Pengusaha Rokok Madura Kompak Melawan! Tolak SKM Golongan III Berlaku Nasional, Khawatir Industri Lokal Tumbang dan Ribuan Pekerja Kehilangan Harapan

Sabtu, 30 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto:
CEO Bawang Mas Grup, H. Khairul Umam (Haji Her), bersama para pengusaha rokok Madura saat menyampaikan aspirasi penolakan penerapan SKM Golongan III secara nasional. Mereka berharap pemerintah memberikan perlakuan khusus bagi industri rokok Madura guna melindungi keberlangsungan usaha lokal dan ribuan tenaga kerja yang bergantung pada sektor hasil tembakau.

Keterangan Foto: CEO Bawang Mas Grup, H. Khairul Umam (Haji Her), bersama para pengusaha rokok Madura saat menyampaikan aspirasi penolakan penerapan SKM Golongan III secara nasional. Mereka berharap pemerintah memberikan perlakuan khusus bagi industri rokok Madura guna melindungi keberlangsungan usaha lokal dan ribuan tenaga kerja yang bergantung pada sektor hasil tembakau.

PAMEKASAN – Gelombang penolakan terhadap rencana pemberlakuan Sigaret Kretek Mesin (SKM) Golongan III secara nasional kembali menggema dari Pulau Madura. Para pengusaha rokok lokal kompak menyuarakan kekhawatiran mereka atas kebijakan yang dinilai berpotensi mengancam keberlangsungan industri rokok daerah yang selama ini menjadi salah satu penopang utama ekonomi masyarakat.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Pendopo Ronggosukowati Pamekasan, para pelaku industri hasil tembakau menyampaikan sikap tegas mereka di hadapan Pemerintah Kabupaten Pamekasan. Mereka menilai kebijakan SKM Golongan III sejatinya lahir untuk memberikan ruang perlindungan bagi industri rokok Madura, bukan untuk diterapkan secara nasional.

Suasana forum berlangsung serius. Para pengusaha menilai apabila kebijakan tersebut diberlakukan di seluruh Indonesia, maka perusahaan-perusahaan besar di luar Madura justru akan menjadi pihak yang paling diuntungkan. Sementara industri rokok lokal yang selama ini berjuang di tengah berbagai keterbatasan justru terancam semakin terpinggirkan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

CEO Bawang Mas Grup, H. Khairul Umam atau yang akrab disapa Haji Her, menegaskan bahwa perjuangan yang dilakukan para pengusaha rokok Madura bukan untuk mencari keistimewaan berlebihan, melainkan memperjuangkan keadilan agar industri lokal tetap mampu bertahan di tengah persaingan yang semakin ketat.

Menurutnya, kajian yang selama ini disusun bersama para pelaku industri rokok Madura bertujuan agar wilayah Madura memperoleh perlakuan khusus sesuai karakteristik industrinya yang berbeda dengan pabrik-pabrik besar di daerah lain.

“Kajian yang kami susun sejak awal bukan untuk meminta SKM Golongan III berlaku secara nasional. Jika diterapkan di seluruh Indonesia, maka yang paling banyak menikmati keuntungan adalah perusahaan-perusahaan besar di luar Madura. Sementara industri rokok Madura tidak akan mendapatkan manfaat yang signifikan,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa sebagian besar pabrik rokok di Madura masih menggunakan pola produksi semi-manual yang menyerap banyak tenaga kerja. Sekitar 70 persen proses produksi memang telah menggunakan mesin, namun tahap pengemasan masih dikerjakan secara manual oleh para pekerja lokal.

Kondisi inilah yang membuat industri rokok Madura memiliki karakter berbeda dibandingkan pabrik-pabrik besar yang telah sepenuhnya mengandalkan teknologi modern dan modal besar.

Apabila kebijakan diterapkan secara seragam tanpa mempertimbangkan kondisi daerah, para pengusaha khawatir produk rokok Madura akan semakin sulit bersaing di pasaran.

“Kami khawatir penjualan akan menurun. Kalau industri lokal melemah, bukan hanya pengusaha yang terdampak, tetapi juga ribuan pekerja yang selama ini menggantungkan hidupnya dari sektor ini. Bahkan peredaran rokok polos bisa semakin meningkat,” ungkapnya.

Kekhawatiran tersebut mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Pamekasan. Bupati Pamekasan, KH Kholilurrahman, menyatakan siap memfasilitasi aspirasi para pelaku industri rokok Madura dengan membentuk tim perumus khusus bersama para pengusaha.

Tim tersebut nantinya akan menyusun rekomendasi dan kajian komprehensif yang akan dibawa langsung kepada pemerintah pusat sebagai bahan pertimbangan dalam pengambilan kebijakan.

Menurut Bupati, industri hasil tembakau selama ini telah menjadi salah satu sektor penting yang menggerakkan roda ekonomi masyarakat Madura. Karena itu, setiap kebijakan yang berkaitan dengan industri tersebut harus mempertimbangkan dampaknya terhadap tenaga kerja, pelaku usaha, dan masyarakat secara luas.

Bagi para pengusaha rokok Madura, perjuangan ini bukan semata persoalan bisnis. Di balik setiap batang rokok yang diproduksi, terdapat ribuan keluarga yang menggantungkan harapan hidupnya pada keberlangsungan industri lokal.

Kini, mereka berharap suara dari Pulau Garam tidak hanya didengar, tetapi juga menjadi pertimbangan serius dalam penyusunan kebijakan nasional, agar industri rokok Madura tetap mampu bertahan, berkembang, dan menjadi penopang ekonomi masyarakat di tengah tantangan yang terus berubah.

Di tengah derasnya arus persaingan industri nasional, suara para pengusaha rokok Madura sejatinya bukan sekadar penolakan terhadap sebuah kebijakan. Lebih dari itu, mereka sedang memperjuangkan keberlangsungan industri lokal yang selama puluhan tahun menjadi sandaran ekonomi ribuan keluarga di Pulau Garam.

Pemerintah pusat tentu memiliki kewenangan menyusun regulasi, namun keadilan dalam kebijakan harus mampu melihat perbedaan karakteristik setiap daerah. Sebab, keberhasilan pembangunan bukan hanya diukur dari besarnya investasi dan penerimaan negara, tetapi juga dari kemampuan menjaga pelaku usaha kecil dan menengah agar tetap hidup, tumbuh, dan memberi manfaat bagi masyarakat. Madura hari ini tidak sedang meminta keistimewaan, melainkan berharap agar suaranya didengar dalam semangat pemerataan dan keadilan ekonomi.

Penulis : Red

Berita Terkait

Motor Petani Raib dari Garasi, Polisi Sumenep Berhasil Amankan Pelaku
Aksi Pencurian Rombong Jagung di Sumenep Terekam CCTV, Pelaku Diciduk di Pamekasan
Jeritan Petani Bawang Merah Probolinggo Tercekik Plasi 35 Persen, DKUPP dan Diperta Malah Saling Lempar?
Satresnarkoba Polresta Sumenep Bongkar Peredaran Sabu 81,53 Gram
Satresnarkoba Polresta Sumenep Amankan 102 Botol Miras dari Dua Lokasi
GP Ansor Rubaru Sumenep Desak Penanganan Serius Dugaan Kekerasan Seksual Anak
Hadiri JJS Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan, Haji Her Borong 2 Kg Emas dan Kenang Jasa Bang Ali dalam Perjalanan Suksesnya
Haji Her dan Haji Ali Zainal Abidin Gratiskan UMKM untuk Ribuan Peserta JJS di Soft Opening Central 88 Gold and Jewellery Pamekasan

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 12:14 WIB

Motor Petani Raib dari Garasi, Polisi Sumenep Berhasil Amankan Pelaku

Kamis, 3 September 2026 - 11:59 WIB

Aksi Pencurian Rombong Jagung di Sumenep Terekam CCTV, Pelaku Diciduk di Pamekasan

Kamis, 3 September 2026 - 11:55 WIB

Jeritan Petani Bawang Merah Probolinggo Tercekik Plasi 35 Persen, DKUPP dan Diperta Malah Saling Lempar?

Kamis, 3 September 2026 - 11:53 WIB

Satresnarkoba Polresta Sumenep Bongkar Peredaran Sabu 81,53 Gram

Rabu, 2 September 2026 - 22:43 WIB

GP Ansor Rubaru Sumenep Desak Penanganan Serius Dugaan Kekerasan Seksual Anak

Berita Terbaru