS Bhakti Sumekar, H. Hairil Fajar, menegaskan bahwa kegiatan tersebut merupakan momentum penting untuk memperkuat peran BPR Syariah sebagai lembaga keuangan yang dekat dengan masyarakat.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Melalui kegiatan ini, kami berharap BPR Syariah dapat semakin berperan sebagai wadah dalam memperkuat inklusi keuangan syariah di tengah masyarakat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, saat ini BPR Syariah berada di bawah koordinasi BMS dengan jumlah sekitar 165 unit di seluruh Indonesia, termasuk 26 unit di Jawa Timur.
Ke depan, lembaga ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak lapisan masyarakat, khususnya sektor usaha kecil dan menengah.
Menurut Fajar, konsep keuangan syariah sejatinya bukan hal baru bagi masyarakat Indonesia. Nilai-nilai muamalah telah lama dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari, seperti sistem bagi hasil dalam sektor peternakan maupun pertanian.
“Praktik bagi hasil yang adil sebenarnya sudah lama diterapkan oleh masyarakat kita. Ini menunjukkan bahwa prinsip syariah sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menuturkan bahwa ekonomi syariah hadir sebagai alternatif di tengah sistem ekonomi global, dengan menawarkan keseimbangan antara prinsip kebebasan dalam kapitalisme dan pemerataan dalam sosialisme. Pendekatan ini mengedepankan nilai keadilan, etika, serta kebermanfaatan bersama.
Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan, termasuk jajaran pimpinan BPRS serta para tamu undangan.
Selain sebagai forum edukasi, kegiatan ini juga menjadi ajang pelestarian budaya, mengingat lokasi acara yang digelar di kawasan bersejarah Keraton Sumenep serta dimeriahkan dengan penampilan seni budaya lokal.
Melalui kegiatan ini, diharapkan masyarakat semakin memahami pentingnya inklusi keuangan syariah sebagai solusi dalam menghadapi tantangan ekonomi global, sekaligus mendorong terciptanya perekonomian yang lebih tangguh dan berkelanjutan di Kabupaten Sumenep.
Penulis : Redaksi








