BAWEAN — Suasana haru dan kebanggaan menyelimuti pelaksanaan acara PERMATA (Penganugerahan Mahkota Tahfidz) Program Tahfidz Balita dan Anak (PROTABA) Kelompok Bermain (KB) – Taman Kanak-kanak (TK) Islam Al-Huda Tahun Ajaran 2025–2026, yang digelar dengan khidmat dan penuh makna di Aula Kantor Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Nusa Indah Sangkapura, Jumat (15/5/2026).
Kegiatan ini dihadiri oleh Kepala KB dan TK Islam Al-Huda, jajaran Yayasan Pendidikan dan Sosial Darul Fikri, para ustadz dan ustadzah, wali murid, serta tamu undangan lainnya.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Acara diawali dengan pembukaan dan pembacaan Kalam Ilahi oleh ananda Adiba dan kawan-kawan, yang menambah suasana religius. Lantunan ayat suci Al-Qur’an yang menggema menghadirkan ketenangan sekaligus menegaskan pentingnya menanamkan nilai-nilai Qur’ani sejak usia dini.
Dalam sambutannya, Koordinator PROTABA sekaligus perwakilan sekolah, Ustadzah Nor Mala, S.Pd.AUD, menyampaikan bahwa program ini merupakan langkah awal dalam membentuk karakter anak sejak usia dini melalui pendekatan Al-Qur’an. Ia juga menyampaikan permohonan maaf karena Kepala Sekolah tidak dapat hadir dalam kegiatan tersebut.
“Ini merupakan awal dalam membentuk karakter anak. Program ini juga menjadi inovasi agar anak-anak mampu menguasai hafalan mulai dari Surah An-Nas hingga Al-Balad, dengan pengelompokan kategori A dan B. Kami juga mohon maaf, Kepala Sekolah berhalangan hadir karena ada urusan yang tidak bisa ditinggalkan,” ujarnya.
Ia menambahkan, capaian tersebut mulai menunjukkan hasil yang menggembirakan.
“Alhamdulillah, untuk kelompok A sudah ada dua anak yang memenuhi target hafalan yang ditetapkan,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Yayasan Darul Fikri yang dalam kesempatan ini diwakili oleh Ustadzah Elia Puspa, S.Ag, menyampaikan bahwa anak-anak yang menghafal Al-Qur’an sekaligus mentadabburinya akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara spiritual dan berakhlak mulia.
“Anak yang menghafal Al-Qur’an dan mentadabburinya insyaAllah akan menjadi generasi yang memiliki karakter kuat, cinta kepada Al-Qur’an, serta mampu mengamalkan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa proses menghafal Al-Qur’an bukanlah hal yang mudah dan membutuhkan kesungguhan serta dukungan bersama.
“Menghafal Al-Qur’an tidak semudah yang kita bayangkan. Dibutuhkan peran ustadz dan ustadzah dalam membimbing, serta kerja sama yang erat dengan kedua orang tua agar proses ini dapat berjalan dengan baik dan maksimal,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa keutamaan menghafal Al-Qur’an tidak hanya dirasakan oleh anak, tetapi juga oleh kedua orang tuanya.

“Pahala bagi penghafal Al-Qur’an tidak hanya untuk anak itu sendiri, tetapi juga akan mengalir kepada kedua orang tuanya sebagai bentuk kemuliaan yang Allah berikan,” tutupnya.
Perwakilan wali murid, Bunda Azkiya, turut menyampaikan rasa syukur dan kebanggaan atas capaian putra-putri mereka dalam menghafal kalamullah.
Puncak acara ditandai dengan prosesi Penganugerahan Mahkota Tahfidz sebagai bentuk penghargaan kepada anak-anak yang telah menunjukkan kesungguhan dalam menghafal Al-Qur’an. Momen ini menjadi simbol keberhasilan sekaligus motivasi bagi para siswa untuk terus mencintai Al-Qur’an.

Selain itu, dilakukan pula penyerahan penghargaan dan sertifikat kepada para peserta sebagai bentuk apresiasi atas prestasi yang diraih.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang seremonial, tetapi juga menjadi momentum penting dalam menanamkan nilai-nilai keislaman, membangun karakter, serta mempererat sinergi antara sekolah dan orang tua dalam mendidik generasi Qur’ani.
Penulis : Abd Hamid







