Bupati Situbondo Yakin Desa Tetap Bertahan dan Tumbuh di Tengah Tekanan Fiskal Bupati Situbondo

Kamis, 30 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SITUBONDO— Arah pembangunan Kabupaten Situbondo tahun 2026 ditegaskan berpijak dari desa. Meski menghadapi tekanan fiskal dan penurunan pagu Dana Desa, Bupati Situbondo Yisuf Rio Wahyu Prayogo optimistis desa mampu bertahan sekaligus bertumbuh dengan mengandalkan potensi lokal.

Komitmen itu disampaikan Mas Rio, sapaan akrab Bupati, dalam talkshow “Ngopi Desa: Secangkir Kopi, Sejuta Solusi” di Aula Wisda Rengganis, Rabu (29/4/2026). Acara bertema “Bertahan dan Bertumbuh: Strategi Pembangunan Desa di Tengah Tekanan Fiskal” tersebut dihadiri pegiat pemberdayaan masyarakat se-Tapal Kuda, mulai Pasuruan hingga Banyuwangi.

Dalam paparannya, Mas Rio menegaskan keterbatasan anggaran tidak boleh menghentikan pembangunan. Justru kondisi ini harus menjadi momentum mengoptimalkan kekuatan desa. “Pembangunan di Situbondo kita fokuskan ke desa-desa. Program nasional seperti Makan Bergizi Gratis harus ditopang oleh potensi lokal, termasuk melalui keberadaan gerai KDMP,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menekankan pendekatan pembangunan harus menyentuh persoalan mendasar, bukan sekadar seremonial. “Pembangunan itu bukan dari kota, melainkan dari desa,” tegas Mas Rio.

Di forum yang sama, peran Tenaga Pendamping Profesional (TPP) ikut disorot. Koordinator Provinsi Jawa Timur, Eko Iswoyo, mengingatkan TPP harus menjaga integritas dan memastikan program tetap berjalan sesuai jalur meski Dana Desa turun. “Tugas pendamping adalah memastikan program berjalan sesuai jalur. Jika kinerja maksimal, hasil akan mengikuti,” kata Eko.

Penegasan itu menguat dalam Rakorkab TPP Situbondo yang digelar bersamaan. Koordinator Kabupaten TPP Situbondo meminta pendamping segera menyesuaikan pola kerja menyusul sistem evaluasi kinerja yang lebih ketat. Penilaian kini tak hanya dari laporan harian di aplikasi DRP, tapi juga kesesuaian data dengan kondisi lapangan.

Eko Iswoyo mengingatkan batas akhir penilaian kinerja jatuh pada 30 April 2026. Ia meminta seluruh pendamping memastikan proses evaluasi oleh kepala desa dan camat rampung tepat waktu. “Penurunan pagu Dana Desa tidak boleh menjadi alasan turunnya kinerja. Pengisian DRP wajib tertib dan jujur karena akan diverifikasi dengan bukti lapangan,” tegasnya.

Sementara itu, Tenaga Ahli Pemberdayaan Masyarakat (TAPM) Jatim, Mukhlis, menyoroti kedisiplinan. Durasi kerja minimal 8 jam per hari harus terdokumentasi. Kegiatan di akhir pekan pun tetap dihitung sebagai jam kerja jika didukung dokumen resmi.

Sinkronisasi data juga jadi catatan penting, khususnya program ketahanan pangan dari Dana Desa. Data SDGs Desa yang belum optimal di sejumlah wilayah harus segera dibenahi.

Lewat Ngopi Desa, Mas Rio berharap lahir solusi konkret dari desa untuk desa. Potensi mangga, tembakau, kopi, perikanan, hingga UMKM Situbondo diyakini bisa jadi motor penggerak ekonomi saat fiskal seret.

Dengan penegasan tersebut, pemerintah berharap pembangunan desa di Situbondo tetap konsisten, adaptif, dan mampu menjawab tantangan ekonomi, meski di tengah keterbatasan anggaran.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Penulis : Anton

Berita Terkait

Rumah Jadi Abu dalam Sekejap, Pemkab Sumenep dan Baznas Hadir Berikan Bantuan Rp30 Juta
Kejar Target MCP KPK, Sekda Ugas: Perbaikan Tata Kelola Bukan Sekadar Mengincar Angka
Tinggalkan Alasan Usia, Pemkab Probolinggo Desak ASN Adaptif Hadapi Era Digital
Jarak Ratusan Meter Tetap Tersingkir, Jalur Domisili PPDB SMA Negeri Dinilai Hanya Formalitas
Tingkatkan Keselamatan Wisatawan Bromo, Wabup Probolinggo Resmikan Rest Area Bromo Safety Initiative
Suhu Dingin Tak Biasa Selimuti Kediri Raya, BPBD Minta Warga Waspada Fenomena Bediding
Api Perjuangan Bung Karno Menyala di Madura, 113 Peserta Berebut Piala Bupati Sumenep
Taufiq Hidayat Menang Telak di Pilkades PAW Sumberanyar Situbondo, Raih Suara Tertinggi dan Kantongi Amanah Warga

Berita Terkait

Selasa, 16 Juni 2026 - 21:11 WIB

Rumah Jadi Abu dalam Sekejap, Pemkab Sumenep dan Baznas Hadir Berikan Bantuan Rp30 Juta

Selasa, 16 Juni 2026 - 16:56 WIB

Kejar Target MCP KPK, Sekda Ugas: Perbaikan Tata Kelola Bukan Sekadar Mengincar Angka

Senin, 15 Juni 2026 - 21:03 WIB

Tinggalkan Alasan Usia, Pemkab Probolinggo Desak ASN Adaptif Hadapi Era Digital

Senin, 15 Juni 2026 - 14:21 WIB

Jarak Ratusan Meter Tetap Tersingkir, Jalur Domisili PPDB SMA Negeri Dinilai Hanya Formalitas

Sabtu, 13 Juni 2026 - 20:36 WIB

Tingkatkan Keselamatan Wisatawan Bromo, Wabup Probolinggo Resmikan Rest Area Bromo Safety Initiative

Berita Terbaru