SDN Panaongan III Sumenep Gaungkan Bahasa Madura Halus Setiap Pagi, Inovasi Agus Sugianto Tuai Apresiasi

Kamis, 21 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMENEP – SDN Panaongan III kembali mencuri perhatian publik lewat inovasi unik dan sarat nilai budaya yang digagas kepala sekolahnya, Agus Sugianto. Sosok yang dikenal ikonik dengan blangkon khasnya itu kembali menghadirkan gebrakan baru setelah sukses menjalankan program “Ba’cateng” (Ngamba’ Kanca Dateng), yakni kegiatan penyambutan siswa di gerbang sekolah oleh guru dan murid piket setiap pagi.

Kini, suasana pagi di SDN Panaongan III terasa semakin berbeda. Sebelum kegiatan apel kelas dimulai, terdengar lantunan pengumuman menggunakan bahasa Madura halus dari pengeras suara sekolah yang disampaikan langsung oleh salah satu siswa.

 

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh. Ngatore pangaoningan. Kaatora dha’ sadaja mored dhari kelas 1 sampe kelas 6, eyatore kaangguy anggun eyadha’na kelas bang-sebanga, karana badhi epasamaktaagi sareng se nyeppowe kelas. Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.”

Pengumuman tersebut berarti imbauan kepada seluruh siswa kelas 1 hingga kelas 6 agar bersiap di depan kelas masing-masing untuk mengikuti apel yang dipandu ketua kelas.

Tradisi sederhana itu kini menjadi pemandangan khas setiap pagi di SDN Panaongan III. Setelah disambut hangat melalui program Ba’cateng, para siswa langsung menuju depan kelas masing-masing untuk bersiap mengikuti apel kelas.

Bagi sebagian orang, langkah itu mungkin terlihat sederhana. Namun di tangan Agus Sugianto, kebiasaan kecil tersebut berubah menjadi gerakan besar dalam menjaga identitas budaya daerah sejak usia dini.

Saat ditemui, Agus Sugianto mengatakan dirinya sengaja membiasakan penggunaan bahasa Madura halus di lingkungan sekolah karena prihatin melihat generasi muda yang mulai jarang menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari.

“Saya melihat anak-anak sekarang mulai jarang menggunakan bahasa Madura halus. Saya khawatir suatu saat mereka justru lupa terhadap bahasa ibunya sendiri, yaitu bahasa Madura,” ujarnya.

Menurutnya, sekolah bukan hanya tempat belajar mata pelajaran formal, melainkan juga ruang untuk membangun karakter sekaligus menjaga budaya dan jati diri anak-anak.

“Ini memang langkah kecil, tetapi saya ingin sekolah menjadi tempat pelestarian budaya. Kalau bukan kita yang mulai mengenalkan dan membiasakan bahasa Madura kepada anak-anak, lalu siapa lagi,” tambahnya.

Inovasi tersebut pun mendapat banyak apresiasi karena dinilai mampu memadukan pendidikan karakter, kedisiplinan, serta pelestarian budaya lokal dalam satu gerakan sederhana namun penuh makna.

Belakangan, SDN Panaongan III memang dikenal aktif menghadirkan berbagai program kreatif dan humanis. Mulai dari budaya penyambutan siswa, pembiasaan karakter, hingga penguatan identitas lokal terus digelorakan di bawah kepemimpinan Agus Sugianto yang dikenal dekat dengan siswa dan kaya ide segar.

Blangkon yang selalu melekat di kepalanya kini bukan sekadar penampilan khas, melainkan simbol semangat menjaga akar budaya di tengah dunia pendidikan modern.modern.

Penulis : Red

Berita Terkait

Menutup Agustus dengan Doa dan Kebersamaan, Pasongsongan Gelar Malam Resepsi HUT RI ke-81
Masih SMP, Dua Bocah di Pemalang Memulung hingga Malam Demi Uang, Generasi Emas atau Generasi Cemas?
WCC III Sukses Digelar di Sumenep, MAPALA WIRASTA UNIJA Dorong Regenerasi dan Prestasi Atlet Panjat Tebing Jawa Timur
Final Lomba Mewarna Damar Kurung Tingkat Kabupaten Gresik Digelar Meriah di Gress Mall
Festival Band Pelajar se-Madura Ramaikan MCF 2026 Malam Ini, Disbudporapar dan Disdik Sumenep Beri Ruang Kreativitas
Bukan Sekadar Mengisi SKP, Mereka Belajar Arti Saling Menguatkan di SDN Panaongan III Pasongsongan Sumenep
Bupati Sumenep Kunjungi Stan SLB, Tegaskan Keterbatasan Bukan Penghalang untuk Berkarya dan Berprestasi
Tangis Pecah di Tengah Syair Cinta Rasul! Maulid Nabi di SDN Panaongan III Sumenep Berubah Jadi Momen Menggetarkan Hati

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 21:50 WIB

Menutup Agustus dengan Doa dan Kebersamaan, Pasongsongan Gelar Malam Resepsi HUT RI ke-81

Rabu, 2 September 2026 - 00:18 WIB

Masih SMP, Dua Bocah di Pemalang Memulung hingga Malam Demi Uang, Generasi Emas atau Generasi Cemas?

Selasa, 1 September 2026 - 18:33 WIB

WCC III Sukses Digelar di Sumenep, MAPALA WIRASTA UNIJA Dorong Regenerasi dan Prestasi Atlet Panjat Tebing Jawa Timur

Selasa, 1 September 2026 - 09:27 WIB

Final Lomba Mewarna Damar Kurung Tingkat Kabupaten Gresik Digelar Meriah di Gress Mall

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:45 WIB

Festival Band Pelajar se-Madura Ramaikan MCF 2026 Malam Ini, Disbudporapar dan Disdik Sumenep Beri Ruang Kreativitas

Berita Terbaru