SUMENEP, Sabtu, 4 Juli 2026 – Tidak semua kisah kemiskinan hadir di jalanan yang ramai. Sebagian besar justru tersembunyi di balik rumah-rumah sederhana di pelosok desa, jauh dari perhatian banyak orang. Di sanalah Detikzone.id kembali melangkahkan kaki, mengetuk satu per satu pintu rumah warga dhuafa melalui Program Berbagi Setiap Hari yang kini memasuki hari ke-34.
Dengan membawa paket bantuan, tim Detikzone.id kembali menyusuri lorong-lorong kampung dan jalan desa untuk mendatangi langsung masyarakat yang hidup dalam keterbatasan. Bantuan diserahkan secara door to door, agar kepedulian benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan.
Bagi Detikzone.id, berbagi bukan sekadar memberikan bantuan, melainkan menghadirkan harapan bagi mereka yang selama ini berjuang dalam diam. Setiap rumah yang dikunjungi menyimpan cerita kehidupan yang berbeda, mulai dari lansia yang hidup sebatang kara, buruh harian yang penghasilannya tidak menentu, nelayan, pedagang kecil, hingga keluarga dhuafa yang bertahan dengan segala keterbatasan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Program Berbagi Setiap Hari merupakan bagian dari implementasi Jurnalisme Ihdinas Sirotol Mustaqim, sebuah konsep yang dikembangkan Detikzone.id agar media tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga menjadi penggerak kepedulian sosial dan hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Pimpinan Redaksi Detikzone.id, Igusty Madani, mengatakan bahwa memasuki hari ke-34, semangat berbagi justru semakin tumbuh. Menurutnya, setiap perjalanan menuju rumah-rumah warga selalu menghadirkan pelajaran tentang arti kehidupan, kesabaran, dan rasa syukur.
“Kami ingin media tidak hanya hadir ketika memberitakan kesulitan masyarakat, tetapi juga hadir untuk membantu mereka. Itulah makna yang terus kami pegang dalam Program Berbagi Setiap Hari,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan untuk mencari pujian ataupun popularitas, melainkan bentuk rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT.
“Kalau media hanya pandai menulis tentang penderitaan masyarakat tanpa pernah hadir membantu, tentu ada sesuatu yang kurang. Karena itu kami memilih untuk ikut mengetuk pintu rumah mereka, mendengar keluh kesahnya, dan berbagi sesuai kemampuan,” katanya.
Selama 34 hari berturut-turut, program tersebut telah menjangkau berbagai kalangan, mulai dari anak yatim, kaum dhuafa, penyandang disabilitas, lansia sebatang kara, nelayan, pemulung, tukang becak, pedagang kecil, buruh harian, hingga masyarakat yang menggantungkan hidup dari pekerjaan serabutan.
Tidak hanya menjalankan Program Berbagi Setiap Hari, Detikzone.id juga konsisten melaksanakan berbagai kegiatan kemanusiaan lainnya, seperti santunan anak yatim dan dhuafa, bantuan pendidikan, bantuan kesehatan, layanan ambulans gratis, rumah singgah gratis bagi keluarga pasien, renovasi musala, bantuan rumah tidak layak huni, penyaluran Al-Qur’an, pembagian sembako, hingga bantuan bagi masyarakat terdampak bencana.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh keluarga besar Detikzone.id, relasi, mitra kerja, dan masyarakat yang terus mendukung program tersebut sehingga dapat berjalan tanpa terputus.
“Terima kasih kepada semua pihak yang telah membersamai langkah kecil ini. Semoga setiap bantuan yang diberikan menjadi amal jariyah dan menghadirkan keberkahan bagi kita semua,” ucapnya.
Ia berharap gerakan berbagi yang dilakukan Detikzone.id dapat menginspirasi semakin banyak pihak untuk peduli terhadap sesama.
“Selama Allah masih memberikan kesehatan, kesempatan, dan rezeki, insyaallah Program Berbagi Setiap Hari akan terus kami jalankan. Kami ingin membuktikan bahwa media bukan hanya tempat lahirnya berita, tetapi juga tempat tumbuhnya kepedulian. Karena bagi kami, berita yang paling indah adalah ketika kehadiran media mampu menghadirkan senyum, mengurangi beban hidup masyarakat, dan menjadi jalan kebaikan bagi sesama,” pungkasnya.
Penulis : Red







