Pamekasan- Persoalan sampah di kawasan pesisir kembali menjadi perhatian. Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) UIN Madura bersama unsur TNI, pemerintah desa, dan masyarakat menggelar aksi bersih pantai di kawasan Pantai Branta, Kecamatan Tlanakan, Kabupaten Pamekasan, Jumat (24/04).
Kegiatan bertajuk “Gelorakan Kebaikan: Bersama Merawat Ekosistem Lingkungan, Jaga Masa Depan Pamekasan” ini menjadi respons atas kondisi lingkungan pesisir yang dinilai semakin tertekan oleh timbunan sampah.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Perwakilan TNI dari Kodim 082 Pamekasan, Kapten Czi Dwi Purwanto melalui jajaran Koramil 082/02 Tlanakan, menegaskan pentingnya membangun kesadaran kolektif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan, khususnya wilayah pantai.
“Kami berharap ada kesadaran dari masyarakat untuk menjaga lingkungan, terutama di daerah pantai. Kegiatan ini murni karena kepedulian bersama, tanpa ada kepentingan lain,” ujarnya di sela kegiatan.
Ia juga menyoroti kolaborasi lintas elemen dalam aksi tersebut sebagai bentuk nyata kebersamaan.
“Kami bersama mahasiswa turun langsung, kotor-kotor bersama, demi tujuan yang sama, yaitu lingkungan yang bersih dan sehat,” tambahnya.
Di sisi lain, Presiden Mahasiswa UIN Madura, Moh. Ghufron, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen organisasi mahasiswa dalam merawat lingkungan secara berkelanjutan.
“Sejak awal, kami di DEMA UIN Madura berkomitmen untuk menjaga ekologi. Kami tidak mau berhenti pada diskusi, tetapi juga turun langsung melakukan aksi nyata seperti hari ini,” ungkapnya.
Menurutnya, aksi bersih pantai tidak sekadar kegiatan seremonial, tetapi juga memiliki nilai edukatif bagi masyarakat pesisir agar lebih peduli terhadap pengelolaan sampah.
Selain itu, DEMA UIN Madura turut mendorong Pemerintah Kabupaten Pamekasan untuk memberikan perhatian lebih serius terhadap persoalan sampah di kawasan pesisir. Kondisi tersebut dinilai tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mengganggu aktivitas ekonomi warga.
“Pantai ini merupakan lokasi strategis bagi masyarakat untuk berjualan dan mencari nafkah, terutama bagi pelaku UMKM. Namun aktivitas mereka terganggu karena banyaknya sampah. Kami berharap ada perhatian serius dari pemerintah daerah,” tegasnya.
Aksi ini diharapkan menjadi titik awal penguatan sinergi antara mahasiswa, aparat, pemerintah, dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan pesisir secara berkelanjutan.







