MAKASSAR – Pemilihan Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sulawesi Selatan periode 2026–2031 mulai memanas. Di tengah dinamika internal organisasi, nama Suwardi Thahir mendadak menjadi sorotan dan disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat yang berpotensi mengguncang peta persaingan.
Figur Suwardi kini tidak lagi sekadar pelengkap bursa calon. Ia mulai dipandang sebagai “kuda hitam” yang memiliki modal kuat berupa integritas, rekam jejak panjang di dunia jurnalistik, serta reputasi sebagai penguji dan pembimbing dalam ekosistem pers di Sulawesi Selatan.
Sejumlah kalangan jurnalis menilai, kehadiran Suwardi dalam kontestasi ini bukan hanya soal perebutan jabatan, melainkan juga pertarungan gagasan tentang arah masa depan organisasi wartawan terbesar di daerah tersebut.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam pernyataannya, Suwardi menegaskan bahwa niatnya maju bukan untuk kepentingan kelompok tertentu, melainkan untuk mengubah wajah organisasi agar lebih terbuka dan tidak terjebak dalam sekat-sekat eksklusivitas.
“Saya termotivasi menjadi Ketua PWI Sulsel karena ingin PWI Sulsel sebagai organisasi yang inklusif. Tidak eksklusif,” ujarnya melalui sambungan telepon, Kamis (14/5/2026) malam.
Pernyataan itu sontak memantik perhatian, karena dianggap sebagai sindiran halus terhadap kondisi internal organisasi yang selama ini dinilai masih menyisakan jarak antara kelompok-kelompok anggota.
Dukungan terhadap Suwardi juga mulai mengalir dari berbagai kalangan. Salah satunya datang dari Enno, seorang pengusaha yang juga berprofesi sebagai jurnalis, yang secara terbuka menyebut Suwardi sebagai sosok guru sekaligus panutan.
“Beliau adalah guru saya. Saya mengenal dunia jurnalistik karena didikan beliau,” ungkap Enno.
Ia menilai Suwardi bukan hanya memiliki kapasitas intelektual, tetapi juga konsistensi dalam menjaga marwah organisasi dan profesionalisme pers. Menurutnya, jika Suwardi terpilih, maka PWI Sulsel akan memasuki fase baru yang lebih solid dan progresif.
Namun di balik dukungan yang menguat, dinamika menuju pemilihan diprediksi tidak akan berjalan mulus. Persaingan antar kandidat disebut akan berlangsung ketat, dengan berbagai kepentingan yang ikut bermain di balik layar.
Enno pun mengingatkan pentingnya menjaga integritas proses pemilihan agar tidak ternodai praktik-praktik yang merugikan demokrasi organisasi.
“Harapan kami, di hari pemilihan nanti prosesnya berjalan transparan dan tidak ada kecurangan,” tegasnya.
Kini, dengan menguatnya nama Suwardi Thahir dalam bursa calon Ketua PWI Sulsel 2026–2031, publik pers daerah menunggu arah baru pertarungan yang kian panas—antara kesinambungan tradisi lama atau perubahan besar yang mulai mengetuk pintu organisasi wartawan tersebut.
Penulis : Enno







