SUMENEP — Pemerintah Kabupaten Sumenep mengajak Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) untuk bersinergi dalam mewujudkan pembangunan daerah yang maju, religius, dan sejahtera. Ajakan itu disampaikan langsung Bupati Achmad Fauzi Wongsojudo saat menghadiri pelantikan PCNU Sumenep periode 2026–2031 di Pondok Pesantren Al-Karimiyah Braji, Sabtu (16/05/2026).
Dalam sambutannya, Bupati menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama memiliki peran besar dalam menjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, serta moderasi di tengah kehidupan masyarakat.
Menurutnya, PCNU bukan hanya organisasi keagamaan, tetapi juga mitra strategis pemerintah dalam menjaga harmoni sosial, memperkuat pendidikan keagamaan, dan membangun karakter masyarakat yang religius.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bupati berharap kepengurusan PCNU yang baru mampu menghadirkan program-program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, mulai dari pendidikan keagamaan, penguatan ekonomi umat, pembinaan generasi muda, hingga penanggulangan kemiskinan.
“Kami berharap PCNU hadir di tengah masyarakat sebagai organisasi yang memberi manfaat nyata bagi umat,” ujar Bupati.
Namun di tengah semangat kolaborasi tersebut, muncul pengaduan masyarakat yang meminta agar sinergi pemerintah dan PCNU tidak hanya menjadi kegiatan seremonial semata. Dalam pesan pengaduan yang beredar usai pelantikan, warga menyoroti masih banyak persoalan daerah yang membutuhkan perhatian serius.
Masyarakat menyebut persoalan infrastruktur, pelayanan publik, kesejahteraan masyarakat kecil, hingga ketimpangan pembangunan di wilayah kepulauan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum sepenuhnya terselesaikan.
“Rakyat butuh bukti nyata, bukan sekadar slogan Sumenep maju dan sejahtera,” tulis warga dalam pengaduannya.
Warga berharap kolaborasi antara pemerintah daerah dan PCNU benar-benar diwujudkan melalui langkah konkret yang bisa dirasakan langsung oleh masyarakat bawah. Apalagi, NU dinilai memiliki jaringan kuat hingga tingkat desa dan akar rumput yang dapat menjadi jembatan aspirasi masyarakat.
Pengaduan tersebut menjadi pengingat bahwa harapan masyarakat terhadap pemerintah dan organisasi keagamaan tidak hanya sebatas menjaga hubungan baik, tetapi juga menghadirkan perubahan nyata bagi kehidupan rakyat di Kabupaten Sumenep.








