SUMENEP — Setelah sebulan penuh diwarnai berbagai kegiatan untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Kecamatan Pasongsongan menutup seluruh rangkaian perayaan dengan suasana sederhana, khidmat, dan penuh kebersamaan.
Malam resepsi penutupan HUT Kemerdekaan ke-81 tingkat Kecamatan Pasongsongan digelar di Pendopo Kecamatan Pasongsongan, Rabu malam, 2 September 2026. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran FORPIMKA Kecamatan Pasongsongan, tokoh masyarakat KH. Kholilurrahman, KH. Kamilul Himam, M.Pd. selaku pengasuh Pondok Pesantren Al Istikmal Pasongsongan, panitia HUT Kemerdekaan, serta para kepala sekolah jenjang TK, RA, SD, MI, SMP, dan MTs se-Kecamatan Pasongsongan.
Berbeda dengan kemeriahan berbagai perlombaan selama bulan Agustus, malam resepsi berlangsung lebih khidmat. Kegiatan diawali dengan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai ungkapan kecintaan sekaligus momentum meneladani akhlak Rasulullah SAW. Acara kemudian dilanjutkan dengan Istighatsah bersama yang dipimpin KH. Kholilurrahman.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam suasana penuh ketenangan, seluruh undangan larut dalam doa, memohon keberkahan, keselamatan, serta kebaikan bagi masyarakat Pasongsongan dan bangsa Indonesia.
Malam itu seolah menjadi pengingat bahwa kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan perlombaan dan kemeriahan, tetapi juga dengan rasa syukur dan doa.
Bukan Sekadar Trophy
Usai rangkaian kegiatan keagamaan, acara dilanjutkan dengan penyerahan trophy kepada para pemenang berbagai lomba Agustusan.
Trophy yang diterima para pemenang bukan sekadar penghargaan, tetapi menjadi simbol perjuangan, kerja keras, kekompakan, dan sportivitas yang telah mereka tunjukkan selama mengikuti rangkaian kegiatan.
Di balik setiap kejuaraan terdapat proses panjang: latihan, kebersamaan, kegembiraan, hingga pengalaman menerima kemenangan maupun kekalahan.
Sebab semangat kemerdekaan bukan hanya tentang siapa yang berdiri di podium tertinggi, tetapi tentang bagaimana masyarakat dapat berkumpul, bergerak, dan merayakan kemerdekaan bersama.
Camat: Terima Kasih dan Mohon Maaf
Dalam sambutannya atas nama FORPIMKA Kecamatan Pasongsongan, Camat Pasongsongan Aynizar Sukma, S.STP., M.A.P. menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh panitia serta semua pihak yang telah bekerja keras menyukseskan seluruh rangkaian HUT Kemerdekaan ke-81.
> “Atas nama FORPIMKA Kecamatan Pasongsongan, kami menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh panitia dan semua pihak yang telah berpartisipasi menyukseskan rangkaian kegiatan HUT Kemerdekaan ke-81. Tentu dalam pelaksanaannya masih terdapat kekurangan. Untuk itu, kami mohon maaf kepada seluruh masyarakat apabila ada hal-hal yang kurang berkenan atau mengganggu aktivitas masyarakat,” ujar Aynizar.
Ia juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan kritik dan masukan sebagai bahan evaluasi.
“Kami sangat terbuka terhadap kritik dan masukan dari masyarakat. Semoga apa yang menjadi kekurangan tahun ini dapat menjadi evaluasi agar pelaksanaan kegiatan di tahun-tahun mendatang semakin baik. Yang paling penting, kebersamaan dan kekompakan yang sudah terbangun jangan sampai berhenti setelah rangkaian perayaan ini selesai,” tuturnya.
Menurut Aynizar, peringatan kemerdekaan bukan hanya tentang perlombaan dan perayaan, tetapi juga menjadi sarana mempererat hubungan antara pemerintah, lembaga pendidikan, tokoh masyarakat, panitia, dan seluruh masyarakat Pasongsongan.
“Mari kita jaga terus semangat kebersamaan ini. Agustus boleh berakhir, tetapi persatuan, gotong royong, dan kebersamaan masyarakat Pasongsongan harus tetap kita rawat,” pungkasnya.

Ketika Perayaan Berakhir, Kebersamaan Jangan Ikut Berakhir
Malam semakin larut. Perlombaan telah selesai, suara penonton mulai menghilang, dan kesibukan panitia perlahan berakhir.
Namun, yang tersisa adalah kenangan tentang anak-anak yang berlatih, guru yang mendampingi, panitia yang bekerja, serta masyarakat yang ikut menyemarakkan kemerdekaan.
Semuanya dipertemukan kembali dalam satu suasana: doa, syukur, dan kebersamaan.
Malam resepsi penutupan HUT Kemerdekaan ke-81 di Pendopo Kecamatan Pasongsongan akhirnya bukan sekadar penutup sebuah rangkaian kegiatan. Ia menjadi pesan bahwa ketika perlombaan selesai dan bendera diturunkan, semangat persatuan harus tetap dikibarkan dalam kehidupan sehari-hari.
Agustus boleh berakhir, tetapi semangat kebersamaan Pasongsongan jangan pernah berakhir.







