Menikmati Kopi Tanpa Gula dan Jadah Goreng Hangat Pemecah Kantuk Tol Trans Jawa

Kamis, 11 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JOMBANG – Perjalanan malam menyusuri Tol Trans Jawa dari arah Surabaya menuju wilayah Mataraman sering kali menyisakan lelah dan kantuk bagi para pelancong. Di tengah keheningan jalur bebas hambatan, Rest Area Tol Jombang KM 659B hadir sebagai oase.

Tak sekedar tempat parkir dan ke toilet, titik singgah ini menjadi lokasi favorit untuk memulihkan stamina sembari menikmati kuliner hangat di kala dini hari.

Suasana hangat itu dirasakan langsung oleh Astono, atau yang akrab disapa Pak Bendhol. Warga asli Kota Kediri ini kedapatan tengah beristirahat di salah satu sudut rest area pada Kamis (11/6/2026) dini hari, usai menempuh perjalanan pulang dari Kota Pahlawan, Surabaya.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Tempat ini memang sering saya singgahi kalau pas perjalanan pulang dari arah Surabaya menuju Kediri. Selain suasananya pas untuk istirahat, kopinya bisa dipesan sesuai selera, seperti kopi hitam tanpa gula. Aneka gorengannya, terutama tahu dan jadah goreng, rasanya mantap,” ujar Pak Bendhol sembari menikmati pesanannya.

Menu yang dinikmati Pak Bendhol berasal dari Warung Ibu Ida Sukadi. Warung ini beroperasi 24 jam non-stop, siap melayani para pengemudi yang membutuhkan asupan energi, mulai dari sekedar camilan ringan hingga makanan berat.
Sistem pelayanan dan harga di warung ini terbilang unik dan terstruktur untuk mempercepat transaksi.

Utami, salah seorang pelayan senior di warung tersebut, membeberkan bahwa pihak pengelola sengaja menerapkan harga rata-rata (flat) pada kelompok menu tertentu agar tidak membingungkan pembeli dan mempercepat penghitungan kasir.

Untuk aneka gorengan seperti tahu dan jadah goreng, dipatok dengan harga rata-rata Rp5.000-an. Sementara untuk minuman seduh seperti kopi hitam dan susu jahe dibanderol seharga Rp10.000-an. Bagi pengunjung yang ingin membeli camilan ringan dalam kemasan besar, harganya diseragamkan di angka Rp25.000-an. Semua dibuat dengan sistem harga rata-rata tersebut untuk memudahkan pelayan dalam menghitung total belanjaan secara cepat.

Bagi pengunjung yang lapar berat, warung ini juga menyediakan menu legendaris khas Jawa Timur seperti soto ayam, rawon daging, nasi rames, hingga mi instan rebus maupun goreng.

Di balik kepulan asap kopi dan gorengan hangat, ada manajemen kerja yang solid. Utami, yang kini telah berstatus sebagai seorang nenek dengan satu cucu, menceritakan bagaimana ia membagi waktu kerjanya. Pihak warung menerapkan sistem dua shift, yaitu siang dan malam.

“Saya lebih sering kebagian jaga malam. Tentu semua ini sudah mengantongi izin dari suami,” tutur Utami sembari tersenyum.

Karena jam kerja malam menuntut stamina tinggi, Utami tidak bekerja sendiri. “Kalau jaga malam hari kita sering gantian sama teman untuk istirahat tiduran sebentar, karena di dalam satu shift kami dijaga berdua,” tambahnya.

Keberadaan Warung Ibu Ida Sukadi ternyata telah menggurita di sepanjang jalur Tol Jombang – Surabaya. Untuk menjaga kesegaran bahan baku, sang pemilik (juragan) menerapkan sistem distribusi harian yang efisien. Produk makanan matang dan bahan baku utama dikirim setiap hari menggunakan armada khusus melalui akses jalan tol. Sementara untuk beberapa pasokan pendukung lainnya, pasokan disalurkan secara fleksibel memanfaatkan jalur alternatif terobosan kampung yang berbatasan langsung dengan area tol.

Kombinasi antara kemudahan akses, keramahan pelayanan dari pekerja seperti Utami, serta konsistensi rasa kuliner lokal seperti jadah goreng, sukses membuat rest area KM 659B bukan lagi sekedar tempat transit formal, melainkan bagian dari budaya perjalanan yang dirindukan para pelaju jalan tol.(BG17)

Penulis : Purwasis

Berita Terkait

Polusi Debu PG Pesantren Baru Memicu Kemarahan Warga, Produksi Diminta Dihentikan Jika Tak Ada Solusi
Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani Apresiasi Dhoho Night Carnival 2026, Mbak Wali Dorong Wisata Berbasis Budaya dan Kreativitas
Tuai Pujian Utusan Khusus Presiden, Ini Fakta Unik Tentang Busana DNC Wali Kota Kediri
Porprov XII NTB Dinilai Beri Dampak Ekonomi Besar, KAMMI NTB Dorong Persiapan PON 2028
KSR PMI Unit PPGI Gelar Donor Darah, Wujud Kepedulian dalam Dies Natalis ke-24 Politeknik Piksi Ganesha Indonesia
Pertumbuhan Ekonomi NTB Tahun Pertama Iqbal-Dinda Terus Membaik, Dari Fase Koreksi Menuju Transformasi 
Reses Yoyok Mulyadi Perkuat Sinergi DPRD dan Warga untuk Bangun Situbondo
Bangkit dari Kekalahan, Putra Pimpinan Umum BanuaMinang Raih Emas di Kejuaraan Karate 100 Tahun Jam Gadang

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 17:59 WIB

Polusi Debu PG Pesantren Baru Memicu Kemarahan Warga, Produksi Diminta Dihentikan Jika Tak Ada Solusi

Senin, 27 Juli 2026 - 09:35 WIB

Utusan Khusus Presiden Bidang Pariwisata Zita Anjani Apresiasi Dhoho Night Carnival 2026, Mbak Wali Dorong Wisata Berbasis Budaya dan Kreativitas

Senin, 27 Juli 2026 - 09:33 WIB

Tuai Pujian Utusan Khusus Presiden, Ini Fakta Unik Tentang Busana DNC Wali Kota Kediri

Senin, 27 Juli 2026 - 09:29 WIB

Porprov XII NTB Dinilai Beri Dampak Ekonomi Besar, KAMMI NTB Dorong Persiapan PON 2028

Minggu, 26 Juli 2026 - 19:42 WIB

KSR PMI Unit PPGI Gelar Donor Darah, Wujud Kepedulian dalam Dies Natalis ke-24 Politeknik Piksi Ganesha Indonesia

Berita Terbaru