Derita Rakyat Tak Mereda, Camat yang Disebut Jarang Ngantor Justru Giat Persiapkan Festival Masalembu yang Tuai Kritik Anggota Dewan Sumenep

Senin, 11 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Camat Masalembu yang disebut Jarang Ngantor (kiri) Pamflet Festival Budaya Masalembu 2026 yang tengah menjadi sorotan publik di tengah masih kuatnya keluhan warga kepulauan terkait pelayanan dasar dan prioritas pembangunan di wilayah Masalembu (Kanan)

Foto : Camat Masalembu yang disebut Jarang Ngantor (kiri) Pamflet Festival Budaya Masalembu 2026 yang tengah menjadi sorotan publik di tengah masih kuatnya keluhan warga kepulauan terkait pelayanan dasar dan prioritas pembangunan di wilayah Masalembu (Kanan)

SUMENEP, Senin, 11/6/2026  – Di tengah derita panjang warga kepulauan dan semakin menguatnya kritik pedas terhadap Camat Masalembu yang disebut-sebut jarang ngantor di wilayah kepulauan, gelaran Festival Budaya Masalembu 2026 justru melaju kencang dengan persiapan besar-besaran yang kini berubah menjadi kemelut di ruang publik, seakan-akan panggung perayaan jauh lebih penting daripada denyut persoalan warga yang setiap hari belum juga terselesaikan.

Alih-alih meredakan kegelisahan warga, agenda yang dijadwalkan berlangsung 20–23 Mei 2026 itu justru mempertegas jurang yang sudah lama menganga. Di lapangan, masyarakat Masalembu masih harus berhadapan dengan persoalan yang tidak kunjung selesai, listrik yang tanpa kepastian, transportasi laut yang tidak stabil, infrastruktur jalan yang tertinggal, serta layanan kesehatan yang masih jauh dari memadai. Namun di saat yang sama, pemerintah kecamatan terlihat mengerahkan energi besar untuk memastikan festival harus berjalan megah, ramai, dan tepat waktu.

Kontras inilah yang kini membuat situasi semakin panas. Keluhan warga yang sebelumnya hanya terdengar di ruang-ruang kecil, perlahan berubah menjadi suara terbuka yang penuh sindiran dan kekecewaan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Warga mulai mempertanyakan apakah pemerintah masih benar-benar hadir untuk menyelesaikan masalah mereka, atau justru lebih sibuk membangun panggung perayaan di atas masalah yang belum terselesaikan.

“Yang kami butuhkan itu kehadiran dan pelayanan, bukan sekadar acara atau event yang tidak jelas seperti ini, masyarakat Masalembu sudah muak, apalagi soal Camat yang disebut jarang ngantor sudah lama menjadi keluhan,” ujar S.

Bobroknya, ditengah kritik dan keluhan kronis masyarakat Masalemnu selama bertahun tahun, camat Achmad Uzai Rachman justru terlihat aktif turun langsung ke lapangan, mengawasi persiapan event. Seakan dua realitas berjalan tanpa saling bersentuhan, yakni realitas warga yang masih berjuang dengan kebutuhan dasar, dan realitas panggung yang terus dikebut agar terlihat sempurna.

Kini, Pamflet resmi Festival Budaya Masalembu 2026 menampilkan rangkaian acara yang cukup besar, mulai dari Rokat Tasek, Sundrang, Tabbhuta’an, lomba karaoke, hiburan musik dangdut, hingga pameran UMKM dan kuliner laut, yang dikemas sebagai perayaan budaya sekaligus promosi potensi kepulauan.

Namun di balik gemerlap itu, kritik justru semakin mengeras Parlemen.

Anggota DPRD Sumenep wilayah kepulauan, Ahmad Juhairi, menilai arah kebijakan pembangunan di kepulauan mulai bergeser jauh dari kebutuhan paling mendasar masyarakat.

Ia menegaskan bahwa kondisi Masalembu saat ini masih berada dalam situasi yang serius, listrik yang tak jelas, infrastruktur jalan tertinggal, layanan kesehatan terbatas, dan transportasi laut masih menjadi persoalan harian yang terus dikeluhkan warga.

Menurutnya, seluruh persoalan itu bukan hanya catatan pembangunan, melainkan menyangkut langsung kehidupan dasar masyarakat yang tidak bisa ditunda penyelesaiannya.

“Kebutuhan dasar itu bukan pilihan, tapi kewajiban. Kalau listrik masih padam, jalan masih rusak, dan transportasi laut masih bermasalah, maka festival sebesar apa pun tidak akan pernah benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat. Itu pembodohan,” tegasnya.

Juhairi juga mengingatkan bahwa jika ketimpangan prioritas ini terus dibiarkan, maka kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah bisa semakin terkikis. Kegiatan seremonial, menurutnya, berisiko hanya menjadi simbol yang berdiri di atas masalah yang belum selesai.

“Kalau kebutuhan dasar belum disentuh, maka kegiatan seperti ini hanya akan terlihat sebagai panggung yang menutupi realitas yang belum selesai,” ujarnya.

Ia meminta Pemerintah Kabupaten Sumenep segera menggeser fokus pembangunan ke arah yang lebih nyata dan menyentuh kebutuhan dasar masyarakat kepulauan.

“Saya tegaskan, jangan sampai pemerintah sibuk mengatur panggung, tapi lupa membenahi kehidupan rakyat di belakangnya,” tandasnya.

Hingga berita ini terbit, pihak Kecamatan Masalembu belum memberikan keterangan resmi terkait berbagai sorotan yang berkembang, termasuk isu pelayanan publik dan efektivitas kehadiran aparatur di kantor kecamatan. Kondisi ini membuat ruang tafsir di tengah masyarakat semakin terbuka, di mana sebagian warga mulai membandingkan cepatnya gerak persiapan festival dengan lambatnya penanganan persoalan dasar yang sudah lama mereka rasakan.

Penulis : Redaksi

Berita Terkait

Jumat Berkah 11 Muharram, Praneda Care Foundation Lanjutkan Misi Kemanusiaan di Panti Asuhan Putra Klender Jakarta Timur
Dugaan Penipuan Berkedok Arisan, Kantor Hukum Yakuza Maneges Resmi Dampingi Korban Lapor ke Polres Kediri
Jumat ASRI Jadi Gerakan Bersama, Bupati Achmad Fauzi Ajak Warga Rawat Wajah Sumenep
Hari ke-26 Program Berbagi Setiap Hari Detikzone.id di Sumenep, Dakwah Kemanusiaan Menjangkau Abang Becak, Pemulung, Pedagang Keliling, hingga Jompo
Bangun Kesadaran Jaga Sungai, Mbak Wali Pimpin Kerja Bakti Bersihkan Sungai Kedak
Sengketa Lahan Banjarmlati Memanas, GRIB Jaya Tantang Pemkot Kediri Buka-Bukaan Data
Milad Afifah ke-7 Menjadi Berkah, 1.000 Anak Yatim Sumenep Tersenyum dalam Balutan Doa dan Sholawat di Bulan Muharam
Menuju Kota Berdaya Saing, Kediri Resmikan Payung Hukum Pelestarian Budaya dan Smart City

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 00:03 WIB

Jumat Berkah 11 Muharram, Praneda Care Foundation Lanjutkan Misi Kemanusiaan di Panti Asuhan Putra Klender Jakarta Timur

Jumat, 26 Juni 2026 - 21:28 WIB

Dugaan Penipuan Berkedok Arisan, Kantor Hukum Yakuza Maneges Resmi Dampingi Korban Lapor ke Polres Kediri

Jumat, 26 Juni 2026 - 20:29 WIB

Jumat ASRI Jadi Gerakan Bersama, Bupati Achmad Fauzi Ajak Warga Rawat Wajah Sumenep

Jumat, 26 Juni 2026 - 18:43 WIB

Hari ke-26 Program Berbagi Setiap Hari Detikzone.id di Sumenep, Dakwah Kemanusiaan Menjangkau Abang Becak, Pemulung, Pedagang Keliling, hingga Jompo

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:59 WIB

Bangun Kesadaran Jaga Sungai, Mbak Wali Pimpin Kerja Bakti Bersihkan Sungai Kedak

Berita Terbaru