PAMEKASAN – Suasana peresmian rumah layak huni milik Ibu Maryani di Dusun Rongkarong, Kelurahan Gladak Anyar, Kabupaten Pamekasan, Sabtu (4/7/2026), mendadak hening. Di tengah rasa syukur dan kebahagiaan sebuah keluarga yang akhirnya memiliki rumah layak, Founder Bani Insan Peduli (BIP) Foundation, H. Ali Zainal Abidin, justru menyampaikan pesan yang menggugah hati tentang satu sifat yang menurutnya sangat dicintai Iblis, yakni kikir atau bakhil.
Di hadapan Bupati Pamekasan, tokoh masyarakat, para relawan, dan ratusan warga, tokoh inspiratif itu mengisahkan sebuah riwayat tentang dialog Nabi Zakaria AS dengan Iblis.
Dalam kisah tersebut, Nabi Zakaria AS bertanya kepada Iblis tentang manusia yang paling disukai dan paling dibencinya. Menurut riwayat yang disampaikan Bang Ali, Iblis mengaku paling menyukai orang yang rajin beribadah, tetapi memiliki sifat kikir. Sebaliknya, Iblis mengaku paling membenci orang yang dermawan karena kedermawanannya mampu menghidupkan kepedulian dan menghadirkan manfaat bagi banyak orang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Jangan sampai kita rajin salat, rajin mengaji, rajin beribadah, tetapi pelit ketika melihat saudara kita sedang kesusahan. Mari menjadi pribadi yang dermawan, karena harta yang kita miliki hanyalah titipan Allah. Ketika kita membantu orang lain, sesungguhnya kita sedang menolong diri kita sendiri,” ujar H. Ali Zainal Abidin.
Pesan tersebut menjadi pembuka rangkaian kegiatan kemanusiaan BIP Foundation yang kembali mewujudkan semangat fastabiqul khairat melalui Program Bedah Rumah bagi Ibu Maryani.
Rumah yang sebelumnya dalam kondisi memprihatinkan kini telah berubah menjadi hunian yang layak, aman, dan nyaman. Bagi keluarga Ibu Maryani yang selama ini hidup dalam keterbatasan dan merawat seorang anak penyandang disabilitas, rumah tersebut bukan sekadar tempat berteduh, melainkan simbol lahirnya harapan baru.
Momen haru itu disaksikan langsung ratusan warga dan disiarkan secara langsung melalui TikTok Live BIP Official, sehingga ribuan masyarakat dari berbagai daerah turut menyaksikan prosesi peresmian.
Sebagai bentuk kepedulian yang berkelanjutan, BIP Foundation juga menyerahkan bantuan uang tunai sebesar Rp10 juta kepada keluarga Ibu Maryani untuk membantu memenuhi kebutuhan hidup mereka.
Kebahagiaan keluarga tersebut semakin lengkap setelah Bupati Pamekasan, Dr. KH. Kholilurrahman, S.H., M.Si., turut memberikan bantuan untuk membeli sebagian isi rumah agar rumah baru tersebut dapat segera ditempati dengan nyaman.
Dalam sambutannya, Bupati memberikan apresiasi tinggi kepada BIP Foundation yang dinilai konsisten menghadirkan solusi bagi masyarakat kecil.
Menurutnya, Program Bedah Rumah yang dijalankan BIP Foundation sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Pamekasan yang menargetkan pembangunan 500 rumah layak huni bagi masyarakat kurang mampu.
“Program BIP Foundation ini sangat luar biasa. Apa yang dilakukan hari ini sejalan dengan program Pemerintah Kabupaten Pamekasan dalam membangun 500 rumah bagi masyarakat tidak mampu. Kolaborasi seperti ini sangat dibutuhkan untuk mempercepat pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Bupati.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah dan BIP Foundation terus terjalin sehingga semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya.
Tidak hanya meresmikan rumah, BIP Foundation juga menggelar bakti sosial dengan membagikan ratusan karung beras, bantuan uang tunai, serta santunan kepada lansia dan penyandang disabilitas yang hadir.
Suasana haru kembali terasa ketika para penerima manfaat menerima bantuan sambil memanjatkan doa untuk para dermawan yang telah mengulurkan tangan.
Pada hari yang sama, BIP Foundation juga menghadirkan senyum bagi dunia pendidikan dengan membagikan seragam sekolah kepada ribuan anak yatim, anak dhuafa, dan anak dari keluarga kurang mampu di Kabupaten Pamekasan sebagai bekal menyambut tahun ajaran baru.
Dalam kesempatan tersebut, H. Ali Zainal Abidin mengaku justru dirinya yang paling bersyukur karena masih diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk berbagi.
“Yang paling berterima kasih itu saya. Yang paling bangga itu saya. Karena Allah masih memberikan kesempatan kepada saya untuk membantu saudara-saudara kita yang sedang mengalami kesulitan.”
Menurutnya, memudahkan urusan orang miskin merupakan amalan yang dijanjikan balasan berupa kemudahan oleh Allah SWT.
“Kalau kita memudahkan urusan orang miskin, insyaallah Allah akan menjamin urusan kita. Karena itu saya selalu mengajak semua pihak untuk terus berlomba-lomba dalam kebaikan atau fastabiqul khairat.”
Ia juga mengajak seluruh masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Pamekasan agar terus istiqamah dalam budaya berbagi.
“Doakan saya bersama Pemerintah Kabupaten Pamekasan agar terus istiqamah dalam fastabiqul khairat. Salah satu golongan yang mendapatkan kemuliaan adalah orang-orang yang senang menginfakkan hartanya, baik dalam keadaan lapang maupun sempit.”
Bang Ali menegaskan seluruh program yang dijalankan BIP Foundation bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi merupakan ikhtiar menghadirkan harapan bagi masyarakat.

“Kami ingin menjadi sahabat masyarakat. Hadir ketika mereka membutuhkan, menguatkan saat mereka lemah, dan menyalakan harapan ketika keadaan terasa sulit. Semoga Allah menerima semua ikhtiar ini sebagai amal jariyah dan menggerakkan lebih banyak orang untuk ikut peduli.”
Muharram 1448 Hijriah menjadi salah satu momentum terbesar dalam perjalanan BIP Foundation. Selain program bedah rumah, pembagian ratusan karung beras, bantuan uang tunai, santunan kepada lansia dan penyandang disabilitas, serta pembagian seragam sekolah bagi ribuan anak yatim dan dhuafa di Pamekasan, lembaga ini juga menghadirkan berbagai program kemanusiaan berskala besar di berbagai daerah.
Sebelumnya, BIP Foundation melaksanakan program kemanusiaan senilai sekitar Rp2 miliar di Lapas Kelas IIA Pamekasan melalui pembagian ribuan mushaf Al-Qur’an, 700 kasur, bantuan sosial, bantuan tunai, hingga program pemberdayaan ekonomi BIP Farm berupa peternakan ayam petelur, pelatihan kewirausahaan, dan pembinaan keterampilan kerja bagi warga binaan.
Tidak berhenti di situ, BIP Foundation juga sukses menggelar Khitanan Massal Gratis 1.000 Anak yang diikuti peserta dari berbagai daerah di Madura. Melalui program BIP Tour Jatim, lembaga ini menyalurkan bantuan lebih dari Rp1 miliar di Kabupaten Lamongan berupa pembangunan masjid, bantuan ambulans, bantuan ternak, penguatan aset yayasan, hingga pemberdayaan penyintas ODGJ yang telah pulih.
H. Ali Zainal Abidin kembali mengingatkan bahwa ukuran kemuliaan seseorang bukan hanya diukur dari banyaknya ibadah, tetapi juga dari seberapa besar manfaat yang diberikan kepada sesama.
“Jangan sampai kita menjadi orang yang rajin beribadah tetapi pelit berbagi. Sebab sifat kikir itulah yang dicintai Iblis. Mari menjadi hamba yang dermawan, karena tangan yang memberi akan selalu dimuliakan Allah SWT, sementara manfaat yang kita tinggalkan akan terus hidup sebagai amal jariyah.”
Penulis : Red







