SUMENEP, detikzone.id – Memasuki hari ke-37 pelaksanaan Program Berbagi Setiap Hari, Detikzone.id kembali meneguhkan komitmennya untuk menghadirkan wajah jurnalisme yang tidak hanya tajam dalam menyampaikan informasi, tetapi juga tulus dalam menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat. Melalui konsep Jurnalisme Ihdinas Sirotol Mustaqim, media ini terus melangkah menyusuri lorong-lorong kampung, mengetuk pintu-pintu rumah warga dhuafa, serta menghadirkan secercah harapan bagi mereka yang hidup dalam keterbatasan.
Selasa (7/7/2026), tim Detikzone.id kembali turun langsung ke berbagai wilayah di Kabupaten Sumenep. Perjalanan panjang dari satu rumah ke rumah lainnya menjadi rutinitas yang tak pernah terputus selama 37 hari berturut-turut. Bantuan disalurkan kepada lansia sebatang kara, penyandang disabilitas, buruh harian, nelayan, pedagang kecil, janda, anak yatim, hingga masyarakat yang setiap hari harus berjuang memenuhi kebutuhan hidup dengan penghasilan yang jauh dari cukup.
Di balik setiap pintu yang terbuka, tersimpan kisah yang menggugah hati. Ada nenek renta yang hidup seorang diri tanpa sanak keluarga. Ada ayah yang tetap memikul beban keluarga meski tubuhnya tak lagi sekuat dulu. Ada pula ibu-ibu tangguh yang rela menahan lapar demi memastikan anak-anaknya tetap bisa makan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Semua kisah itu menjadi pengingat bahwa masih banyak masyarakat yang membutuhkan perhatian, kepedulian, dan uluran tangan.
Pimpinan Redaksi Detikzone.id, Igusty Madani, mengatakan bahwa perjalanan selama 37 hari berturut-turut justru semakin menguatkan keyakinannya bahwa media memiliki amanah yang jauh lebih besar daripada sekadar menyampaikan berita.
“Setiap hari kami belajar dari masyarakat. Kami belajar arti kesabaran dari para lansia, belajar tentang perjuangan dari para ibu yang membesarkan anak-anaknya dalam keterbatasan, dan belajar tentang rasa syukur dari mereka yang tetap tersenyum meski hidup serba kekurangan. Semua itu menjadi energi bagi kami untuk terus istiqamah berbagi,” ujarnya.
Menurutnya, Program Berbagi Setiap Hari bukan sekadar kegiatan sosial ataupun pencitraan. Program tersebut lahir dari keyakinan bahwa media harus menjadi bagian dari solusi atas berbagai persoalan sosial yang dihadapi masyarakat.
“Kami tidak ingin hanya datang mengambil gambar, menulis kisah pilu masyarakat, lalu pergi begitu saja. Kami ingin hadir sebagai saudara, mendengar keluh kesah mereka, lalu berbagi sesuai kemampuan yang kami miliki. Nilainya mungkin tidak besar, tetapi semoga mampu meringankan beban dan menghadirkan harapan baru,” katanya.
Selama 37 hari tanpa jeda, Program Berbagi Setiap Hari telah menjangkau ratusan penerima manfaat dari berbagai kalangan. Mulai dari anak yatim, kaum dhuafa, penyandang disabilitas, nelayan, pemulung, tukang becak, buruh harian, pedagang kecil, hingga masyarakat yang menggantungkan hidup dari pekerjaan serabutan.
Komitmen kemanusiaan Detikzone.id juga diwujudkan melalui berbagai program sosial lainnya, seperti santunan rutin anak yatim, bantuan pendidikan, bantuan kesehatan, ambulans gratis, rumah singgah gratis bagi keluarga pasien, renovasi musala, bantuan rumah tidak layak huni, penyaluran Al-Qur’an, pembagian sembako, hingga bantuan bagi masyarakat terdampak bencana.
Jurnalis yang dikenal dengan kopiah hitamnya itu turut menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar Detikzone.id, para relasi, sahabat, dan orang-orang baik yang selama ini terus memberikan doa, dukungan, serta kepercayaan sehingga Program Berbagi Setiap Hari mampu berjalan secara istiqamah hingga hari ke-37.
“Program ini tidak mungkin berjalan sendirian, karena saya tidak bisa menciptakam rezeki sendiri. Yang jelas Rezeki yang kami dapatkan melalui perantara orang lain,” tegasnya.
Ia menegaskan, selama Allah SWT masih memberikan kesehatan, kesempatan, dan rezeki, Program Berbagi Setiap Hari akan terus dilanjutkan sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat.
“Insyaallah kami akan terus istiqamah menjalankan Jurnalisme Ihdinas Sirotol Mustaqim. Kami ingin membuktikan bahwa media bukan hanya tempat lahirnya berita, tetapi juga tempat tumbuhnya kepedulian. Sebab, berita yang paling bernilai bukanlah yang paling banyak dibaca, melainkan berita yang mampu menghadirkan senyum di wajah mereka yang sedang berjuang, mengurangi beban hidup masyarakat, dan menjadi jalan menuju ridha Allah SWT.” tegasmya.
Di tengah derasnya arus pemberitaan yang berlomba mengejar sensasi dan angka pembaca, Detikzone.id memilih tetap berjalan di jalur kemanusiaan. Sebab, bagi Detikzone.id, karya jurnalistik terbaik bukan hanya yang memenuhi ruang-ruang berita, tetapi yang mampu mengetuk hati, menggerakkan kepedulian, dan menghadirkan manfaat nyata bagi sesama. Itulah makna Jurnalisme Ihdinas Sirotol Mustaqim, mengantarkan media menjadi jalan kebaikan yang terus hidup, bahkan setelah berita selesai dibaca.
Di tengah kondisi ekonomi yang masih dirasakan berat oleh sebagian masyarakat, langkah kecil yang dilakukan secara istiqamah sering kali memiliki makna yang jauh lebih besar daripada sekadar nilai bantuan yang diberikan. Program Berbagi Setiap Hari menjadi bukti bahwa kepedulian tidak selalu menunggu seseorang menjadi kaya, melainkan dimulai dari kemauan untuk berbagi.
Sekadar diketahui, selain Program Berbagi Setiap Hari yang kini memasuki hari ke-37, Detikzone.id juga telah menggagas dan menjalankan berbagai program kemanusiaan secara berkelanjutan. Di antaranya santunan anak yatim, bantuan pendidikan, bantuan kesehatan, ambulans gratis, rumah singgah gratis bagi keluarga pasien, renovasi musala, bantuan semen dll untuk rumah tidak layak huni (RTLH), penyaluran Al-Qur’an, pembagian sembako, bantuan bagi penyandang disabilitas, hingga penyaluran bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana. Berbagai program tersebut menjadi wujud nyata komitmen Detikzone.id untuk menghadirkan jurnalisme yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga memberi manfaat langsung bagi masyarakat.
Penulis : Red







