CIREBON, Kamis, 21 Mei 2026 — Usai mengguncang hati publik lewat rangkaian aksi sosial penuh haru di berbagai daerah Jawa Timur, perjalanan kemanusiaan BIP Tour kembali berlanjut. Kali ini, langkah besar itu tiba di Kota Cirebon dengan sebuah misi yang jauh lebih dalam: membangun peradaban melalui Alquran.
Founder Bani Insan Peduli (BIP), Ali Zainal Abidin, secara resmi meresmikan Istana Tahfidz Alquran MBS (Mabna Bani Syabibi), sebuah tempat yang dipersiapkan menjadi rumah lahirnya para penghafal Alquran dari kalangan yatim, dhuafa, dan fuqoro’.
Peresmian tersebut berlangsung di lingkungan IAI Tihamah (Institut Agama Islam Tihamah), lembaga pendidikan tinggi Islam yang berlokasi di Watubelah, Sumber, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Kampus ini dikenal sebagai tempat menimba ilmu yang berlandaskan nilai-nilai keislaman serta ajaran Abuya Sayid Muhammad Al-Maliki.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Suasana peresmian berlangsung penuh haru. Ratusan jamaah yang hadir tampak larut dalam doa dan linangan air mata ketika Ali Zainal Abidin menyampaikan pesan yang begitu menyentuh tentang tujuan hidup dan perjuangan sosial yang selama ini dijalankannya.
Dengan suara bergetar, sosok yang dikenal luas karena kepeduliannya terhadap anak yatim itu mengaku tidak memiliki tujuan lain selain berharap bisa berkumpul bersama Nabi Muhammad SAW di akhirat kelak.
“Tak ada tujuan lain, kecuali hanya satu, ingin masuk surga bersama Nabi Muhammad SAW,” ucapnya di hadapan jamaah.
Ia kembali menegaskan komitmennya untuk terus mengabdikan hidup bagi anak-anak yatim, dhuafa, dan masyarakat miskin selama dirinya masih diberi kesehatan.
“Sering kali saya katakan kepada relawan BIP, selama saya sehat, saya akan wakafkan diri saya untuk anak-anak yatim, dhuafa dan fuqoro’,” tuturnya.
Kalimat tersebut langsung disambut isak tangis sebagian jamaah yang hadir. Beberapa relawan bahkan terlihat menundukkan kepala sambil mengusap air mata.
Di hadapan bangunan Istana Tahfidz yang baru diresmikan itu, Ali Zainal Abidin kemudian menjelaskan bahwa tempat tersebut merupakan salah satu amal yang paling dicintai Rasulullah SAW.
Ia mengutip hadis tentang tiga amalan yang tidak akan terputus meski manusia telah meninggal dunia.
“Apabila telah mati anak Adam, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara. Sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan anak soleh yang mendoakan orang tuanya,” ucapnya.
Menurutnya, Istana Tahfidz Alquran MBS menjadi bagian dari upaya menghadirkan amal jariyah dan melahirkan generasi penghafal Alquran yang kelak membawa manfaat besar bagi umat.
Tak hanya itu, dalam momen penuh haru tersebut ia juga berharap dirinya termasuk bagian dari anak soleh yang terus mendoakan kedua orang tuanya.
“Mudah-mudahan saya sendiri yang berdiri di sini dan antum semuanya termasuk minimal di nomor tiga, anak soleh bil walidain,” katanya.

Ucapan itu sontak diamini ratusan jamaah yang hadir dengan suara lantang. Tangis haru pun pecah di berbagai sudut lokasi peresmian.
Peresmian Istana Tahfidz Alquran MBS di Cirebon menjadi rangkaian terbaru dari gerakan kemanusiaan BIP Foundation yang dalam beberapa waktu terakhir terus menyita perhatian publik.
Sebelumnya, BIP Tour Jatim juga menjadi sorotan saat menggelar aksi sosial besar di Lamongan dan Malang. Di Lamongan, BIP Foundation menyalurkan bantuan lebih dari Rp1 miliar untuk yayasan sosial, pembangunan masjid, ambulans, hingga bantuan bagi pasien ODGJ.
Sementara di Malang, suasana haru pecah saat ratusan lansia di Yayasan Griya Lansia menangis memeluk Ali Zainal Abidin karena merasa kembali diperhatikan di penghujung usia mereka.
Kini di Cirebon, langkah itu kembali ditegaskan. Bahwa bagi BIP Foundation, gerakan sosial bukan sekadar tentang memberi bantuan, melainkan tentang menghadirkan harapan, membangun generasi, dan meninggalkan amal yang terus hidup bahkan setelah manusia tiada.








