PROBOLINGGO – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo kembali melakukan penataan infrastruktur perkantoran pada tahun anggaran 2026.
Area Gedung Sekretariat Daerah (Setda) atau Kantor Bupati kini menjadi fokus rehabilitasi dengan total alokasi anggaran mencapai hampir Rp1 miliar.
Berdasarkan data Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP) LKPP, terdapat tiga paket kegiatan pemeliharaan yang bersumber dari APBD tahun ini.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Jika diakumulasikan, total nilai pagu anggaran untuk mempercantik gedung tersebut menyentuh angka Rp930.567.375.Rincian ketiga paket tersebut meliputi belanja pemeliharaan lobby Kantor Bupati dengan pagu sebesar Rp400.000.000, pemeliharaan ruang staf ahli sebesar Rp468.900.000, serta pemeliharaan gedung dan bangunan lainnya senilai Rp61.667.375.
Besarnya anggaran pada proyek lobby dan ruang staf ahli sempat memicu pertanyaan publik terkait urgensi skala prioritas. Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Probolinggo, H. Ugas Irwanto, mengarahkan agar detail teknis dikonfirmasi langsung kepada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait.
“Kalau teknis kayak gini, monggo njenengan (silakan Anda) konfirmasi ke OPD-nya langsung,” ujar Ugas saat dikonfirmasi, Minggu (3/5/2026).
Terpisah, Kepala Bagian Umum Setda Kabupaten Probolinggo Yuanita menjelaskan,mengenai progres pekerjaan tersebut. Ia menegaskan bahwa seluruh proses telah mengikuti prosedur pengadaan barang dan jasa yang berlaku.
Pemeliharaan lobby kantor saat ini sedang berlangsung dan sudah sesuai prosedur. Untuk ruang staf ahli, ada tiga ruangan yang akan direhab. Saat ini masih belum dilaksanakan karena masih dalam proses pengadaan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa paket pemeliharaan lainnya bersifat rutin untuk perbaikan ringan di lingkungan Kantor Bupati, rumah dinas, hingga pendopo. Pihaknya pun menyatakan keterbukaan bagi masyarakat yang memerlukan informasi lebih lanjut.
“Kesemuanya sudah sesuai prosedur pengadaan. Monggo jika ingin penjelasan lebih lanjut bisa ke kantor pada jam kerja,” pungkasnya.
Kini,publik menanti transparansi penuh agar proyek ini dipastikan tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata, di tengah berbagai kebutuhan pembangunan infrastruktur lainnya di Kabupaten Probolinggo.
Penulis : Moch Solihin







