Lestarikan Kearifan Lokal, Camat Randudongkal Hadiri Tradisi Tumpengan Takir di Acara Suronan

Kamis, 18 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemalang – Suasana khidmat dan penuh keakraban menyelimuti warga Desa Mejagong ,Kecamatan Randudongkal pada rangkaian perayaan tahun baru penanggalan Jawa dan Islam atau Suronan.

Ratusan warga berkumpul di Jalan Samping Masjid Jami Desa desa setempat untuk mengikuti rangkaian acara tradisi Suronan, dengan puncak acara Kenduri dan Tumpengan Takir yang turut dihadiri langsung oleh Camat Randudongkal Agus Mulyadi beserta ketua PKK Kecamatan setempat.

Acara ini tidak hanya sekadar ritual keagamaan dan budaya, melainkan wujud rasa syukur masyarakat atas limpahan rezeki dan keselamatan yang diberikan Tuhan Yang Maha Esa.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Daya tarik utama kegiatan ini adalah kehadiran Takir yang merupakan bentuk wadah makanan tradisional yang terbuat dari daun pisang berbentuk cekung, yang diisi dengan nasi kuning, lauk pauk, dan sayuran.

Menurut Camat Agus Mulyadi, Takir sendiri merupakan simbol kemandirian dan sedekah warga yang kemudian saling ditukar dan dimakan bersama.

Dalam sambutannya, Agus Mulyadi mengatakan menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada masyarakat yang terus konsisten nguri-uri (melestarikan) budaya leluhur di tengah arus modernisasi.

“Kegiatan ini menjadi wujud pelestarian tradisi budaya sekaligus sarana mempererat kebersamaan, silaturahmi, dan rasa syukur masyarakat dalam menyambut Tahun Baru Islam,” ujar Agus,pada Kamis ( 18/6 ).

Dirinya menambahkan, Nilai luhur budaya yang terus dipertahankan diharapkan menjadi motivasi Generasi yang akan datang.

“Semoga nilai-nilai luhur budaya dan kearifan lokal senantiasa terjaga serta menjadi inspirasi bagi generasi mendatang,” tambah Agus.

Makna Takir sendiri menurut Camat Randudongkal, memiliki makna filosofis yang sering diartikan sebagai akronim dari Tata dan Pikir.

“Tradisi tumpengan takir ini bukan hanya sebatas seremonial. Di dalamnya terdapat nilai luhur yang mengajarkan kita untuk Tata (menata hati) dan Pikir (menata pikiran), apalagi ini adalah momen pergantian tahun. Harapannya, di tahun yang baru ini, Warga masyarakat Kecamatan Randudongkal semakin rukun, guyub, dan sejahtera,” tutupnya .

Acara dilanjutkan dengan doa bersama yang dipimpin oleh tokoh agama setempat untuk memohon keselamatan dan keberkahan di tahun yang baru. Setelah doa selesai, tumpengan takir dibagikan dan dinikmati bersama-sama oleh seluruh warga Masyarakat ,sekaligus sebagai bukti kebersamaan serta menghapus batas status sosial atau golongan.

Penulis : Ragil

Berita Terkait

Tertibkan Kerja Sama Publikasi, Diskominfo Undang Ratusan Wartawan Sosialisasi Regulasi Verifikasi Media
Senyum Lebar Warga di Tengah Pasar Murah Jalasenastri TNI AL
Malam Tak Jadi Penghalang, TNI dan Warga Lembur Bangun Jembatan Harapan di Gapura Sumenep
Polres Pemalang Dalami Kematian Pelajar SMP di Randudongkal
MENGHARGAI DIRI SENDIRI: Catatan Subuh dari Bentangan Tambang Tanah Jawa
Hadiri Deklarasi Yakuza Maneges Jember, Bupati Gus Fawait Optimis Jadi Mitra Strategis
Ketum Yakuza Maneges Tegaskan Komitmen Pengabdian, Kerja Nyata, dan Kepatuhan Hukum
Lahan SAE Berbuah, Lapas Kendal Panen 8 Ton

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 11:06 WIB

Tertibkan Kerja Sama Publikasi, Diskominfo Undang Ratusan Wartawan Sosialisasi Regulasi Verifikasi Media

Rabu, 5 Agustus 2026 - 13:32 WIB

Senyum Lebar Warga di Tengah Pasar Murah Jalasenastri TNI AL

Selasa, 4 Agustus 2026 - 22:53 WIB

Malam Tak Jadi Penghalang, TNI dan Warga Lembur Bangun Jembatan Harapan di Gapura Sumenep

Senin, 3 Agustus 2026 - 18:19 WIB

Polres Pemalang Dalami Kematian Pelajar SMP di Randudongkal

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:10 WIB

MENGHARGAI DIRI SENDIRI: Catatan Subuh dari Bentangan Tambang Tanah Jawa

Berita Terbaru