Majelis Salakan Jadi Energi Baru Annuqayah Sumenep, Satukan Alumni, Santri, dan Simpatisan dari Berbagai Daerah

Senin, 18 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SURABAYA – Semangat persatuan dan gairah perjuangan pesantren terasa kuat di Aula MAN Surabaya, Minggu (17/05/2026). Ratusan santri, alumni, simpatisan, hingga para pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah dari berbagai daerah berkumpul dalam Rapat Nasional Majelis Salakan I.

Momentum itu menjadi tonggak lahirnya Majelis Salakan, sebuah wadah baru yang digagas sebagai ruang konsolidasi besar keluarga Pondok Pesantren Annuqayah untuk menyongsong tantangan zaman sekaligus memperkuat perjuangan pesantren.

Sekitar 500 peserta hadir dari berbagai wilayah, mulai Jakarta, Kalimantan, Semarang, Banyuwangi, Bali, Jember, hingga Madura. Suasana penuh kekeluargaan, semangat perjuangan, dan nuansa kebersamaan tampak begitu kental sepanjang kegiatan berlangsung.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ketua panitia, Muhammad Muslim, menegaskan bahwa Majelis Salakan bukan sekadar forum silaturahmi alumni, tetapi menjadi ruang strategis untuk membangun masa depan pesantren.

“Majelis ini nantinya menjadi wadah para alumni, santri, dan simpatisan pondok pesantren untuk menggagas berbagai kegiatan yang mendukung program-program di Pondok Pesantren Annuqayah,” ujar Muhammad Muslim.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Surabaya itu menyebut, program yang akan dikembangkan tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik pesantren, tetapi juga penguatan pendidikan, pengembangan kapasitas santri, hingga perluasan jejaring alumni.

Menurutnya, kekompakan alumni menjadi kekuatan besar untuk menjaga kesinambungan perjuangan para kiai dan masyayikh Annuqayah.

“Yang tidak kalah penting, jangan sampai ada yang mufaraqah dari perjuangan kiai, terutama dalam menjaga akidah Ahlussunnah Wal Jamaah,” katanya.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Lubangsa, KH Muhammad Shalahuddin A Warits atau yang akrab disapa Ra Mamak, menilai pembentukan Majelis Salakan menjadi langkah penting untuk menjawab perubahan zaman, terutama menghadapi karakter generasi muda saat ini.

Menurutnya, generasi Z masih memiliki minat tinggi untuk mondok di pesantren. Namun, pesantren dituntut mampu beradaptasi dengan kebutuhan zaman yang terus berkembang.

“Artinya, kita harus bersiap-siap menyambut Gen Z dengan situasi dan permasalahan mereka,” ujarnya.

Ra Mamak menegaskan, pesantren tidak cukup hanya menjadi pusat pendidikan agama, tetapi juga harus hadir sebagai ruang pelayanan moral bagi masyarakat.

Ia juga menyoroti pentingnya penguasaan teknologi digital dalam dunia pesantren. Menurutnya, generasi muda saat ini menginginkan sistem pendidikan yang mampu memadukan ilmu agama dengan ilmu pengetahuan modern.

“Gen Z itu menginginkan pesantren yang memiliki kombinasi pendidikan. Bukan hanya agama, tetapi juga responsif terhadap ilmu-ilmu yang berkembang sekarang, terutama teknologi digital,” tuturnya.

Selama ini, Pondok Pesantren Annuqayah disebut telah memadukan kurikulum nasional dengan kurikulum lokal kepesantrenan. Pola tersebut diyakini menjadi modal penting agar pesantren tetap relevan di tengah perkembangan zaman tanpa kehilangan tradisi dan nilai-nilai keislamannya.

Berita Terkait

Kunci Sukses Wirausaha di Tengah Persaingan Digital
Dari Hobi Jadi Cuan, Remaja 16 Tahun Pemalang Mampu Pelihara Ratusan Kambing
Tanamkan Jiwa Nasionalisme, WBP Rutan Pemalang Ikuti Upacara Bendera dengan Khidmat
Hitamnya Arang Jadi Cuan Buat Tasripin Jelang Lebaran Iduladha
PT Habibi Rizky Elsyarif Fasilitasi Jamaah, Layanan Eazy Passport Hadir di Bawean
Fiqih Muamalah di Era Digital: Membangun Sistem Ekonomi Islam yang Adil, Modern, dan Berkelanjutan
Menavigasi Ekosistem Bisnis: Menjaga Keseimbangan Pasar di Tengah Gejolak Global
Selamatan Desa Taman Kursi 2026 Berlangsung Meriah, Budaya Leluhur dan Semangat Ekonomi Desa Menguat

Berita Terkait

Senin, 18 Mei 2026 - 14:10 WIB

Majelis Salakan Jadi Energi Baru Annuqayah Sumenep, Satukan Alumni, Santri, dan Simpatisan dari Berbagai Daerah

Senin, 18 Mei 2026 - 13:27 WIB

Kunci Sukses Wirausaha di Tengah Persaingan Digital

Senin, 18 Mei 2026 - 12:58 WIB

Dari Hobi Jadi Cuan, Remaja 16 Tahun Pemalang Mampu Pelihara Ratusan Kambing

Senin, 18 Mei 2026 - 12:54 WIB

Tanamkan Jiwa Nasionalisme, WBP Rutan Pemalang Ikuti Upacara Bendera dengan Khidmat

Senin, 18 Mei 2026 - 12:51 WIB

Hitamnya Arang Jadi Cuan Buat Tasripin Jelang Lebaran Iduladha

Berita Terbaru