Rapat Paripurna DPRD Sumenep: Capaian Diapresiasi, Masalah Krusial Disorot

Jumat, 1 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP – Rapat paripurna DPRD Kabupaten Sumenep, Kamis (30/4/2026), tak sekadar formalitas tahunan. Dalam forum tersebut, Panitia Khusus (Pansus) LKPj Bupati Tahun Anggaran 2025 membeberkan hasil evaluasi yang tajam, mengapresiasi capaian, namun sekaligus membuka sejumlah persoalan krusial yang masih membayangi kinerja pemerintah daerah.

Dipimpin Ketua Pansus, Hosnan, laporan LKPj ditegaskan sebagai instrumen penting dalam menguji akuntabilitas pemerintahan. Ia menekankan bahwa laporan ini harus menjadi cermin nyata, bukan sekadar dokumen administratif.

“LKPj adalah bentuk pertanggungjawaban kepada DPRD dan masyarakat. Di sini kita bicara fakta, capaian, sekaligus kekurangan yang harus diperbaiki,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam pemaparannya, Pansus mengakui bahwa pelaksanaan program 2025 berjalan di tengah tekanan yang tidak ringan. Kondisi ekonomi, dinamika sosial, hingga tantangan geografis wilayah kepulauan menjadi faktor yang memengaruhi jalannya pembangunan.

Sejumlah sektor dinilai menunjukkan progres, seperti pembangunan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan sektor ekonomi. Namun, di balik capaian tersebut, DPRD menemukan sejumlah pekerjaan rumah yang belum terselesaikan.

Optimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi salah satu sorotan utama. Pansus menilai potensi yang dimiliki daerah belum digarap secara maksimal. Hal ini dianggap sebagai peluang besar yang masih terabaikan.

“PAD harus dikelola lebih serius. Jangan sampai potensi besar justru tidak memberikan dampak signifikan bagi daerah,” ujar Hosnan.

Masalah pemerataan pembangunan kembali menjadi perhatian. Wilayah kepulauan dinilai masih belum mendapatkan porsi pembangunan yang setara. DPRD menegaskan pentingnya kebijakan yang lebih berpihak agar kesenjangan tidak terus melebar.

“Sumenep ini bukan hanya daratan. Kepulauan harus menjadi prioritas, bukan sekadar pelengkap,” tegasnya.

Di sektor pelayanan publik, DPRD mendorong peningkatan kualitas layanan yang lebih efektif dan menyentuh langsung kebutuhan masyarakat. Sementara itu, pada sektor kesehatan, Pansus mencatat adanya keluhan terhadap pelayanan di RSUD dr. Moh. Anwar.

Perbaikan manajemen dan peningkatan mutu layanan dinilai mendesak agar kepercayaan masyarakat tidak terus menurun. “Pelayanan kesehatan harus jadi prioritas utama. Ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” tambahnya.

Selain itu, Pansus juga merekomendasikan penguatan kebijakan berbasis riset, peningkatan pengawasan hingga ke tingkat desa, serta pemerataan tenaga pendidik dan tenaga kesehatan di seluruh wilayah.

Menutup laporannya, Hosnan tetap memberikan apresiasi terhadap kinerja pemerintah daerah sepanjang tahun 2025. Namun, ia menegaskan bahwa evaluasi ini harus menjadi momentum perubahan, bukan sekadar rutinitas tahunan.

“Rekomendasi ini harus ditindaklanjuti. Jangan berhenti di laporan. Harus ada perubahan nyata demi Sumenep yang lebih maju dan berkeadilan,” tandasnya.

Paripurna ini menjadi sinyal kuat bahwa DPRD Sumenep tidak hanya mencatat, tetapi juga menekan agar perbaikan benar-benar dilakukan. Kini, publik menanti langkah konkret dari pemerintah daerah untuk menjawab kritik dan harapan tersebut.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Kelola Lahan 12 Ribu Hektare, Probolinggo Pamerkan Jurus Pengelolaan DBHCHT kepada Pemkab Tulungagung
Bupati Tegaskan Komitmen, Gerakan ASRI Jadi Gerakan Massal di Sumenep
Bakesbangpol Sumenep Gerakkan Indeks Harmoni Indonesia 2026, Perkuat Kerukunan dan Persatuan Bangsa
BRI Sumenep Tegaskan Integritas dan Zero Tolerance Fraud di Tengah Upaya Jaga Kepercayaan Publik
Ribuan BSPS di Sampang Mengalir Lewat “Jalur Usulan” DPR RI dan Kementerian, Pengusul Lintas Dapil Ikut Bermunculan
Tak Hanya Jaga Lalin di Depan Pemda, Disperkimhub Sumenep Juga Tertibkan PKL dan Parkir Liar Demi Wajah Kota yang Lebih Tertata
Dampak Aliran PDAM Mati, BPBD Probolinggo Pasok 6.000 Liter Air Bersih ke Tegalwatu
Tahun Baru Islam, Bupati Sumenep Achmad Fauzi Wongsojudo Dorong ASN dan Masyarakat Perkuat Empati dan Kesalehan Sosial

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 01:20 WIB

Kelola Lahan 12 Ribu Hektare, Probolinggo Pamerkan Jurus Pengelolaan DBHCHT kepada Pemkab Tulungagung

Jumat, 19 Juni 2026 - 20:11 WIB

Bupati Tegaskan Komitmen, Gerakan ASRI Jadi Gerakan Massal di Sumenep

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:53 WIB

Bakesbangpol Sumenep Gerakkan Indeks Harmoni Indonesia 2026, Perkuat Kerukunan dan Persatuan Bangsa

Jumat, 19 Juni 2026 - 17:50 WIB

BRI Sumenep Tegaskan Integritas dan Zero Tolerance Fraud di Tengah Upaya Jaga Kepercayaan Publik

Jumat, 19 Juni 2026 - 13:24 WIB

Ribuan BSPS di Sampang Mengalir Lewat “Jalur Usulan” DPR RI dan Kementerian, Pengusul Lintas Dapil Ikut Bermunculan

Berita Terbaru

TNI-POLRI

Polsek Dasuk Polres Sumenep Intensif Pantau Tanaman Jagung

Sabtu, 20 Jun 2026 - 10:39 WIB