SANGKAPURA – Suasana semarak penuh semangat dan kebersamaan mewarnai pembukaan Pekan Olahraga dan Seni Madrasah Diniyah (PORSADIN) VII Tahun 2026 yang digelar Dewan Pengurus Anak Cabang Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (DPAC FKDT) Kecamatan Sangkapura, Kabupaten Gresik.
Kegiatan yang berlangsung pada Ahad, 26 April 2026 ini dipusatkan di Yayasan Pondok Pesantren An-Nur 2 Sungaitopo, Desa Sungaiteluk. Sejak pagi, ratusan santri, guru, dan tamu undangan memadati lokasi acara dengan penuh antusias mengikuti rangkaian pembukaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
PORSADIN merupakan agenda 2 tahunan yang menjadi wadah bagi santri madrasah diniyah untuk menyalurkan bakat di bidang olahraga dan seni. Selain itu, ajang ini juga berperan penting dalam mempererat ukhuwah antar lembaga pendidikan diniyah di Kecamatan Sangkapura.
Tahun ini, PORSADIN VII tingkat kecamatan diikuti oleh 55 lembaga diniyah. Para peserta berkompetisi dalam berbagai cabang lomba seperti Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ), Tahfidz Juz 30, serta pidato Bahasa Arab. Cabang lomba tersebut dirancang untuk mengasah kemampuan religius sekaligus keterampilan komunikasi santri.

Ketua DPAC FKDT Kecamatan Sangkapura, Moh. Nasir, S.Pd., M.Pd., menegaskan bahwa PORSADIN bukan sekadar ajang perlombaan. “Kegiatan ini menjadi sarana untuk menggali potensi santri dan meningkatkan kualitas mereka,” ujarnya.
Ia menjelaskan, para juara nantinya akan mewakili Sangkapura pada PORSADIN tingkat Kabupaten Gresik yang dijadwalkan berlangsung pada 2 Agustus 2026 di Panceng dengan melibatkan 17 kecamatan. Sementara juara pertama akan kembali berlaga pada 26 Agustus 2026, dengan seluruh biaya dan pendamping ditanggung panitia.
Menurutnya, pelaksanaan PORSADIN ini merupakan yang pertama kali digelar oleh FKDT Sangkapura, sebagai tindak lanjut dari dorongan pemerintah kabupaten.
“Sebelumnya Bawean belum pernah mengadakan ajang serupa. Ke depan, kami siap menjadi tuan rumah PORSADIN tingkat kabupaten,” tambahnya.
Ajang ini juga direncanakan berlanjut ke tingkat provinsi di Lumajang hingga ke tingkat nasional di Semarang.
Sementara itu, Koordinator Wilayah (Korwil) V Bawean Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, Sahrani Nur, S.Pd., M.Pd., berharap pendidikan diniyah di Bawean dapat berkembang setara dengan wilayah daratan.
Ia juga menekankan pentingnya pemanfaatan dana operasional seperti BOP secara optimal untuk meningkatkan kualitas pendidikan.
Ia turut mengingatkan pentingnya sportivitas dalam kompetisi.
“Silakan bersaing saat lomba, tetapi tetap jaga persahabatan setelahnya. Menang dan kalah adalah hal biasa,” pesannya.
Dengan tingginya antusiasme peserta dan dukungan berbagai pihak, PORSADIN VII diharapkan menjadi momentum dalam mencetak generasi santri yang tidak hanya berprestasi, tetapi juga berkarakter kuat, religius, dan mampu bersaing secara sehat.
Penulis : Abd Hamid







