Dari Daerah ke Pusat: Lima Tuntutan Mahasiswa dan Pertanyaan yang Tak Kunjung Dijawab

Jumat, 26 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Adi Suparto

Dari kota-kota di luar pusat kekuasaan, gema lima tuntutan mahasiswa membawa makna yang lebih luas. Ia bukan hanya soal kebijakan, tetapi juga soal keterdengaran. Apakah suara dari daerah benar-benar sampai ke pusat, atau hanya berhenti sebagai gema yang memudar?

Fenomena ini tidak berdiri sendiri. Tuntutan yang sama muncul di berbagai wilayah, dengan narasi yang serupa. Ini menunjukkan bahwa persoalan yang dirasakan bukan bersifat lokal, melainkan struktural.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun justru di situlah muncul pertanyaan yang lebih mendasar: apakah negara merespons secara merata, atau hanya peka terhadap tekanan di pusat?

Dalam banyak kasus, daerah sering kali berada dalam posisi menunggu. Menunggu keputusan, menunggu perhatian, dan menunggu keadilan distribusi kebijakan. Ketika tuntutan yang sama muncul di pusat dan daerah, tetapi respons terasa tidak seimbang, maka yang dipertanyakan bukan hanya kebijakan; melainkan kehadiran negara itu sendiri.

Lima tuntutan mahasiswa hari ini mencerminkan akumulasi kegelisahan tersebut. Ia bukan sekadar kritik, tetapi cermin dari pengalaman yang dirasakan lintas wilayah. Ketika cermin ini dihadapkan ke negara, yang diharapkan bukan sekadar jawaban formal, tetapi tindakan yang menunjukkan bahwa setiap wilayah diperlakukan setara.

Masalahnya, respons yang muncul sering kali belum menjangkau inti persoalan. Pernyataan ada, klarifikasi disampaikan, tetapi substansi tidak berubah. Di titik ini, muncul kesan bahwa suara dari daerah didengar, namun belum dianggap cukup penting untuk mengubah arah kebijakan.

Inilah yang menjadi persoalan utama.

Sebab negara, dalam pengertian yang paling dasar, tidak hanya diukur dari kekuatan pusatnya, tetapi dari kemampuannya menjangkau pinggiran. Ketika suara dari daerah tidak direspons secara setara, maka yang terbangun adalah jarak; dan jarak itu berpotensi melebar.

 

Sejarah menunjukkan bahwa pengabaian terhadap daerah tidak pernah berakhir tanpa konsekuensi. Ia bisa berubah menjadi ketidakpercayaan, bahkan keterasingan politik.

 

Hari ini, kita belum berada di titik itu. Tetapi gejalanya mulai terbaca: tuntutan yang berulang, respons yang tidak berubah, dan publik yang semakin peka terhadap ketimpangan.

 

Negara tentu memiliki pilihan. Memastikan bahwa setiap suara, dari pusat hingga daerah, memiliki bobot yang sama. Atau membiarkan ketimpangan respons ini terus berlangsung.

Karena pada akhirnya, yang diuji bukan hanya kemampuan negara untuk mendengar, tetapi kesediaannya untuk hadir secara adil.

Dan dari sanalah pertanyaan itu muncul, sederhana namun mendasar: apakah negara benar-benar hadir untuk semua, atau hanya untuk sebagian?

Penulis : Red

Berita Terkait

Upaya Penyelundupan Handphone oleh Pengunjung Rutan Kelas 1 Jakpus Berhasil Digagalkan Petugas
Desak Transparasi RAT Puluhan Anggota Koperasi UKP DLH Pemalang Gandeng Pengacara 
Pembangunan Koperasi Merah Putih di Kompleks Makam Kuna Sutan Nasinok Menuai Penolakan Ahli Waris
Ziarah HUT ke-81 TNI, Kodim 0827/Sumenep Kenang Jasa Pahlawan dan Teguhkan Pengabdian
Pondasi Koperasi Merah Putih Berdiri di Kompleks Makam Kuna Sutan Nasinok, Keturunan Keberatan
Bos CV Ayunda Menikahi Dian Mariana di Banyuwangi, Ribuan Tamu Dikejutkan Hadiah Umrah, 10 Oktober Resepsi Berlanjut di Pamekasan
Dugaan Kelalaian Medis di RSUD Waluyo Jati Kraksaan: Kuasa Hukum Soroti ‘Misteri’ 33 Jam Tanpa Visite Dokter Spesialis
SELESAI, TUNAI, TUNTAS

Berita Terkait

Selasa, 29 September 2026 - 18:10 WIB

Upaya Penyelundupan Handphone oleh Pengunjung Rutan Kelas 1 Jakpus Berhasil Digagalkan Petugas

Selasa, 29 September 2026 - 18:08 WIB

Desak Transparasi RAT Puluhan Anggota Koperasi UKP DLH Pemalang Gandeng Pengacara 

Selasa, 29 September 2026 - 17:09 WIB

Pembangunan Koperasi Merah Putih di Kompleks Makam Kuna Sutan Nasinok Menuai Penolakan Ahli Waris

Selasa, 29 September 2026 - 14:06 WIB

Ziarah HUT ke-81 TNI, Kodim 0827/Sumenep Kenang Jasa Pahlawan dan Teguhkan Pengabdian

Selasa, 29 September 2026 - 13:31 WIB

Pondasi Koperasi Merah Putih Berdiri di Kompleks Makam Kuna Sutan Nasinok, Keturunan Keberatan

Berita Terbaru