SUMENEP– Program Sedekah Tanpa Putus yang digagas Detikzone.id terus berjalan sebagai bagian dari gerakan sosial untuk masyarakat Kabupaten Sumenep.
Memasuki hari ke-93 pada Rabu (2/9/2026), program tersebut menjadi wujud konsistensi Detikzone.id dalam menyisihkan sebagian rezeki untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Selama lebih dari tiga bulan, bantuan disalurkan kepada masyarakat dengan beragam kondisi sosial. Penerima manfaat di antaranya anak yatim, janda dhuafa, lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, warga yang sedang sakit, hingga masyarakat dengan keterbatasan ekonomi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Bagi Detikzone.id, 93 hari bukan sekadar angka. Perjalanan tersebut menjadi pengingat bahwa kepedulian membutuhkan konsistensi agar tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat.
Program Sedekah Tanpa Putus dibangun dari semangat sederhana, yakni berbagi sesuai kemampuan dan dilakukan secara berkelanjutan.
Pimpinan Redaksi Detikzone.id, Igusty Madani, mengatakan program tersebut akan terus dijalankan secara bertahap sesuai dengan kemampuan.
“Program ini kami jalankan setiap hari. Kami terus menyisihkan sebagian rezeki untuk diberikan kepada warga yang membutuhkan,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Detikzone.id untuk mengambil peran dalam persoalan sosial di tengah masyarakat.
Sebagai perusahaan media, kata dia, Detikzone.id tidak hanya memiliki tanggung jawab menyampaikan informasi kepada publik, tetapi juga mempunyai ruang untuk membangun kepedulian dan menghadirkan manfaat secara langsung.
“Jurnalisme kebaikan bagi kami bukan sekadar memberitakan kebaikan orang lain, tetapi juga berupaya menghadirkan manfaat sesuai kemampuan,” katanya.
Memasuki hari ke-93, Sedekah Tanpa Putus menjadi salah satu bentuk konsistensi Detikzone.id dalam menjalankan kegiatan sosial.
Lebih dari tiga bulan berjalan, program tersebut terus diarahkan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.
Bagi Detikzone.id, kepedulian tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Berbagi dari apa yang dimiliki, meskipun sederhana, dapat menjadi berarti ketika dilakukan secara konsisten.
Karena itu, besarnya bantuan bukan menjadi ukuran utama dalam program tersebut. Nilai yang ingin dibangun adalah keberlanjutan dan kepedulian terhadap sesama.
Setiap penerima manfaat memiliki kondisi dan persoalan yang berbeda. Ada yang membutuhkan bantuan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, menghadapi keterbatasan ekonomi, maupun berada dalam kondisi sulit akibat persoalan kesehatan atau musibah.
Melalui program tersebut, Detikzone.id berupaya hadir sesuai dengan kemampuan yang dimiliki.
Bagi Detikzone.id, aktivitas jurnalistik tidak hanya berhenti pada proses mencari, mengolah, dan menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Media juga memiliki ruang untuk melihat persoalan sosial secara lebih dekat dan menghadirkan perspektif kemanusiaan dalam menjalankan tugasnya.
Semangat tersebut menjadi bagian dari konsep jurnalisme empati yang terus didorong Detikzone.id.
Jurnalisme empati bukan berarti mengabaikan prinsip-prinsip jurnalistik. Kepedulian sosial tetap berjalan berdampingan dengan tanggung jawab media dalam menyampaikan informasi secara faktual, berimbang, dan bertanggung jawab.
Melalui berbagai kegiatan sosial, Detikzone.id ingin menunjukkan bahwa media dapat menjadi bagian dari masyarakat, bukan hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai pihak yang ikut merasakan dan merespons persoalan sosial di sekitarnya.
Program Sedekah Tanpa Putus merupakan salah satu kegiatan sosial yang dijalankan Detikzone.id.
Selain program tersebut, sejumlah kegiatan sosial telah dan tengah dipersiapkan, di antaranya santunan anak yatim, bantuan pendidikan, bantuan biaya pengobatan, rumah singgah bagi keluarga pasien, wakaf Al-Qur’an, pembagian sembako, serta bantuan bagi warga yang tertimpa musibah.
Detikzone.id juga tengah mempersiapkan layanan ambulans gratis yang direncanakan segera diluncurkan untuk membantu masyarakat yang membutuhkan.
Program Rumah Makan Gratis bagi masyarakat dhuafa di Kabupaten Sumenep juga tengah dipersiapkan sebagai bagian dari pengembangan gerakan sosial tersebut.
Berbagai program itu diharapkan dapat memperluas jangkauan manfaat sekaligus memberikan ruang bagi masyarakat untuk bersama-sama menumbuhkan budaya berbagi.
Hari ke-93 bukanlah garis akhir Sedekah Tanpa Putus. Justru, angka tersebut menjadi pengingat bahwa sebuah gerakan sosial membutuhkan konsistensi agar dapat terus berjalan.
Lebih dari tiga bulan menjalankan program tersebut menjadi pengalaman tersendiri bagi Detikzone.id. Berbagai kondisi masyarakat ditemui, sekaligus memberikan pelajaran tentang arti kepedulian dan pentingnya hadir bagi sesama.
Bagi Detikzone.id, membantu masyarakat tidak harus menunggu memiliki kemampuan besar. Kepedulian dapat dimulai dari hal sederhana, kemudian dilakukan secara terus-menerus.
Semangat tersebut menjadi dasar Detikzone.id untuk melanjutkan Sedekah Tanpa Putus di Kabupaten Sumenep.
Ke depan, Detikzone.id berkomitmen mengembangkan berbagai kegiatan sosial dengan menjangkau lebih banyak masyarakat yang membutuhkan.
Sebab, bagi Detikzone.id, jurnalisme empati bukan hanya tentang melihat dan memberitakan persoalan masyarakat, tetapi juga berusaha hadir dan mengambil bagian dalam menghadirkan manfaat.







